Berwisata sambil Bercengkrama Kera Hutan Nipah

0
1556
????????????????????????????????????

SAMPANG MADURA, test.test.bisniswisata.co.id: Sampang Madura, Jawa Timur kini serius membangun pariwisata. Bahkan mengalokasikan anggaran Rp150 juta untuk mengembangkan wisata hutan kera di Banyuates. Di kawasan wisata alam dan pantai yang terlatak di utara pesisir Sampang ini, wisatawan bisa bercengkrama dengan kera-kera yang lucu, dengan memberi makan pisang atau kacang.

“Anggaran sebesar Rp150 juta ini untuk perbaikan infrastruktur jalan menuju lokasi wisata hutan kera itu, karena kondisi jalan disana rusak,” tegas Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Pemkab Sampang Djuwardi di Sampang, seperti dilansir laman Inilah.com, Jumat (22/05/2015).

Djuwari mengatakan objek wisata hutan kera atau terkenal dengan sebutan Hutan Nipah ini terletak di Desa Nepah, Kecamatan Banyuates, sekitar 50 kilometer ke arah utara Kota Sampang. Objek wisata ini sekarang terkenal dengan sebutan hutan kera, karena di lokasi itu memang banyak kera-kera hutan, yakni pengunjung yang datang mendapat sambutan ratusan kera.

“Hanya saja, jalan menuju objek lokasi wisata itu, banyak rusak, sehingga menjadi pertimbangan tersendiri bagi para wisatawan yang hendak berkunjung ke lokasi hutan kera itu. Sebenarnya obyek wisata hutan kera ini potensial dikembangkan untuk menjadi objek wisata unik di Pulau Madura,” jelas dia.

“Apalagi lokasi wisata tidak jauh dari jalur utama di wilayah utara pantai utara yang merupakan jalur penghubung empat kabupaten, yakni Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Kabupaten Sumenep. Hanya saja, yang menjadi kendala pemerintah daerah adalah ketersediaan anggaran,” imbuh dia.

Ia menambahkan tahun 2015 ini, Pemkab Sampang hanya mampu mengalokasikan anggaran Rp150 juta dan dana hanya cukup untuk perbaikan jalan menuju lokasi objek wisata tersebut.

“Selain itu, obyek wisata hutan kera sebenarnya potensial menjadi objek wisata terintegratif, mengingat di Desa Nipah juga terdapat waduk yang telah dibangun pemerintah, yakni Waduk Nipah. Waduk yang dibangun di areal lahan seluas 527 hektare ini, penggunaannya telah diresmikan Pemprov Jatim pada tahun 2011 dan menelan dana Rp168,249 miliar untuk pembangunan fisik dan Rp43,876 miliar untuk pembebasan lahannya,” kata dia. *

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.