Berwisata sambil Menipu, 28 Turis China dan Taiwan Diamankan

0
606
Turis China dan Taiwan ditangkap (Foto: https://breakingnews.co.id/)

KUTA BALI, Bisniswisata.co.id: Bebas visa kunjungan wisata dimanfaatkan Warga Negara Asing (WNA) dari China dan Taiwan ke Pulau Dewata, Bali. Selain berwisata juga nyambi melakukan penipuan secara online antar negara. Sepandai-pandai menyimpan bangkai akhirnya tercium juga.

Sebanyak 28 orang Warga Negara Asing (WNA) dari China dan Taiwan digerebek aparat gabungan Kepolisian China bekerja sama Mabes Polri dan Polda Bali. Mereka digerebek di sebuah vila di Jalan Puri Bendesa, Banjar Mumbul, Kuta Selatan Badung, Bali, pada Sabtu (29/7/2017) sekitar pukul 14.30 Wita.

“Status wisatawan hanya dipakai kedok untuk melancarkan aksi kejahatan tindak penipuan secara online. Semua korban penipuan kebanyakan warga negara China yang tinggal di Tiongkok Beijing dan sekitarnya juga warga Taiwan. Jadi TKP (tempat kejadian Perkara) di Bali namun korbannya tinggal di China dan Taiwan,” papar Dirkrimsus Polda Bali Kombes Pol Kenedy.

Dalam melancaran aksinya, mereka sengaja menyewa Villa yang dikelilingi pagar setinggi tiga meter, sehinga aksinya tidak diketahui oleh para tetangga juga aparat keamanan. Mereka menjalankan aksinya di lantai dua yang disulap dengan bilik sekat-sekat seperti wartel yang dilengkapi laptop, telepon genggam, telepon rumah, internet dan peralatan komunikasi lainnya.

“Memang tidak ada yang tahu mereka menjalankan aksi kejahatannya. Untungnya Mabes Polri punya alat canggih menyelidiki penipuan lintas negara via online, SMS dan telepon ini. Juga dibantu kepolisian Tiongkok,” ungkap Kombes Kenedy.

Modus operasinya, menipu korbannya dengan berbagai cara melalui sambungan telepon internasional atau Phone Fraud (penipuan dan pemerasan via telepon). Mereka memeras korbannya berdalih seorang pejabat, hingga akhirnya para korban mengirimkan uang lewat ATM.
Aksi penipuan dan pemerasan ini dijalankan sudah beberapa bulan dan korbannya diluar negeri melapor kepolisian Tiongkok. Setelah dideteksi, ternyata para pelaku tinggal di Bali.

Sebenarnya bukan hanya Bali sebagai tempat melakukan aksinya. Sebelumnya, komplotan penipuan antar negara ini pernah beroperasi di Jakarta, Batam, Medan, Surabaya dan kota besar lainnya. Mereka berpindah-pindah lokasi untuk menghindari kejaran aparat penega hukum. Setelah ditangkap, pelakunya langsung dideportasi ke negara asalnya di China dan Taiwan.

Ditambahan, saat melihat petugas menggrebek, puluhan orang yang ada di dalam vila berlarian kabur. Ada yang meloncat tembok dan ada pula yang bersembunyi ketakutan. Namun semua pelaku baik lelaki maupun perempun ditangkap tanpa melakukan perlawanan. Mereka terdiri
18 orang WN Cina, dan 10 WN Taiwan, dan 3 orang WNI asal Jawa Timur, bekerja sebagai sopir.

Dilokasi penggrebekan petugas mengamankan barang bukti puluhan handphone, telepon rumah, dan komputer untuk menjalankan aksinya. Selanjutnya, para pelaku langsung digiring ke Polda untuk proses deportasi. (*/NDIK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.