BPPD Kalsel Berguru ke Empat Destinasi Wisata di Lombok dan Pulau Jawa

0
900
Ketua BPPD Kalsel, Aloysius Jono Purwardi kunjungan kerja ke Floating Market, Lembang, Jabar ( foto: Hilda Sabri Sulistyo)

BANDUNG,test.test.bisniswisata.co.id: Badan Promosi Pariwisata Daerah ( BPPD) Kalimantan Selatan mengadakan roadshow dan travel dialogue ke empat kota tujuan wisata di Pulau Jawa dan Lombok untuk memperkenalkan potensi wisata sekaligus melakukan kunjungan kerja dengan BPPD di daerah lain yang telah terlebih dulu terbentuk, kata Aloysius Jono Purwadi, Ketua BPPD Kalsel, hari ini.

Roadshow diawali dengan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Barat, apalagi provinsi ini baru saja meraih penghargaan diajang World Halal Travel Award 2015 di Uni Emirat Arab (UEA). Dalam ajang itu Lombok mendapat penghargaan sebagai World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Halal Honeymoon Destination. Sedangkan World’s Best Family Friendly Hotel diraih Sofyan Hotel, Jakarta.

“Pada kesempatan itu bersama Kadinas Budaya, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kalsel, Drs. H.Mohandas Hendrawan dan staf keuangan Pemprov, kami mendapat penjelasan langsung bahwa BPPD Lombok mendapat dukungan dana promosi dari Pemprov sebesar Rp 6 miliar pada 2015 ini dan pemerintahnya memberikan kepercayaan penuh untuk melaksanakan berbagai strategi promosi wisata,” ungkap Aloysius Jono Purwadi di sela-sela kunjungan ke Floating Market, Lembang, Jawa Barat.

Untuk roadshow kedua di Bandung pada Rabu (2/12), pihaknya mengundang stakesholder dari unsur pemerintah dan swastadi Hotel Horison agar dapat mendukung pariwisata Kalimantan Selatan apalagi dengan terbukanya penerbangan langsung dari Banjarmasin ke Bandung. Dia mengharapkan adanya kerjasama paket wisata karena banyaknya wisatawan dari negri jiran seperti Singapura, Malaysia yang berkunjung ke Bandung, ibukota Provinsi Jawa Barat ini.

“Jadi setelah ‘berguru’ ke Lombok dan Bandung, kami melanjutkan kunjungan kerja ke Malang, Jawa Timur. Sebagai BPPD yang baru terbentuk Desember tahun lalu dan efektif satu tahun ini kami menyerap banyak pengalaman dari BPPD daerah lain terutama dalam hal penggalangan dana promosi pariwisata. Saat ini BPPD Kalsel menerima dukungan dana dari Pemrov Kalsel sebesar Rp 500 juta,” jelasnya

Menyinggung penggalangan dana promosi wisata, Zain Noktah Aslie, anggota BPPD Kalsel dari unsur akademisi yang juga mantan legislatif DPRD Kalsel mengatakan political will sangat dibutuhkan dalam pengembangan pariwisata dari kalangan pimpinan daerah dan legislatif serta industri pariwisatanya.

“Penghasilan Aseli Daerah Kalsel sudah tidak mampu mengandalkan tambang batu bara dimana dari hasil royalty tambang saja tidak sesuai perolehannya. Sementara andalan dari perdangan dan jasa juga kurang menggembirakan karena situasi perekonomian saat ini,” katanya.

Menurut Zain Noktah Aslie dimasa Pilkada ini maka para pimpinan baru harus memahami bahwa Sektor Prioritas Pembangunan Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo-Yusuf Kalla yang disebut Nawa Cita adalah infrastruktur, maritime, energi, pangan dan pariwisata.

“Itu artinya, pembangunan pariwisata di daerah harus menjadi prioritas dan butuh political will yang kuat dari pemimpin daerah. Kalau mengabaikan akan merugikan diri sendiri maupun kesejahteraan rakyatnya karena pariwisata yang menggerakkan perekonomian daerah,” kata Zain.

Dia juga mengingatkan dengan kelahiran BPPD kalsel, kalangan industri pariwisata di daerahnya harus mampu bersinergi dan bekerjasama dengan baik. Bahkan perusahaan non pariwisata juga bisa membantu penggalangan dana dengan memfokuskan dana Corporate Social Responsibility ( CSR) untuk mengembangkan pariwisata Kalimantan Selatan.

“Kita sudah memiliki daya tarik pariwisata yang dikenal di dunia yaitu pasar terapung Kuin seperti di Thailand, kalau sepakat mari kita benahi dan promosikan dengan baik sehingga meningkatkan daya saing pariwisata Kalsel,” tandasnya. (hildasabri@yahoo.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here