Bogor Petakan Lokasi Pendirian Hotel

0
728

BOGOR, test.test.bisniswisata.co.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memetakan sekaligus menyebarkan lokasi pendirian hotel ke investor. Tujuannya untuk mencegah pemusatan di satu titik. Mengingat, masih ada beberapa kawasan yang bisa dikembangkan sebagai pusat industri perhotelan.

“Ke depan, kami akan dorong untuk masuk ke wilayah-wilayah yang masih memungkinkan. Seperti kawasan wisata di Bogor Selatan. Kemudian di kawasan jalan Soleh Iskandar (jalan baru), saya kira masih bisa berkembang untuk menjadi kawasan perhotelan,” papar Walikota Bogor Bima Arya.

Pemkot Bogor, lanjut Bima, berkomitmen mendorong pertumbuhan investasi, khususnya perhotelan. Hanya saja, pihaknya tetap melakukan pengawasan. “Pertama, kami pastikan sesuai dengan peruntukannnya. Jadi, yang tidak boleh, ya tidak boleh. Kedua, kami pastikan juga tidak menimbulkan dampak bangkitan lalu lintas, terutama di pusat kota,” papar Bima.

Khusus di kawasan sekitar Kebun Raya, tambah dia, akan dilakukan pengendalian lebih ketat. Kendati demikian pengendalian itu tidak identik dengan moratorium. “Yang sudah berproses tidak bisa kami setop. Tapi yang di tengah betul-betul kami awasi secara ketat,” tegas dia.

Bima mengatakan, ada kawasan di sekitar Kebun Raya yang tidak memungkinkan didirikan hotel. Salah satunya Kawasan Taman Kencana. “Kalau konsepnya seperti guest house, masih boleh. Namun kami lihat dulu desainnya seperti apa. Kalau misalnya desainnya terlalu tinggi dan besar, hingga menimbulkan persoalan parkir dan menimbulkan bangkitan lalu lintas, tidak akan kami izinkan,” papar Walikota.

Direktur dan General Manager Corporate Padjadjaran Suites Hotels Indonesia (PSHI) Group Aan Kristiawan mengatakan,Jalan Pajajaran dipenuhi hotel dari berbagai segmen. Bukan hanya bintang empat, di kawasan ini juga berdiri hotelbudget. “Bentangan Jalan Pajajaran hanya sepanjang 6 kilometer. Namun, hingga kini sudah ada 12 hotel yang berdiri,” tegas dia.

Menurut Aan, pemusatan hotel tersebut berpotensi menurunkan pendapatan masing-masing. Bahkan, Aan memprediksi serapan pasar akan turun 15-20 persen. “Hal itu dipicu belum terjadinya ekuilibrium (keseimbangan) antara suplai dan demand,” kata Aan.

Selama ini, lanjut dia, pemilik atau operator hotel memilih Jalan Padjadjaran karena alasan lokasi. Jalan Pajajaran, yang masuk di wilayah Kecamatan Bogor Utara tersebut, merupakan pusat bisnis Kota Bogor. Di sepanjang jalan ini berdiri sejumlah perkantoran, pertokoan, dan pusat belanja modern.

Di samping itu, Jalan Pajajaran juga dekat dengan titik-titik penting, seperti Balaikota dan Kebuh Raya, yang berlokasi di Jalan Juanda. Jalan Pajajaran juga tak jauh dari Istana Bogor. “Itu lah alasannya, di Jalan Pajajaran berdiri hotel-hotel besar,” ujar Aan seperti diunduh laman Beritasatu.com, Ahad (26/4/2015).

Menumpuknnya hotel-hotel bergensi di Jalan Pajajaran, menurut Aan, dikawatirkan mendorong terjadinya perang tarif. “Awalnya, kompetisinya sehat. Namun, pada akhirnya bisa banting harga,” kata dia. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.