Buku “What CEO Wants From PR” Kunci Menjadi PR Strategis

0
847

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Bagi praktisi komunikasi public relations (PR) Indonesia yang berhubungan langsung dengan CEO dan para pengambil keputusan penting untuk membaca buku “What CEO Wants From PR” yang ditulis Agung Laksamana.

Buku karya kedua Agung yang kini menjabat sebagai Director, Corporate Affairs Head Citi Indonesia ini merupakan sebuah buku yang tidak hanya berisikan segudang pengalaman dan pemahaman Agung sebagai seorang praktisi PR.

Buku ini memberikan pengertian bagaimana pengalaman seorang praktisi PT dapat menyuguhkan sebuah informasi tentang praktik dan eksekusi yang tepat di dalam ranah PR.

“Profesi PR saat ini sudah menjadi profesi global dan borderless, sudah berevolusi jauh dan dihadapkan pada berbagai multi-tantangan,” ungkap Agung yang lebih dari 20 tahun menggeluti bidang PR ini pada peluncuran buku What CEO Wants From PR di Jakarta, Kamis (29/1).

buku agung2Ia menambahkan, “Sekalipun Anda tidak pernah meninggalkan Indonesia secara fisik, internet, dan teknologi sekarang telah memungkinkan praktisi PR memiliki konektivitas secara instan ke seluruh penjuru dunia”.

Menurut Agung yang juga ketua Perhumas ini, untuk menciptakan buku What CEO Want From PR ini diperlukan riset yang tidak sebentar.
Dalam proses penulisan, Agung melakukan interview dan investigasi apa yang sebenarnya diinginkan oleh para CEO top di bidangnya terhadap para praktisi PR di perusahaan yang dipimpinnya.

Nama-nama besar seperti Chairul Tanjung, John Riyadi, Abiprayadi Riyanto, Mardi Wu, Tony Wenas, Noke Kiroyan, Marcus Pitt, Joseph Pangalila, hingga Kemal Stamboel ikut menghiasi buku ini untuk memberikan insight dari tiap-tiap permasalahan yang terjadi dan solusi untuk mengatasinya.

Ada keunikan dalam buku dengan harga Rp42.000 ini, yakni pembagian tujuh konten bagian utama (habits PR) yang masing-masing terdiri dari tiap tahapan untuk memahami apa yang diinginkan CEO terhadap praktisi PR.

“Buku ini sangat membawa manfaat dan bisa menjadi referensi bagi para pemimpin perusahaan, communication professionals, head of communication, employee communication professionals, praktisi marketing, corporate affais executive communication professionals, pemerintah, LSM, crisis communication managers, marketing, dan para pelajar komunikasi,” ungkap Agung. (evi)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.