Biro Travel JMBI Telantarkan Jemaah Umroh di Jeddah

0
1684

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Nasib malang kembali menimpa jemaag umroh Indonesia. Mereka ditelantarkan biro travel yang mengurusinya. Lebih parah lagi paspornya disandera. Akibatnya mereka kebanyakan orang lanjut tua usia terkatung-katung di Jeddah.

Hingga Rabu (20/5) pagi atau enam hari lewat jadwal kepulangan, sebanyak 49 jemaah umroh asal Indonesia masih telantar di Jeddah. Sementara Biro Travel Jaya Mandiri Bersama Indonesia (JMBI) yang mengurusi perjalanan mereka tidak bisa dihubungi, menghilang entah kemana.

Anzar Rasyid, salah satu jemaah menjelaskan biro travel yang memberangkatkan rombongan ke Arab Saudi adalah Jaya Mandiri Bersama Indonesia (JMBI). Sebenarnya para jemaah berinisiatif membeli tiket pulang atas biaya sendiri, meskipun biaya tiket sudah termasuk dalam paket umroh yang telah dilunasi jemaah.

“Namun niat jemaah tidak bisa membeli tiket, karena paspor disandera oleh pihak hotel terkait pembayaran yang belum diselesaikan oleh travel,” jelas Anzar, yang bekerja sebagai produser di stasiun televisi MNC, seperti diunduh laman beritasatu.com, Rabu (20/05/2015).

Dijelaskan rombongan jemaah umroh berangkat dari Indonesia tanggal 5 Mei 2015. Sesuai rencana seharusnya pulang tanggal 14 Mei 2015, namun sampai sekarang belum mendapatkan kepastian tiket pulang. Apalagi sebagian jemaah sudah berusia lanjut dan sakit-sakitan, serta ingin segera pulang.

Anzar juga menyesalkan tidak ada pihak travel yang mendampingi jamaah selama perjalanan umroh, dan mereka hanya dititipkan kepada orang-orang tertentu yang tidak ada kaitan langsung dengan urusan travel.

Pihak Konsulat Jenderal RI di Jeddah sudah mengetahui masalah ini dan sedang berusaha membantu menangani, kata Anzar.
“Apa yang terjadi antara pihak travel dan hotel, harusnya tidak berimbas kepada jemaah, karena mereka tidak tahu menahu persoalan yang terjadi antara travel dan hotel,” kata dia.

JMBI, yang beralamat di Perum Taman Mahkota, Rawa Bokor, Tangerang, tidak menjawab telepon dari redaksi. Telepon seluler salah seorang komisaris JMBI, Noor Jannah, juga tidak diaktifkan.

Kasus penelantaran jemaah haji atau umroh oleh Biro Travel/Biro Perjalanan bukan sekali ini terjadi. Ratusan jamaah umroh asal Kabupaten Merangin terlantar di Kota Makkah sejak Jumat 30 Mei 2014. Mereka tidak dapat pulang ke Indonesia, karena tidak ada yang bertanggungjawab atas kepulangan mereka ke Indonesia. Biro perjalanan Putra Hidayah Bangko yang ada di tepi Jalan Lintas Sumatera, Pematang Kandis Bangko, yang semula mengurus keberangkatan jamaah itu dari Bangko, belum memberikan kepastian kapan ratusan jamaah itu bisa kembali ke Tanah Air.

Juga sebanyak 51 orang jamaah umrah dari Indonesia terkatung-katung di Kairo, Mesir, setelah menunaikan ibadah umrah di Makkah, Arab Saudi. Jamaah umroh dari Bengkulu, Jawa Barat, dan Bali.Rombongan mengambil paket umrah dan melancong ke Mesir lewat Travel Istiqomah di Bandung. Namun saat boarding di Bandara Kairo, Januari 2015, paspor mereka dibawa kabur oleh pihak Travel Metro dari Mesir, mitra Travel Istiqamah. Sampai kapan kasus penelataran jamaah umroh oleh biro travel abal-abal? Wawahualambisawad.([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.