BKPM Targetkan Investasi Pariwisata Rp 678,8 Triliun

0
427
Wisatawan asing di Mandalika (foto: http://lombokinfo.com_

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Investasi di sektor pariwisata dan infrastruktur pendukung, hingga kini belum optimal. Dalam lima tahun terakhir kontribusi sektor pariwisata masih sangat minim yakni 2,2 persen atau Rp 51,2 triliun dari total realisasi investasi yang masuk ke Indonesia.

Tahun 2016, investasi sektor pariwisata untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 2,2 triliun dan penanaman modal asing (PMA) Rp 12,8 triliun. Sehingga total investasi sektor pariwisata pada 2016 sebesar Rp 15 triliun. Hingga akhir 2017, BKPM menargetkan total nilai investasi sebesar Rp 678,8 triliun.

Karena itu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) proaktif memasarkan potensi investasi di sektor pariwisata dan infrastruktur pendukungnya. Upaya itu dilakukan dengan mengggelar kegiatan pemasaran potensi investasi daerah Regional Investment Forum (RIF) di Nusa Dua Bali, pekan depan tepatnya pada 23 Februari 2017.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan potensi investasi pariwisata dan infrastruktur pendukungnya di daerah kepada existing investor maupun calon investor baik domestik maupun asing,” papar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong dalam keterangan tertulis diterima Bisniswisata.co.id, Ahad (19/02/2017)

Thomas optimis sektor pariwisata dan infrastruktur pendukungnya cukup prospektif karena dalam lima tahun terakhir rata-rata pertumbuhannya mencapai 18 persen per tahun.

Dilanjutkan, selain mendorong sektor pariwisata dan infrastruktur pendukungnya, BKPM juga akan terus mendorong pertumbuhan investasi di luar Pulau Jawa. Realisasi investasi pada 2016, rasio investasi Jawa dan Luar Jawa berada di level 54 persen berbanding 46 persen.

Angka pertumbuhan realisasi investasi di luar Pulau Jawa pada 2016 mencapai 22,2 persen, di atas pertumbuhan realisasi investasi di Pulau Jawa yang sebesar 11 persen. “Pertumbuhan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Jokowi untuk menciptakan pemerataan,” katanya.

Kegiatan Regional Investment Forum 2017 akan dibuka langsung oleh Kepala BKPM juga menghadirkan pembicara-pembicara utama seperti Duta Besar Republik Indonesia untuk Cina, Dubes RI untuk Persatuan Emirat Arab, serta perwakilan pelaku bisnis.

Kegiatan ini dihadiri kepala dinas penanaman modal provinsi, bupati atau walikota, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dan asosiasi bisnis, pariwisata dan konstruksi, hingga pengelola lima kawasan pariwisata di Kawasan Timur Indonesia.

Mereka, kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat; Morotai, Maluku Utara; Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur; Wakatobi, Sulawesi Tenggara; dan Bunaken, Sulawesi Utara. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here