Borobudur Feast 2016 Diramaikan Karawitan Mahasiswa Asing

0
484

MAGELANG, bisniswisata.co.id: Wisata alam sekaligus sejarah, merupakan dua potensi wisata di kawasan Jawa Tengah. Banyak wisatawan, terutama kaum muda, yang menganggap kalau wisata sejarah hanya dengan mengunjungi museum, yang dirasa kuno dan membosankan.

Namun, PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko seakan ingin menepis anggapan itu, dengan menyelenggarakan acara Borobudur Cultural Feast 2016. Acara seni budaya ini akan dilaksanakan di komplek Candi Borobudur, Magelang selama dua hari, yaitu pada Sabtu (17/12) dan Minggu (18/12).

Bertema ‘Sound of Borobudur’, acara ini akan menampilkan berbagai pawai, kesenian dan ritual khas Jawa Tengah, seperti kirab Bregada, ritual Jathilan Sekardyu, kesenian Brodut Ngablak dan pertunjukkan dolanan.

Yang paling menarik, sekitar 40 mahasiswa asing dari 20 negara akan tampil membawakan kesenian Karawitan Gangsa Nagari. Akan ada lima panggung yang berdekatan dengan 20 desa, lokasinya di Taman Lumbini, Lapangan Pondok Tingal, Lapangan Tuk Songo, Lapangan Wonotigo, dan Bumiharjo.

Dalam jumpa pers di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta pada Rabu (14/12), Direktur Utama PT TWC Edi Setijono berharap wisatawan lokal dan mancanegara dapat mengenal langsung kebudayaan Jawa Tengah dari masyarakat di sekitar desa tersebut.

“Ini adalah cara BUMN untuk berkontribusi terhadap pariwisata. Kami selalu berusaha memperkaya atraksi di Borobudur,” jelas Edi.

Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan, dan Pariwisata, Edwin Hidayat Abdullah menambahkan kalau acara ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah, terutama ke Candi Borobudur. “Ini acara perdana, tapi mudah-mudahan akan digelar rutin setiap tahunnya,” ujar Edwin.

Dikutip dari data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pada Juni sebanyak 1.741 wisatawan mancanegara telah berkunjung ke sana. Wisatawan yang sering berkunjung berasal dari Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura dan Amerika Serikat.

Tentu saja jumlah ini lebih besar dari periode yang sama pada tahun lalu. Tapi dengan objek wisata semegah Candi Borobudur, jumlah kunjungan harusnya bisa dengan mudah ditingkatkan dua kali lipat pada tahun depan. (*/CIO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here