Kemenpar Lakukan MoU dengan PT BTN

0
1104
Suasana karyawan Kemenpar melakukan pengisian formulir permohonan rumah melalui BTN di Gedung Sapta Pesona, Kemenpat, Jakarta, Senin (29/6/15). Foto Evi

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Pagi hari ruangan Balairung, Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tampak ramai dihadiri ratusan karyawan Kemenpar yang ingin menyaksikan Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama Kementerian Pariwisata dan PT Bank Tabungan Negara (BTN) tentang pembiayaan perumahan kepada seluruh (Pegawai Negeri Sipil) PNS yang belum memiliki rumah.

Kerjasama ini merupakan dukungan terhadap terwujudnya pencanangan “Program Sejuta Rumah untuk Rakyat”, yaitu salah satu program Nawa Cita Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

“Rumah sebagai salah satu wujud harkat dan martabat bangsa akan menjadi prioritas percepatan pembangunan nasional. Dengan terpenuhinya kebutuhan rumah yang akan menjadi asset penting bagi masyarakat berpenghasilan rendah diantaranya PNS, program ini akan menjadi instrument peningkatan kesejahteraan rakyat,” ujar Menpar Arief Yahya pada acara penandatanganan MoU, di Jakarta, Senin (29/6/15).

Tujuan dari kerjasama ini menurutnya untuk membantu PNS, CPNS, non PNS untuk mendapatkan rumah melalui pembiayaan Kredit Pemilik Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) di lingkungan Kemenpar.

“Sehingga pegawai yang belum memiliki rumah di Kemenpar dapat memiliki tempat tinggal sendiri dikarenakan masih besarnya jumlah PNS, CPNS, dan Non PNS yang belum memiliki rumah sendiri, dengan skema yang disepakati bersama untuk mendapatkan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang rendah,” ungkapnya.

Sementara pada kesempatan yang sama Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan, “Ini merupakan langkah awal yang dibangun oleh perseroan bersama Kemenpar. Nantinya, akan dikembangkan kerjasama lanjutan dimana BTN dapat berperan serta dalam pengembangan pariwisata Indonesia”.

“Dengan fasilitas rendahnya uang muka rumah diyakini bisa meningkatkan daya beli masyarakat, sehingga masyarakat, khususnya PNS akan punya dorongan untuk beli rumah ini,” jelasnya.

Menurutnya keuntungan yang di dapat, antara lain pemohon bisa mendapatkan cicilan ringan, suku bunga tetap sebesar 5% selama jangka waktu kredit, jangka waktu kredit 20%, uang muka mulai dari 1 %, proses mudah .

Lebih lanjut Maryono mengatakan, “Saat ini kami bekerjasama dengan empat kementerian yang dimulai dengan Kementerian Pariwisata mengajak UKM untuk berbisnis homestay di tempat-tempat wisata”.

Sumber devisa negara yang dihasilkan dari kegiatan pariwisata sangat besar. Pariwisata menjadi sumber masuk wisatawan ke Indonesia.

“Banyak hal yang dapat dikembangkan untuk bagaimana kami ikut berperan di dalam pengembangan pariwisata itu,” tambahnya. (evi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.