Brownies Berbahan Singkong, Kenapa Tidak?

0
1478

BOGOR, test.test.bisniswisata.co.id: ALUMNI Institut Pertanian Bogor (IPB) kembangkan bahan pangan lokal menjadi produk pangan modern berupa brownies aneka rasa yang sangat potensial menghasilkan pendapatan mencapai Rp200 hingga Rp200 juta per bulan.

Brownies dengan merk dagang Mr BrownCo dikembangkan oleh Sigit Susilo, alumni Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian IPB angkatan 41 terbuat dalam bahan pangan lokal yakni tepung singkong. “Saya berjualan brownies skala kecil dimulai dari kelas-kelas. Brownies ini istimewa karena berbahan dasar singkong,” kata Sigit, di Bogor, Sabtu (27/6/2015).

Sigit salah satu alumni IPB yang sukses mengembangkan bidang kewirausahaan sejak masih menjadi mahasiswa di Tingkat Persiapan Bersama (TPB). Ia merintis usahanya dengan awal dimulai dari berjualan nata de coco di Asrama TPB.

Pengalaman menjadi ketua stand Tekni Pertanian pada TPB Expo membawanya pertama kali mengenal brownies dan mulai mengembangkannya. Pada tingkat akhir kuliah, usaha berjualan brownies dengan bahan pangan lokal yang digeluti semakin berkembang. “Saya juga mendapatkan dana hibah program kreativitas mahasiswa (PKM),” katanya seperti diunduh laman Antara.

Dikatakan, melalui usaha berjualan hasil produk pangan lokal yang dikembangkannya, mengantarkannya meraih juara pertama stand pameran produk non PKM. Penghargaan ini diraihnya bersama tim pameran IPB pada PIMNAS XX-Bandang Lampung 2007 silam. Prestasi lainnya juaran tiga penyaji poster bidang kewirausahaan pada PIMNAS 2008, juara dua Food Etnic Prov Jawa Barat tahun 2010, dan juara pertama food etnic Prov Jawa Bara pada 2011.

Dengan penuh semangat Sigit terus mengembangkan usaha Brownies Mr BrownCo, kini usaha tersebut telah menjadi salah satu kuliner khas Kota Bogor. Ia pun berhasil meraih pendapatan mencapai Rp200 hingga Rp250 juta per bulan dengan produksi 500 sampai 1.000 kotak brownies per harinya. “Semua brownies diproduksi dengan melibatkan 15 orang tenaga kerja,” kata pemuda asal Purworejo, Jawa Tengah ini.

Sigit memegang teguh prinsip usahanya yakni “Menjalani sesuatu harus fokus dengan hati”. Prinsip ini menghantarkannya pada kesuksesan mengembangkan usaha yang dibangun dengan modal awal sebesar Rp6 juga yang didapat dari dana PKM. Dana tersebut digunakannya untuk membeli etalase toko di Bogor seharga Rp600 ribu, oven, mixer, dan sewa tempat usaha sebesar Rp1,5 juta per tahun. “Dana bantuan tersebut sudah termasuk pembuatan leaflet sebanyak 500 lembar, bahan baku brownies dan sebagainya,” katanya.

Dalam satu tahun, modal awal tersebut berputar dan pendapatan per bulan yang diraihnya sebesar Rp 9 juta dengan bahan baku brownies Mr BrownCo menggunakan ubi jalar dan talas. Selepas dari program PKM, Sigit mulai mengembangkan bisnisnya sendiri.

Sigit memiliki misi untuk mensosialisasikan penggunaan bahan baku dan pangan lokal. Karena baginya, pengembangan bahan baku pangan Indonesia harus terus dilakukan, mengingat bahan baku lokal seperti yang digunakannya tidak hanya unik, tapi juga harus dijamin kontinuitas ketersediaannya.

Selain tertarik untuk menggunakan bahan baku pangan lokal Indonesia untuk memproduksi Brownies MR BrownCo, ia juga memiliki satu outlat yang berlokasi di depan Kampus IPB Dragama yang merupakan tempat utama untuk memasarkan produknya. Brownies MR BrownCo juga dipasok ke Botani Square dan beberapa agen di sekitar Bogor. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.