Bupati Sleman Ajak Pers Kelola Persepsi Positif Pariwisata Daerahnya

0
575

Bupati Sleman H. Sri Purnomo ( kanan) saat paparkan visi pariwisatanya. ( foto: Hilda Ansariah Sabri).

JOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Bupati Sleman H.Sri Purnomo mengharapkan kalangan pers dapat meningkatkan persepsi positif dalam membuat tulisan liputan pariwisata di Kabupaten Sleman, DIY mengingat begitu besarnya dampak berganda pariwisata bagi masyarakat.

“Saya setuju sekali bahwa persepsi positif media akan tentukan keberhasilan pariwisata. Oleh karena kalangan jurnalis harus terus menciptakan persepsi positif dalam tukisan-tulisannya,” katanya.

Dalam paparannya di hadapan pers pada Workshop Sosialisasi Kebijakan Kemenpar bagi Jurnalis Joglosemar (Yogyakarta, Solo, Semarang) serta dari Magelang berlangsung di Sheraton Mustika Yogyakarta, hari ini (4/5), Sri Purnomo minta agar pers bukan sebaliknya mencari hal-hal negatif.

“Kenyataannya kalau berita negatif maka berdampak luas terhadap pariwisata karena di Sleman ekosistem bisnis pariwisatanya sudah kuat sehingga berita negatif akan mempengaruhi mata pencaharian masyarakat luas terutama kelompok usaha kecil dan menengah di antaranya para pengelola homestay desa wisata,” ungkapnya.

Bupati H.Sri Purnomo memberi contoh, di Kabupaten Sleman terdapat sekitar sekitar 250 ribu mahasiswa yang kuliah diperguruan tinggi negeri dan swasta sebagian besar mereka berhasil menyelesaikan dengan baik, tetapi kalau ada satu-dua mahasiswa yang melenceng justru yang kerap menjadi berita adalah kegagalan itu.

“Saya sangat setuju persepsi positif media harus terus diciptakan,” seraya mengatakan, kemajuan pariwisata di Kabupaten Sleman karena peran media. Kabupaten Sleman fokus pada pengembangan homestay.

Menurut dia, saat ini dari 31 desa wisata, 10 desa wisata di antaranya memiliki homestay sebanyak 300 unit. “Media belakangan ini gencar menginformasikan homestay dan obyek-obyek baru sekitar Prambanan Sleman sehingga tingkat kunjungan wisatawan juga meningkat.

Tahun 2016 lalu kunjungan wisatawan nusantara ( domestik) ke Kabupaten Sleman mencapai 5 juta orang sedangkan wisatawan mancanegaranya mencapai 240.363 orang.

Banyak obyek wisata di Kab. Sleman seperti Candi Prambanan, candi Ratu Boko, Candi Ijo, Candi Abang, Candi Sembisari, Candi Sari, Candi barong, Jogya Bay Water Park, Sindu Kesuma Edu Park, Omah Salak Sleman dan banyak obyek baru lagi .

Melalui tulisan-tulisan yang menarik dari kalangan pers membuat kunjungan wisman ke Indonesia semakin meningkat dan dampaknya lapangan kerja tercipta luas dan kesejateraan semakin dirasakan.

Sri Purnomo menambahkan bahwa Sleman sedang mengedepankan desa wisata untuk menarik wisatawan yang melancong ke Yogyakarta. Di setiap lokasinya, ditawarkan atraksi wisata yang menunjukkan kearifan lokal penduduk desa.

“Tujuan untuk menciptakan destinasi itu jelas untuk menambah jumlah wisatawan sesuai target karena ada sumber daya alam yang dikembangkan. Ada sawah, sungai jernih, sampai kawasan Merapi.

Dari 31 desa wisata, semuanya dilengkapi dengan fasilitas homestay agar wisatawan lebih lama menikmati pemandangan dan merasakan bagaimana menjadi penduduk desa sementara waktu.

Sri Purnomo menjamin, desa wisata di Sleman punya pemandangan alam asri dan udaranya segar. Tak lupa, ada sajian kuliner enak khas desa sekitar sehingga wisatawan pun bisa betah tinggal lama di sana.

Saat ini desa wisata yang ada banyak menerima murid sekolah dari tingkat SD hingga universitas dari berbagai kota terutama di Jakarta. Program live in yang dikembangkan belakangan ini, dijamin kamarnya nyaman dan membuat wisatawan tidur nyenyak. Harganya pun hanya sekira Rp80 ribu-Rp110 ribu per malam.

“Harganya bahkan terlalu murah karena makannya untuk tiga kali sehari. Jadi para pengelola desa wisata juga sudah waktunya menyesuaikan harga,” kata Bupati.( Hilda Ansariah Sabri)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here