Bupati Karangasem dorong lahirnya desa-desa wisata baru

0
1751
I Wayan Geredeg, Bupati Kabupaten Karangasem, Bali

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Salah satu pejabat pemerintah yang memiliki tingkat sadar wisata yang tinggi dalam mengambil kebijakan a.l adalah I Wayan Geredeg, Bupati Karangasem, Bali. Bersama timnya, Kabupaten Karangasem kini memiliki sedikitnya 11 desa wisata yang sudah berkembang karena itu dia terus mendorong lahirnya desa-desa wisata baru di wilayah kerjanya.
“Salah satunya adalah Desa Pakraman Jasri yang pada peringatan Hari Pariwisata Dunia 27 September lalu menjadi tuan rumah penghargaan kompetisi Desa Wisata nasional yang diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Desa Jasri tahun 2013 berhasil menjadi juara pertama di tingkat nasional sehingga setiap desa pemenang maka tahun berikutnya menjadi tuan rumah penyerahan penghargaan untuk 2014,” ujarnya, hari ini.
Kabupaten Karangasem merupakan salah satu dari sembilan kabupaten/kota di Provinsi Bali dengan luas 83.954 ha atau 14,90% dari luas Pulau Bali. Tahun 2012, jumlah penduduk di kabupaten ini sebanyak 457.204 jiwa dengan pertumbuhan ekonomi di tahun 2013 mencapai 6,3% dan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang baru mencapai 67,83.
Kabupaten Karangasem, kata I Wayan Geredek, memiliki 3 kawasan pariwisata yaitu kawasan pariwisata Candidasa, Kawasan Ujung dan Tulamben. Selain itu juga ada 26 obyek wisata yang sangat potensial untuk berkembang menjadi wisata alam, wisata budaya dan desa wisata seperti Desa Pakraman Jasri yang telah menjadi juara nasional tahun lalu.
“Prestasi Desa Jasri akan memicu desa wisata lainnya untuk meraih prestasi di tingkat nasional. Yang jelas jika tingkat sadar wisata masyarakat desa meningkat dan dapat menwarkan berbagai jasa bagi wisatawan dalam dan luar negri maka pemerataan kemakmuran makin luas karena pariwisata menumbuhkan dampak ekonomi nerganda yang luas,” tambahnya.
Dia mendukung penyelenggaraan lomba Desa Wisata maupun lomba Sadar Wisata yang diselenggarakan Kemenparekraf karena selain mendorong warga desa untuk bersinergi dan berkordinasi dengan baik. Penerima penghargaan juga adalah penerima bantuan dana dari PNPM Mandiri Pariwisata.
“Tahun 2011, Kabupaten Karangasem mendapat dana PNPM Mandiri pariwisata untuk lima desa sebanyak Rp 400 juta dengan sasaran Desa Budakeling, Timbrah, Tumbu, Tenganan dan Antiga. Tahun 2012 kami mendapat lagi dana untuk 10 desa sebesar Rp 850 juta yaitu untuk Desa Budakeling, Timbah, Tumbu, Tenganan, Antiga, Sibetan, Jasri, Bugbug, Besakih dan Desa Padangbai,” kata I Wayan Geredeg.
Untuk tahun 2013 Kabupaten Karangasem menerima dana PNPM Mandiri Pariwisata lagi untuk 10 desa sebesar Rp 820 juta dengan sasaran Desa Budakeling, Timbrah, Tenganan, Antiga, Sibetan, JasriBugbud, Besakih, Padangbai dan Desa Nongan. Tahun 2014 ini hanya Desa Nongan yang mendapat kelanjutan dana bantuan sebesar Rp 100 juta.
“Harapannya dengan pemerintahan baru di bawah Presiden Joko Widodo dan Wapres Yusuf Kalla, komitmen untuk meningkatkan anggaran desa juga diprioritaskan untuk pengembangan desa wisata karena banyaknya wisatawan yang datang akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi rakyat,” tambahnya.
Dia menambahkan bahwa desa wisata pakraman (adat) Jasri di Kabupaten Karangasem, Bali yang sebelumnya sebagai salah satu desa tertinggal, kini mampu bangkit dan menurunkan angka kemiskinan melalui pengembangan sektor pariwisata
“Karangasem mampu menurunkan angka kemiskinan dari 35 ribu jiwa kini masih tinggal 5,3 persen, lebih rendah dari rata-rata kemiskinan tingkat nasional,” kata Bupati Karangasem I Wayan Geredeg. keberhasilan mengentaskan kemiskinan tidak terlepas dari peran dan andil sektor pariwisata yang mampu mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di bidang pariwisata.Hal itu diperoleh dari pemasukan berupa pendapatan asli daerah (PAD) dari keberadaan akomodasi wisata serta nilai tambah yang diperoleh masyarakat sekaligus menambah pendapatan dan tingkat kesejahteraan masyarakat.

“Dulu Desa Pakraman Jasri hanya dilintasi kendaraan wisatawan yang mau berwisata ke obyek-obyek wisata unggulan seperti ke Bekasih. Tapi kini banyak wisatawan asing yang datang menginap di homestay yang disediakan masyarakat dan beraktivitas seperti warga desa lainnya,” kata I Wayan Geredeg.
Kreativitas pengelola Desa Wisata bersama masyarakat dalam mengkemas kegiatan memberi nilai tambah sehingga benar-benar menuntut realitas dari program PNPM mandiri yang diterima.Selain itu kemampuan mengakses promosi wisata melalui media sosial internet juga memberikan kemudahan dan kecepatan pelayanan, ujarnya.
Bupati Geredeg menambahkan, untuk menopang kebijakan pengembangan sektor pariwisata pihaknya sudah memiliki branding pariwisata yakni Pariwisata Spiritual (Spiritual Tourism). Selain itu merintis desa wisata dan membangun infrastruktur seperti pembangunan pelabuhan Kapal Pesiar Tanah Ampo, sarana penunjang Pasar Seni, UKM Centre, penataan kawasan wisata dan objek daerah tujuan wisata.

Ia berharap pemerintah pusat juga dapat membantu merampungkan pembangunan dermaga Cruise yang mandeg akibat kesulitan sistem pelaksanaannya sehingga ke depan Kabupaten Karangasem dapat mengembangkan wisata bahari. ([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.