Bromo Erupsi, PHRI Putar Otak Ubah Strategi Wisata

0
655
Gunung Bromo Keluarkan asap merah (foto: http://eastjavaholiday.com)

PROBOLINGGO, test.test.bisniswisata.co.id: Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Kabupaten Probolinggo tengah memutar otak untuk terus menghidupkan industri pariwisata di kawasan Bromo di tengah gempuran erupsi Gunung Bromo yang kembali terjadi.

“Kami sedang merumuskan formula bagaimana menghadapi erupsi yang kemungkinan bakal berlangsung lama ini,” kata Kepala PHRI Kabupaten Probolinggo, Digdoyo Djamaluddin seperti diunduh laman Tempo.co. Selasa (12/04/2016).

Digdoyo yang biasa disapa Yoyo mengatakan kendati kembali mengalami erupsi, Bromo masih tetap aman untuk dikunjungi dengan tetap mematuhi rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yakni radius 1 kilometer dari kawah aktif.

Yoyo mengatakan kejadian erupsi yang sempat terjadi selama hampir tiga bulan sejak November hingga akhir Februari sangat berdampak pada industri pariwisata di kawasan Bromo.

Hingga kemudian status aktivitas Bromo diturunkan menjadi waspada pada akhir Februari 2016 lalu, pariwisata Bromo sedikit demi sedikit mulai normal. Namun saat ini, Bromo kembali mengeluarkan material vulkanis.

Dilanjutkan, ciri khas wisata gunung berapi sebenarnya seperti yang terjadi saat ini. Yoyo berujar, pihaknya hendak menanamkan bahwa wisata ke Bromo tidak selalu harus naik ke kawah Bromo. Sehingga ketika berlaku situasi menaiki kawah Bromo dilarang, pariwisata Bromo menjadi sepi.

Kedatangan pihak Kementerian Pariwisata pada Sabtu akhir pekan lalu sebenarnya hendak memastikan bahwa kunjungan wisata ke Bromo masih aman. “Memang ada semburan abu tetapi tipis saja terasa di kawasan Bromo,” katanya.

Karena itu, dalam beberapa hari mendatang, PHRI Probolinggo akan merumuskan formula bagaimana membangun mindset yang lebih maju terhadap pariwisata Bromo. “Pemilik hotel dan pengelola restauran akan bertemu dan membahas formula ini,” katanya.

Kepala Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api PVMBG, Gede Suantika mengatakan hingga saat ini status aktivitas Bromo masih di level waspada. Belum ada rencana untuk memperluas radius aman. “Radius aman masih 1 kilometer dari kawah aktif,” kata Suantika.

Data Pos Pengamatan Gunung Api Bromo di Dusun Cemoro Lawang, Desa Argosari, Kecamatan Sukapura menunjukkan kalau cuaca cerah dan terkadang mendung, angin tenang dan suhi 10-20 derajat celcius.

Bromo terlihat jelas dan terkadang berkabut. Asap kawah teramati putih kelabu kecoklatan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah hingga kuat dan ketinggian asap sekitar 600-1500 meter dari puncak ke arah Selatan dan Utara. Terdengar suara gemuruh lemah hingga kuat dari kawah. Teramati juga sinar api dari kawah. Terkadang terdengar dentuman.

Sedangkan secara kegempaan tremor dengan amplitudi maksimum 0,5-20 milimeter dan dominan 2 milimeter. Terdeteksi gempa vulkanik dalam satu kali dengan amplitudo maksimum 24 milimeter S-P: 1,05 detik dan lama gempa 10 detik.

Terdeteksi juga gempa vulkanik dangkal hingga delapan kali dengan amplitudo maksimum 12-29 milimeter dan lama gempa 7-12 detik. Tercatat 21 kali hembusan dengan amplitudo maksimum 10-36 milimeter dan lama gempa 10-46 detik. (*/t)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.