BPPD Kalsel dan BPPD Jabar Akan Tindaklanjuti Kerjasama Promosi Pariwisata

0
818

BANDUNG, test.test.bisniswisata.co.id: Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kalimantan Selatan ( Kalsel) dan BPPD Jawa Barat (Jabar) sepakat akan menandatangani kerjasama untuk mengembangkan promosi bersama dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah masing-masing.

“Sebelum MOU masing-masing BPPD akan mengumpulkan kalangan asosiasi pariwisata di daerahnya seperti Asita,PHRI, HPI, ASTINDO dan asosiasi pariwisata lainnya sehingga apa yang dilakukan BPPD mendapat dukungan penuh dari anggota dan masyarakat luas, kata Aloysius J Purwadi, Ketua BPPD Kalimantan Sekatan ( Kalsel), hari ini.

Berbicara pada Roadshow dan Travel Dialog BPPD Kalsel di Hotel Horison Bandung, A.J Purwadi mengatakan penerbangan langsung rute Bandung-Banjarmasin perlu dioptimalkan untuk mendorong kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara. Untuk itu dukungan dari para pelaku pariwisata dan masyarakat sangat dibutuhkan.

Kegiatan Roadshow dan Travel Dialog BPPD Kalsel di Hotel Horison, Bandung, dihadiri oleh industri pariwisata Jawa Barat. (foto: Hilda Sabri Sulistyo)
Kegiatan Roadshow dan Travel Dialog BPPD Kalsel di Hotel Horison, Bandung, dihadiri oleh industri pariwisata Jawa Barat. (foto: Hilda Sabri Sulistyo)

Kegiatan roadshow ini di dukung pula oleh para mahasiswa-mahasiswi Kalimantan Selatan yang kuliah di berbagai universitas di Bandung ini. Mereka menampilkan tarian dan musik serta kuiner khas Kalsel di samping di meriahkan pula oleh pameran kerajinan kain sasirangan dari Irma Sasirangan, di wakili perajinnya, Hj Laulani Lathifah dari kota Banjarmasin serta batu-batu mulia dari The Zamrud Plaza dari Martapura, di wakili Nadhillah. Batu-batu mulia ini digandrungi para penggemar batu akik.

Hadir pada pertemuan ini Wakil Ketua BPPD Jabar, Maktal Hadiyat, Ketua Asita Jabar, Budijanto Ardiyansyah, Herman Rukmanandi, Managing Director Bhara Tours serta kalangan industri Jawa Barat lainnya. Kalangan akademisi pariwisara serta pengamat pariwisata setempat yang juga Korwil Forum Komunikasi Alumni ESQ Jawa Barat,Ira Irawati juga menyempatkan hadir.

Aloyaius J Purwadi mengatakan pihaknya ingin mengoptimalkan akses langsung penerbangan Bandung-Banjarmasin sehingga tercipta paket-paket wisata yang beragam. Apalagi selain wisatawan Malaysia dan Eropa terutama Belanda, Jawa Barat juga memiliki pasar baru yaitu New Zealand dan Australia.

Wakil Ketua BPPD Jabar, Maktal Hadiyat mengatakan pihaknya baru saja mempomosikan Jabar ke Malaysia karena travel agent setempat mulai jenuh mempromosikan Jabar. Selain itu November lalu BPPD Jabar juga berpromosi ke New Zealand.

“Selama ini Jawa Barat banyak dikunjungi wisatawan dari Eropa Barat, Eropa Timur selain pasar Asean. Maka dengan adanya pasar-pasar baru seperti New Zealand kita dapat tawarkan paket wisata dua malam di Jabar dan 2 malam di Kalsel, misalnya. Pokoknya dalam pembuatan paket bersama sangat bergantung pada penerbangan langsung Bandung-Banjarmasin,” kata Maktal yang juga managing director Batik Holidays.

Aloysius J. Purwadi menambahkan paket ini akan memperkaya paket wisata Bali Beyond sehingga Bandung juga menjadi pintu gerbang masuk wisatawan nusantara maupun mancanegara ke Banjarmasin dan ke daerah-daerah wisata di kabupaten-kabupaten lainnya.

“Keunggulan wisata di Kalsel bukan hanya Pasar Terapung, tapi juga wisata belanja batu mulia di Martapura dan kami juga memiliki wisata arung jeram dan wisata petualangan lainnya di Lhoksado dan daya tarik wisata lainnya,” katanya.

Kegiatan roadshow dan travel dialog BPPD Kalsel berlangsung 1-7 Desember 2015 dan

selain berlangsung di Bandung, juga Jogyakarta dan Malang. Pihaknya sebelumnya juga sudah melakukan kegiatan serupa di Lombok sehingga pihaknya dapat belajar dari berbagai daerah itu dalam mengelola dan menjalankan organisasi baru ini.

“BPPD Kalsel sudah terbentuk pengurusnya akhir tahun lalu dan baru pertengahan tahun 2015 kami dapat merapatkan barisan dan menyusun program. Akhir Oktober kami baru bisa mendapatkan kepastian dukungan dana sebesar Rp 500 juta. Untuk Lombok mereka mendapat dukungan dana dari Pemprov NTB Rp 6 miliar dan Jawa Barat memperoleh Rp 2 miliar,” jelas A.J.Purwadi. ( hildasabri@yahoo.com)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.