DAERAH

Pantai Baron, Destinasi Wisata Bahari Mulai Ditata Serius

GUNUNG KIDUL, bisniswisata.co.id: Potensi wisata Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memang luar biasa. Hebatnya potensi itu tidak ditawarkan ke wisatawan sekaligus. Namun satu persatu destinasi wisata itu dipublikasikan, sehingga membuat penasaran wisatawan. Meski sudah ada bebarapa wisatawan lokal yang kerap mendatangi obyek wisata itu.

Kini, Pemkab Gunung Kidul mulai menggarap Pantai Baron. Nggak bisa dipungkiri, Pantai ini memiliki keunikan tersendiri. Juga memiliki daya tarik yang tiada tandingnya. Karakteristik pasir coklat kehitaman mirip dengan Pantai Parangtritis, selain itu ombak di Pantai Baron juga terbilang cukup besar walaupun bentuknya menyerupai teluk.

Pantai Baron bisa dibilang pantai unik karena ada dua jenis air: air asin dan air tawar dari aliran sungai di pinggir pantai. Aliran sungai ini di sebelah barat Pantai Baron, yang airnya mengalir kearah laut. Uniknya, setiap 5 tahun sekali aliran sungai di Pantai Baron akan berubah arah, yaitu mengalir ke timur terlebih dahulu (membelah pasir pantai) sebelum bermuara di laut.

“Dengan potensi dan daya tarik itu, kami segera melakukan penataan kawasan Pantai Baron yang diharapkan menjadi ikon wisata baru sehingga dapat mendatangkan wisatawan lebih banyak lagi,” lontar Sekretaris Daerah (Sekda) Gunung Kidul Drajat Ruswandono di Gunung Kidul, seperti dilansir laman Antara, Ahad (18/03/2018).

Pemkab Gunung Kidul, lanjut dia, berupaya melakukan penataan kawasan Pantai Baron, supaya lebih rapi, bersih, dan indah, sehingga menjadi tujuan utama kunjungan wisatawan. “Tahun ini, pembuatan rencana induk dan rencana detail teknis (DED) akan dirampungkan. Selanjutnya, kami akan melakukan sosialisasi kepada warga dan pedagang,” katanya.

Dilanjutkan, nantinya ide besar dalam penataan kawasan Oantai Baron di antaranya membuat jalan untuk wisatawan, dan bisa digunakan untuk penanganan darurat. Penataan penjual souvenir dan makanan, hingga lahan parkir. “Jadi wajah Pantai Baron akan berubah total. Kami ingin wisatawan nyaman, pedagang dan wisatawan bisa berdagang dengan tenang,” jelasnya.

Pembangunan kawasan Pantai Baron nantinya dibiayai oleh Pemda DIY, sementara Pemkab Gunung Kidul untuk pembebasan lahan. “Pembebasan lahan nantinya akan dilakukan di wilayah utara, karena ada beberapa bidang tanah milik perorangan,” paparnya.

Kawasan Pantai Krakal nantinya dijadikan kawasan parkir terpadu. Setelah kedua pantai itu selesai ditata maka akan dilanjutkan ke pantai yang lain. “Juga dibangun rest area di tiga titik yakni bunder, Playen; kecamatan Purwosari, dan Kecamatan Semin. Seluruh bus wisata harus berhenti di rest area untuk membeli tiket, dan nantinya bus akan diparkir di pantai krakal, sedangkan wisatawan melanjutkan menggunakan shuttle bus yang sudah disiapkan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Gunung Kidul Winaryo mengatakan total lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan mencapai 4,5 hektare dan sekarang masih dalam proses pembebasan oleh Dinas Pertanahan dan Tata Ruang.

Dana pembebasan yang disediakan mencapai Rp9,7 miliar. “Semua sudah dipersiapkan, tapi untuk proses pembebasan harus sesuai prosedur yang ada sehingga bisa terhindar dari masalah,” katanya. (NDHIK)

Endy Poerwanto