Boeing Produksi Pesawat 2 Mesin Terbesar di Dunia

0
2107

SEATTLE, test.test.bisniswisata.co.id: Pabrik Boeing di Seattle, Amerika Serikat, mempersiapkan diri memproduksi pesawat jet penumpang bermesin ganda terbesar di dunia. Mereka menyebut pesawat terbaru ini 777-9X, varian pertama dari keluarga 777X. Banyak hal yang bisa membuat para calon penumpang dan dunia penerbangan antusias dengan pesawat ini. Salah satunya: pesawat ini berukuran besar. Ukurannya sangat besar sehingga harus dilipat. Boeing 777-9X akan memiliki engsel di ujung sayap, gunanya untuk melipat dan mengurangi panjang sayap ketika masuk runway bandara.

Menurut Boeing, rancangan ini pertama kali dalam dunia penerbangan komersial. Dalam 99 tahun sejarah Boeing, sayap pesawat ini terpanjang yaitu 71,8 meter. Rentang sayap ini masih lebih panjang dari empat trailer 16 meter yang diparkir berjajar. Ujung sayap memiliki engsel yang panjangnya hingga 3,7 meter. Ujung ini akan diberi pin pengunci agar tak melipat sendiri waktu terbang,

Uji coba prototype pesawat dijadwalkan dalam waktu dekat. Selama pengujian, para teknisi berencana menyempurnakan kinerja dan rancangan akhir. Sayap berukuran raksasa untuk menambah daya angkat pesawat seperti cara kerja gantole, sekaligus membantu penghematan bahan bakar hingga 12% dibandingkan pesawat kompetitor Airbus A350, kata Boeing.

Varian awal 777 terbang sejak pertengahan dekade 1990-an, keluarga 777X mulai dikembangkan dalam dua tahun terakhir. Seperti halnya ukuran sayap, kabin pesawat juga akan besar. Boeing 777-9X bisa menampung sedikitnya 400 penumpang, dibandingkan kapasitas 366 penumpang dalam konfigurasi tiga kelas Airbus A350-1000. “Kabin 777-9X lebih lebar 40 cm dibandingkan A350-1000, sehingga tempat duduk kelas ekonomi bisa selebar 46 cm,” kata Boeing.

Umumnya, lebar tempat duduk pesawat antara 43-47 cm. Selain itu, jendela 777-9X akan 15% lebih besar dari pesawat-pesawat milik pesaing, kata Boeing. Tinggi jendela disesuaikan dengan level pandangan mayoritas penumpang. “Arsitektur kabin dan pencahayaan akan memiliki rancangan terbaru. Setiap kelas bisa memiliki plafon unik sehingga memberi kesan kabin yang terpisah dan tersendiri,” kata Boeing.

Pesawat ini ditenagai dua mesin jet General Eelectric GE9X. Badan pesawat diciptakan lewat teknologi cetak 3 dimensi dengan bahan aluminium. Bahan sayap adalah serat karbon polymer, yang makin populer dalam industri pesawat modern. Bahan ini punya sebutan lain, yaitu: super plastic.

Bahan yang sama juga dipakai dalam pesawat inovatif Boeing 787 Dreamliner bermesin ganda yang mampu terbang lebih jauh dengan bahan bakar lebih sedikit, ketika pertama kali beroperasi pada 2011. “Kami banyak belajar dari itu, dan kami menerapkannya pada sayap pesawat baru ini,” kata juru bicara Boeing Scott Lefeber.

Sayap pesawat ini nanti akan dibuat dalam panggangan raksasa yang disebut autoclaves di Everett, Washington, dengan suhu 177 derajat Celsius. “Cara mudah untuk memahami ini: Anda memanggang bahannya sehingga bisa membentuk kekuatan dan karakteristik yang Anda inginkan,” kata Lefeber.

Setelah sayap dipanggang, lalu dipindahkan ke pabrik lainnya untuk perakitan akhir. Tapi kenapa badan pesawat atau fuselage tidak dibuat dengan bahan yang sama? Jawabannya singkat: bahan serat karbon komposit untuk badan pesawat butuh waktu lebih lama untuk dikembangkan, kata Boeing.

Produksi pesawat baru ini akan dimulai pada 2017, dan pesawat pertama yang beroperasi diharapkan pada 2020. Enam maskapai sudah memesan 320 pesawat 777X, termasuk Emirates, All Nippon Airways dan Lufthansa, kata Boeing. Uniknya, belum ada maskapai asal AS yang memesan.

Keluarga Boeing X adalah hasil revolusi engineering yang membuat pesawat jet mesin ganda mampu terbang di rute yang sama jauhnya dengan pesawat besar bermesin empat seperti Boeing 747 dan Airbus A380 Super Jumbo. Jarak tempuh Boeing 777-9X diharapkan lebih dari 14.000 km, kurang lebih setara jarak antara Dubai, Uni Emirat Arab, dan Panama. (marcapada2015@yahoo.co.id)

Spesifikasi Boeng 777-9X:

Mesin: dua, General Eelectric GE9X
Lorong bangku: dua
Kapasitas: 400 penumpang
Lebar kabin: 5,97 meter
Rentang sayap (maksmimal): 71,8 meter
Rentang sayap (di darat): 64,8 meter
Panjang: 76,7 meter
Jarak tempuh: 14.075 kilometer
Jadwal operasi pertama: 2020
Harga: US$ 400 juta (Rp 5,7 triliun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.