Bimbo Persembahkan Konser Indonesia Menyanyi

0
1518
Bimbo (Foto: www.lagukenangan.net)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Bimbo, grup Musik Legendaris asal Bandung bakal mempersembahkan konser Indonesia Menyanyi, yang akan diselenggarakan di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM), Kamis 17 Desember 2015

“Bimbo telah mewarnai dunia hiburan Tanah Air selama hampir 50 tahun, dan menjadi salah satu contoh anak bangsa yang setia pada profesi sekaligus memegang kuat idealisme, seperti tampak pada karya-karyanya yang terus dinyanyikan hingga saat ini,” papar Sapti M Wahyudi, Penyelenggara Konser di Jakarta, Ahad (06/12/2015).

Sapti juga Ketua Lima Dimensi Production (LIDI) melanjutkan dalam Konser Indonesia Menyanyi, sejumlah musisi lintas generasi akan menyanyikan deretan lagu Bimbo yang menjadi hits dan mendapat tempat di hati masyarakat seperti Vina Panduwinata, Sandhy Sondoro, Maya Hasan, Candil, dan sebagainya.

Sebanyak 24 lagu lagu, seperti Balada Seorang Biduan, Gadis Desa, Citra, Dengan Puisi, Antara Kabul dan Beirut, Melati dari Jayagiri hingga lagu Tuhan akan dibawakan oleh penyanyi dan musisi favorit Indonesia. “Kami ingin menunjukkan, lagu Bimbo akan tetap terdengar indah walaupun dibawakan dengan gaya khas Vina dan Sandhy yang jazzy.” lontarnya.

Konsernya menampilkan kolaborasi dua aset bangsa, yang memiliki kesamaan misi demi mengangkat karya Indonesia sebagai jatidiri bangsa. “Bimbo adalah sekelompok musisi yang tidak pernah berhenti berkarya,” sambungnya,

Musisi dalam dan luar negeri datang dan pergi, trend berganti, tapi mereka tetap konsisten mengedepankan jati diri bangsa Meski berbeda jalur, apa yang mereka lakukan menginspirasi kami untuk konsisten menghasilkan produk yang dapat menjadi jatidiri bangsa. “Inilah yang membuat kami mengapresiasi Bimbo melalui konser Indonesia Menyanyi,” tambahnya.

Bimbo didirikan sekitar tahun 1967. Personel Bimbo: Sam Bimbo, Acil Bimbo, Jaka Bimbo, dan Iin Parlina. Berawal dengan Trio Bimbo yang banyak dipengaruhi Musik Latin. Lalu merilis album perdana di label Fontana Singapura dengan Melati Dari Jayagiri karya Iwan Abdurachman. Di era tahun 70-an, Bimbo identik dengan lagu-lagu balada yang cenderung berpola minor dengan lirik-lirik puitis.

Di pertengahan 70-an, Bimbo diperkuat Iin Parlina dari Yanti Bersaudara mulai menjamah lagu-lagu dengan tema-tema keseharian seperti Abang Becak hingga lagu-lagu yang titelnya menggunakan serial anggota tubuh seperti Kumis, Tangan hingga Mata yang cenderung bernada humor.

Memasuki era ’80-an, Bimbo mulai bermain dengan lagu-lagu dengan tema-tema kritik sosial seperti Antara Kabul dan Beirut atau Surat untuk Reagan dan Brezhnev.

Di sisi lain ciri khas sebagai kelompok religius pun melekat erat. Berawal dengan lagu Tuhan karya Sam Bimbo dan berlanjut dengan album qasidah di sekitar tahun 1974.

Dalam perjalanan musiknya, Bimbo juga banyak menjalin kolaborasi dengan sederet sastrawan seperti Wing Kardjo dan Taufiq Ismail.

Tahun 2007, Bimbo merilis album baru yang antara lain menampilkan karya terbaru Taufiq Ismail yang berpola kritik sosial yaitu Jual Beli dan Hitam Putih. Tercatat telah mengeluarkan puluhan album dengan total lebih dari 300 lagu. Musik Bimbo yang sangat khas dan kaya akan makna mewarnai cerita perjalanan hidup para penggemarnya. (*/e)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.