BKPM Rancang “KLIK” untuk Sektor Pariwisata

0
406

NUSA DUA BALI, bisniswisata.co.id: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merancang program “Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi” atau KLIK untuk sektor pariwisata karena potensi investasi yang besar guna mendukung target kunjungan wisatawan mancanegara 20 juta pada Tahun 2019.

“Sejauh ini BKPM melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Pariwisata dan karena cukup banyak perkembangan yang perlu direspons, sejauh ini kami masih lebih reaktif,” kata Kepala BKPM Thomas Lembong di sela-sela Forum Investasi 2017 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (23/2/2017).

Menurut dia, beberapa daerah di Indonesia yang sebelumnya belum banyak dilirik oleh wisatawan asing, kini mulai banyak dikunjungi sehingga memerlukan infrastruktur pendukung pariwisata, seperti perhotelan.

Dicontohkan Manado kini dikunjungi banyak wisatawan dari China dengan lonjakan jumlah kunjungan dari sebelumnya 12 ribu orang per tahun menjadi 12 ribu orang per bulan. “Sehingga di Manado kekurangan hotel. Kami coba galang investasi perhotelan untuk memenuhi permintaan pasar, kami coba responsif melihat perkembangan itu,” katanya.

Untuk itu BKPM melirik peluang investasi di Manado serta daerah lain, seperti Sumatera Barat dan Belitung, untuk memanfaatkan program KLIK tersebut.

Thomas mengatakan Sumatera Barat dan Belitung memiliki potensi pariwisata yang besar, termasuk jarak tempuh yang bisa dihemat satu hingga dua jam dari Thailand, Singapura, Malaysia, Timur Tengah dan negara lain jika dibandingkan berkunjung ke Bali dan Lombok.

“Ini pemikiran kenapa kami kembangkan destinasi wisata selain Bali. Kami lihat potensi wilayah lain, seperti Sumatera yang lebih dekat dengan Malaysia, Singapura, Thailand dan Timur Tengah,” katanya.

Meski demikian, sambung dia, seperti diunduh laman Antaranews, Bali masih menjadi pasar investasi pariwisata utama di Tanah Air karena menjadi barometer bagi para turis.

Thomas lebih lanjut mengatakan investasi di Bali masih terbuka, salah satunya wacana pembangunan bandara di Bali utara mengingat Bandara Ngurah Rai saat ini yang semakin padat.

“Bali tetap menjadi salah satu destinasi utama. Kami lihat harus cari jalan ‘bottle neck’ terkait bandara. Setahu saya bandara di Denpasar sudah mentok sampai ada solusi lain untuk pariwisata,” ucap Thomas.

BKPM meluncurkan 18 kawasan industri KLIK tahap dua di 10 provinsi atau 16 kabupaten/kota di Indonesia sehingga total sudah ada 32 kawasan industri.

Peluncuran itu dilakukan untuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah serta mempercepat layanan perizinan kepada investor dalam memfasilitasi proyek investasi yang menjadi kunci daya saing. Sebagian besar kawasan industri tersebut bergerak di sektor manufaktur.

Untuk itu tahun mendatang BKPM akan memperluas cakupan program KLIK bagi industri lain seperti pariwisata dan komersial. (*/ANO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here