Home DAERAH Bromo Erupsi, Wisatawan Disterilkan

Bromo Erupsi, Wisatawan Disterilkan

0
618
Erupsi Bromo Terus meningkat

PROBOLINGGO, test.test.bisniswisata.co.id: Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur kembali erupsi. Aktivitasnya terus mengalami peningkatan, sehingga status dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (SIAGA).

Laporan di situs resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di laman www.vsi.esdm.go.id, menyebutkan selama periode 1 – 25 September 2016, gempa yang terekam adalah Gempa Tremor menerus dengan amplitudo maksimum berfluktuatif berkisar 0,5 – 23 mm (dominan 1 – 3 mm), Gempa Embusan, Gempa Vulkanik Dangkal (VB), dan Gempa Vulkanik Dalam (VA).

Sejak 24 September 2016 terjadi peningkatan signifikan jumlah Gempa Vulkanik Dangkal (VB) yang mencapai jumlah 63 kejadian dan kejadian tremor menerus hari ini sejak pukul 13:00 WIB. Dan selama periode September 2016 terdengar suara gemuruh dari kawah G. Bromo, diikuti keluarnya asap tebal dari lubang kawah dengan tinggi 50-900 m, dan teramati sinar api samar-samar hingga jelas dari kawah.

Potensi erupsi magmatik menerus masih dapat terjadi, yang dapat disertai sebaran material vulkanik hasil erupsi berupa hujan abu lebat dan lontaran batu (pijar) mulai sekitar kawah hingga radius 2,5 km dari pusat erupsi.

Kondisi yang semakin mengkhawatirkan, petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menyeterilkan wisawatan dari kawasan lautan pasir Bromo atau radius 2,5 kilometer dari puncak kawah aktif Bromo.

Kepala Bidang Pengelolaan Wilayah I Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Fariana Prabandari saat dihubungi menginformasikan, wisatawan yang sudah terlanjur masuk ke kawasan Bromo mulai dini hari tadi sudah diimbau untuk tidak di lautan pasir (Segara Wedi). “Surat resmi dari PVMBG baru kami terima siang tadi, saat ini masih memantau dan menyosialisasikan status siaga Bromo,” kata Fariana, Senin (26/9/2016).

Petugas juga telah menutup portal masuk ke lautan pasir dan menghalau wisatawan yang akan menuju lautan pasir. Hari ini, kata Fariana, petugas TNBTS akan berkoordinasi dengan BPBD Probolinggo serta Tim SAR dan instansi Polri dan TNI untuk menindaklanjut naiknya status Bromo menjadi Siaga. “Besok kami baru mau pasang rambu-rambu larangan seperti waktu Bromo statusnya Siaga lalu,” ujarnya.

Ia juga menginformasikan, meski lautan pasir Bromo ditutup, namun wisatawan masih bisa menikmati view Bromo dari atas atau Penanjakan via Wonokitri, Pasuruan, dan Cemorolawang, Probolinggo atau dari puncak B29.

Di tempat terpisah, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB‎ Sutopo Purwo Nugroho‎ mengatakan konsekuensinya masyarakat di sekitar Bromo dan wisatawan tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 2,5 km dari kawah aktif G. Bromo. “Wisatawan tidak boleh mengunjungi obyek wisata puncak kawah Bromo dan Lautan Pasir,” kata Sutopo dalam rilis, Senin (26/9/2016). (endy)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.