Bisnis Masa Depan Ni Kadek Hellen Kristy Winatasari, Perbaiki Kualitas Hidup Seseorang

0
1406
Ni Kadek Hellen Kristy Winatasari, pencetus dan trainer Hypno Culinary pertama di dunia. ( foto: dok pribadi)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Kata-kata mutiara “Pengalaman adalah guru terbaik “ sudah tidak asing lagi di telinga kita. Bagi seorang Ni Kadek Hellen Kristy Winatasari, trainer hypno culinary pertama di dunia yang juga seorang pakar restruktur nama, perjalanan dan pengalaman hidupnya memang mengantarnya mengembangkan karir unik yang berdampak besar bagi masa depan diri sendiri maupun orang lain.

Pengalaman hidup yang dialaminya adalah guru yang terbaik sehingga dia mampu mempelajari setiap langkah yang telah di lakukan, mengingatnya dalam pikiran dan mempraktekkanya kembali dalam langkah selanjutnya.

Bila sesuatu yang tidak menyenangkan menimpa diri maka dia akan belajar bagaimana caranya agar tidak menimpa untuk kedua kalinya. Pengalaman ini sudah jelas dialami sendiri, merasakan sakitnya dan diri sendiri yang menanggung akibatnya.

“Kita baru belajar setelah kajadian itu secara nyata menimpa diri kita. Apakah kita tidak memiliki potensi untuk menghindarkan diri kita dari sesuatu yang tidak menyenangkan dengan melihat pengalaman orang lain ? Bukankah manusia telah dianugerahi kelebihan pikiran untuk membaca lingkungan di sekitar kita?, “

Pertanyaan yang kerap berkecamuk dalam pikiran itu ditanggapinya dengan positif, menjadi dialog panjang untuk memotivasi diri sendiri. Lalu apakah Heleni panggilan akrab wanita cantik ini asyik belajar dari pengalaman diri sendiri ? dia dengan cepat juga belajar dari orang-orang yang telah sukses dan menemukan kedamaian hidupnya.

“Suami dan ayah saya adalah pribadi-pribadi yang ikut membantu saya untuk menjadi diri sendiri dan bersikap mandiri,” ujarnya mengawali pembicaraan.

Tak heran kalau bimbingan dari dua orang yang dicintainya itu menariknya untuk mengeksplore lebih jauh kekuatan yang ada dalam diri seseorang terutama diri sendiri sehingga lahirlah dua kemahirannya untuk mengoptimalkan kemampuan seseorang di dunia kuliner melalui hypno culinary dan kemampuan menganalisa dan merestruktur nama seseorang untuk kelangsungan hidupnya di masa depan.

“Nama sebenarnya cerminan doa yang diberikan orangtua untuk anaknya agar sukses meraih prestasi di dunia maupun akhirat. Namun saat seseorang menjalani hidupnya banyak yang malah salah arah hingga akhirnya hidup tidak bermakna,” ungkap Heleni

Bagi Heleni sendiri hal yang penting dalam hidup adalah keharmonisan. Punya hubungan yang harmonis dengan Sang Pencipta yang diatas, harmonis hidup dengan sesama manusia dan makhluk tuhan lainnya. Hidup harmonis dengan lingkungan dan yang terpenting adalah dengan diri sendiri lagi atau berdamai dengan diri sendiri.

Keharmonisan yang bisa dicapai tentunya dengan adanya dukungan kekuarga inti sebagai lingkungan utama yang 100% mendukung dari lubuk hati yang paling dalam dan motivasi untuk terus belajar sehingga muncul pribadi wanita yang pintar rajin dan mandiri seperti harapan sang ayah.

Sejak di bangku kuliah, kemampuan Ni Kadek Heleni untuk memahami EQ atau emotional quotients memang sudah menonjol dengan pilihannya kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran Bandung tahun 1999.

EQ dalah kemampuan seorang manusia untuk memahami dirinya sendiri maupun orang lain atau biasa disebut bersimpati atau lebih dalamnya berempati dan menjadikan pengetahuan itu sebagai the finding problem.

Heleni paham dalam EQ terdapat beberapa kemampuan seperti kreativitas, pengambilan resiko, kemampuan mengambil kesempatan dan hal-hal lain yang menyangkut peluang, maka tidak heran jika banyak pakar berpendapat bahwa EQ ini sangat berperan dalam penentu kesuksesan.

“Dalam diri manusia ada kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual dan kecerdasan intelektual hanya 6% atau maksimal 20% dalam penentuan kesuksesan sisanya atau 80% ĺdipengaruhi EQ oleh karena itu empowerment menjadi kata yang demikian memotivasi saya untuk mengoptimalkan kemampuan seseorang untuk meraih kesuksesan,” kata Helleni.

Tidak heran saat kuliah ia sangat tertarik dengan transpersonal psikologi. Karena merasa ilmu itu melewati semua tahapan dan alat-alat ukur. Transpersonal tidak banyak mengunakan alat ukur dan justru lebih banyak bisa mengoptimalkan kemampuan mengenal diri dan menyembuhkan orang.

Saat masih kuliah pula, di tahun 1998, Hellen sempat menjadi trainer mindfullness melalui sebuah yayasan yang ia buat sendiri. Selain itu ia juga sempat menjadi presenter di TVRI Bandung. Dia sempat melanjutkan kuliah ke jenjang S2 tapi karena menikah dan suami yang bekerja diperusahaan minyak pindah tugas ke Malaysia maka gelar masternya diraih di negri jiran di tengah kesibukannya mengurus anak.

heleni 2

Di negri jiran itulah tepatnya di Kuantan 4 tahun dan di Kuala Lumpur selama 7 tahun, kemampuannya memasak terasah sehingga akhirnya bisa memiliki bisnis catering dan menjadi master psikologi sekaligus menjadi master cake decorating. Dia bahkan bisa memberikan kursus untuk berbagi ilmu pada teman maupun masyarakat umum.

“Saya selalu berusaha menjadi orang yang bermanfaat bagi lingkungan. Kebetulan suami dan saya punya komitmen untuk hidup selalu bersama sehingga kemanapun dia dipindah tugaskan maka saya akan mendampinginya” kata ibu dua anak yang tetap bertubuh sexi ini.

Memasak dan menyelenggarakan kursus menjadi kegiatan menenangkan sekaligus menyenangkan. Bisnis catering ditengah keterbatasan tenaga kerja bukan menjadi penghalang. Dengan menggunakan hypnotherahy ia mengembangkan usaha dan mampu mengatasi segala hambatan yang ada.

“Jadi saya benar-benar praktik bertahun-tahun dulu untuk diri sendiri melayani order catering dengan menghypno diri saya sendiri untuk mampu menyelesaikan order tepat waktu. Jadi sebelum saya menggunakannya sebagai metode untuk training dan konseling. Saya mengajar bukan hanya berdasarkan teori tapi pengalaman sendiri,”.

Akhir Tahun 2014 ia kembali ke Indonesia bersama keluarga dan mulai aktif sebagai profesinal di bidang coaching dan konseling yang memang sesuai dengan cita-cita dan latar belakangnya (psikologi, hipnotherapy, dan holistic healing). Berkat beragam teknik psikologi yang ia terapkan Helleni mampu membuat peserta kursus lebih fokus dan kreatif.

Menyinggung proses perubahan nama, Heleni mengatakan bahwa hal ini tidak memerlukan pergantian KTP ataupun ID, yang paling penting adalah menanamkan keyakinan dalam diri Anda (Subconscious).
Dalam nama, terkandung berjuta makna. Juga terkandung potensi diri serta pintu-pintu kebahagiaan yang mungkin selama ini belum kita sadari

Heleni begitu panggilannya, menjelaskan restruktur nama adalah bagian dari warisan kearifan masa lampau yang digunakan untuk mencapai keharmonisan diri, kebahagiaan dan kesuskesan diri. Ia memadukan metode self empowerment, hypnotherapy dengan restruktur nama untuk hasil yang optimal.

Melalui perhitungan khusus dan mendalam secara ilmiah nama klien akan di analisa dan direstruktur jika ditemukan unsur negatif atau unsur yang tidak harmonis. Nama tidak diganti total hanya dihilangkan bagian yang tidak harmonis saja. Kemudian klien akan diajak membangun self empowerment dan mindset yang positif agar bisa menghasilkan perubahan yang signifikan.

“Perpaduan hypnotheraphy dan restruktur nama ini hasilnya sangat luar biasa, yang sakit menjadi sembuh, yang galau jadi cerah, yang mau cerai jadi makin harmonis, yang mengidap kanker atau sakit kritis tidak jadi operasi, yang ingin bunuh diri jadi hidup penuh semangat, yang biasa kekurangan jadi dikejar-kejaran rejeki, yang biasa hidup berhutang sekarang bisa invest ratusan juta per bulan,” ulasnya.

Menurut dia, nama adalah doa dan ketika orang memanggil nama Anda , pemanggil mengirimkan doa kepada Anda . Restrukturisasi Nama memperbaiki kelemahan, meningkatkan bagian yang belum optimal dan membuka potensi Anda untuk hidup lebih baik.

“Sekarang setiap hari saya menerima tulisan kesaksian ( testemony) dari klien -klien yang sudah restrukturisasi namanya dan saya ikut bahagia karena mereka bisa menemukan jalan kebahagiaan dan kesuksesannya masing-masing,”

Di akhir pertemuan, wanita yang masih berusia 30 tahunan namun matang dalam hal kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual ini mengingatkan jangan mengabaikan potensi diri dan berupaya terus meningkatkan aura positif karena alam semesta dan maha pencipta selalu mendukung perbuatan baik seorang umat manusia. (hildasabri@yahoo.com)

 

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.