Blood Moon Ala Tradisi Bali

0
1376

DENPASAR, test.test.bisniswisata.co.id – GERHANA bulan total diramalkan BMG sore ini (Sabtu 4/4). Bagi umat Kristiani, inilah yang disebut blood moon (bulan merah darah) yang dimaknai secara khusus karena terjadi bertepatan dengan perayaan Paskah. Bagi orang Bali, gerhana bulan kali ini mendapat catatan tersendiri karena terjadi sehari setelah Purnama Kadasa (purnama pada bulan ke sepuluh).
Gerhana bulan sore ini dapat dilihat dari wilayah Indonesia. Gerhana diperkirakan mulai pukul 15.59.6 Wita. Tapi, gerhana total dimulai pukul 18.54.1 Wita. Puncak gerhana pada pukul 19.00.2 Wita dan berakhir pada pukul 19.06.3 Wita. buleleng- gerhana
Laman budaya Balisaja.com memaparkan bahwa, dalam tradisi Bali, gerhana bulan yang terjadi pada Sasih Kadasa memang dimaknai sebagai pertanda tidak baik. Orang Bali meyakini gerhana bulan saat Sasih Kadasa sebagai pertanda raja atau pemerintah sedang bertentangan dan terjadi krisis ekonomi (penghidupan).
Selain itu, tradisi Bali juga meramalkan gerhana berdasarkan hari terjadinya. Jika gerhana bulan terjadi pada hari Sabtu, seperti gerhana bulan total sore ini, diyakini sebagai pertanda akan muncul banyak pencuri dan garam menjadi produk langka yang secara spiritual merupakan simbolik susahnya mencari penghidupan.
Pertanda ini kemudian dikaitkan dengan kondisi sosial, politik dan ekonomi masyarakat belakangan ini. “Soal pemerintahan yang bertentangan sepertinya memang terbukti. Begitu juga mengenai krisis ekonomi memang sedang kita alami,” kata Nyoman Sarja, seorang warga Badung.
Namun, gerhana bulan sebetulnya sebuah fenomena alam biasa. Gerhana bulan total terjadi saat seluruh penampang bulan terutup oleh bayangan bumi. Bumi berada di antara matahari dan bulan sehingga cahaya matahari tidak bisa mencapai bulan karena terhalangani bumi (id.wikipedia.org). Gerhana bulan bisa dilihat dengan mata telanjang serta tidak berbahaya bagi manusia.
Kendati merupakan peristiwa alam biasa, bagi masyarakat Bali gerhana matahari atau pun gerhana bulan memiliki makna tertentu. Makna itu biasanya dikaitkan dengan waktu terjadinya gerhana, baik menurut bulan (sasih) maupun hari (sapta wara).

Makna gerhana matahari dan bulan menurut sasih (bulan).

– Sasih Kasa (bulan pertama, sekitar Juni-Juli): Banyak angin sakral (ribut), banyak fitnah, konflik antar prajurit
– Sasih Karo (bulan kedua, sekitar Juli-Agustus): Tuhan menganugerahkan sandang pangan (artinya serba mudah dan murah)
– Sasih Katiga (bulan ketiga, sekitar Agustus-September): Banyak keributan, orang lupa kepada Tuhan (agama)
– Sasih Kapat (bulan keempat, sekitar September-Oktober): Banyak angin ribut, jarang hujan, kelangkaan padi dan beras
– Sasih Kalima (bulan kelima, sekitar Oktober-November): Banyak angin topan besar, tanaman banyak rusak di desa-desa dilanda tanah longsor, banyak orang mati, pembesar kesusahan
– Sasih Kanem (bulan keenam, sekitar November-Desember): Banyak penjahat, orang kaya susah, orang miskin berpindah
– Sasih Kapitu (bulan ketujuh, sekitar Desember-Januari): Banyak gemuruh halilintar, banjir besar.
– Sasih Kaulu (bulan kedelapan, sekitar Januari-Februari): Selamat, tidak ada perkara
– Sasih Kasanga (bulan kesembilan, sekitar Februari-Maret): Ada perang, banyak penjahat, paceklik, tanaman tak jadi
– Sasih Kadasa (bulan kesepuluh, sekitar Maret-April): Raja atau pemerintah bertentangan, krisis ekonomi (penghidupan)
– Sasih Jyesta (bulan kesebelas, sekitar April-Mei): Orang semua sehat, tetapi timbul keributan atau kekacauan
– Sasih Sada (bulan kedua belas, sekitar Mei-Juni): Banyak angin topan, pembesar sama-sama bertentangan, banyak penyakit dan orang mati.

Selain itu, tradisi Bali menurut W Simpen dalam buku Wariga, juga memberi ramalan terhadap gerhana matahari dan bulan yang terjadi menurut sapta wara (hari).
– Hari Minggu : anak-anak (bayi) kesusahan, penyakit menyebar
– Hari Senin : banyak pencuri, padi dimakan hama menyebabkan susah
– Hari Selasa : berduka cita, banyak orang sakit, pencuri amat banyak
– Hari Rabu : banyak ternak sakit, pemerintah kesusahan
– Hari Kamis : banyak orang sakit, pemerintah tak beruntung
– Hari Jumat : pemerintah akan hancur, hama penyakit membiak
– Hari Sabtu: banyak pencuri, garam susah dicari. (Dwi/[email protected]/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.