Berwisata di Kawasan Sentul, Mulai dari Wisata Alam Hingga Kuliner  

0
7

Penulis beserta istri berpose di antara pepohonan pinus di kawasan Gunung Pancar.

SENTUL, bisniswisata.co.id: Warga Dharma Wulan, komunitas warga lanjut usia mengenal Sentul, karena markas Yayasan Dharma Wulan berada di sana.Namun kiranya tidak banyak yang mengenal dan pernah berwisata di kawasan Sentul. 

Umumnya para anggota berkunjung ke Sentul, hanya mendatangi Griya Dharma Wulan ataupun Rukun Senior Living yang berada di Darmawan Park. Memang pada dua dekade yang lalu, saat peletakan batu pertama pembangunan Griya Dharma Wulan di Sentul, kawasan itu masih sepi.

Dulu merupakan daerah perkebunan, tapi lain dengan keadaan sekarang kawasan Sentul ini sudah sangat berkembang menjadi kota satelit baru, disebut￾sebut sebagai Sentul City yang memiliki  banyak objek wisata alam. 

Pada hari-hari tertentu, lalu lintas di kawasan Sentul sering terjadi kemacetan, karena banyak orang datang berwisata, ada sekitar 30-an objek wisata menarik di kawasan Sentul yang belokasi di perbukitan, memiliki puluhan objek wisata alam. 

Tepat sebelum pandemi Covid-19, penulis sempat auto-touring berduaan saja bersama istri tercinta. Karena sering bertanya cari jalan, akhirnya meminta seorang pengendara motor jadi penunjuk jalan, kemudian dibawa dalam mobil menjadi pemandu dan tukang foto. 

Akhirnya kami memperoleh foto-foto indah pasangan suami istri sepuh ini yang berpose  bagaikan pasangan anak baru gede (ABG) sedang pacaran di Sentul.

Meski tidak sempat mengunjungi seluruh objek wisata, kami  sempat mendatangi beberapa lokasi menarik di Kawasan Sentul seperti  Vihara Dewa Rejeki. Sebuah rumah ibadah Buddha sangat tua, sekarang dikenal sebagai Vihara Dewa Rejeki, dahulu disebut Bio Chen It Thian Kiun, lebih dikenal lagi sebagai Kelenteng Babakan Madang. 

Vihara tua Dewa Rejeki diperkirajan berusia tiga abad

Rumah Ibadah itu sudah tua sekali, tidak tercatat kapan dibangunnya, hanya dipekirakan sekitar 3 abad yang lalu.Sejak dulu bangunan asli vihara ini berukuran kecil dan sederhana saja, hanya pada atapnya terdapat ornamen berupa naga, dan di sisi muka terdapat tungku untuk bakar kertas sembahyang.

Dengan demikian menandakan sebuah viihara, rumah ibadah Buddha. Sekarang sudah ada perluasan di bagian belakang, berupa bangsal luas persegi empat tanpa dinding pemisah ditempatkan banyak meja altar.

Sejak dulu, tiap tahun ada suatu upacara peringatan hari ulang tahun Toapekong dengan mengadakan suatu ritual menginjak kaki di bara api, yang menarik minat pengunjung untuk menonton acara langka itu. Ritual itu masih tetap berlangsung sampai sekarang.

Adapun lokasi vihara berada di Jalan Sumur Batu Raya No. 50, Babakan Madang. Tepatnya berada tak jauh dari pintu belakang kompleks Darmawan Park.  Ada Villa Aman D’Sini tang beralamat di Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang. Sebuah kompleks Villa, yang awalnya hanya digunakan oleh pemiliknya.

Vila Aman D’Sini selain menawarkan tempat menginap tersedia juga kafe dan kolam renang yang bisa digunakan oleh pengunjung yang ingin menikmati suasana alam tanpa menginap. Tapi sejak tahun 2000 dibuka untuk umum. 

Villa hanya menerima sekitar 20 orang tamu dan suasana villa yang ditawarkan bergaya Bali. Pengunjung yang tidak mau bermalam, dapat masuk dengan membeli tiket lalu ditukarkan dengan minuman dan camilan. 

Sambil duduk duduk santai di sana dapat melihat panorama alam sangat indah, memandangi lembah dan Gunung Pancar. Terlihat juga air terjun Bidadari di kejauhan. Para tamu dapat berfoto sepuasnya dengan latar belakang pemandangan alam. 

Juga disediakan sepasang payung berwarna-warni, untuk para tamu dapat berfoto-foto masuk instagram. Kami berdua juga tidak kalah pose dan ikut mejeng seperti tamu lainnya.

Curug Bidadari

Melanjutkan perjalanan menuju lokasi air terjun Curug Bidadari.  Umumnya sarana jalan dan semua lokasi wisata di Sentul sudah diperbaiki dan dikelola investor dan BUM Desa. Maka para pengunjung harus bayar biaya jalan masuk dan semua sarana di tempat.

Air terjun itu semula benama Curug Cikoneng, karena pertimbangan promosi pemasaran untuk menarik pengunjung, maka diganti dengan nama yang lebih keren, maka dipilih Curug Bidadari dilengkapi Pancuran 7 Bidadari.

Berpose dari ketinggian, pengunjung dapat melihat dari jauh air terjun sekaligus berfoto di sebuah panggung berhias nama Curug Bidadari lengkap ada simbol hati, lambang cinta dan  kayu kayu sederhana.Meski harus membayar untuk sewa lokasi pemotretan, pengunjung tetap berminat untuk berfoto di sana. 

Pungutan biaya kiranya untuk mengembalikan biaya  investasi. Untuk mencapai Curug bisa berjalan kaki atau naik ojek dengan tarif khusus. Perjalanan ditempuh melalui jalan terjal dan berkelok-kelok sekitar 2 kilometer. Di lokasi  air terjun tersedia aneka fasilitas seperti jalan setapak dengan 2 buah jembatan kayu.

Ada kolam renang lengkap dengan ruang tukar pakaian, sehingga pengunjung dapat berenang di bawah kucuran air terjun. Sayang, sewaktu kami  berkunjung sedang musim kemarau, sehingga volume air terjun tidak besar.

Kesempatan berfoto dengan latar air terjun cukup menarik, para pemandu disana sudah biasa mengatur gaya para tamu, supaya hasil foto bagus bak gaya foto model. Kami, pasangan suami istri lansia  juga diatur untuk bergaya seperti ABG. Jadi lucu, membuat kami merasa sungkan sendiri.

Dalam perjalanan kembali melalui jalan di sisi tebing, dengan pemandangan alam lembah indah. Di  tepi jalan itu banyak dibangun gubuk gubuk yang dijadikan tempat menjual jajanan, disebut “Warung Jurang”.

Kami singgah duduk-duduk sebentar sambil minum-minum dan makan camilan, menyeruput es kelapa muda masih dalam batok kelapa dan combro. Lagi-lagi sambil menikmati  panorama lembah hijau perbukitan Sentul,terlihat juga banyak bangunan bungalow.

Hutan Pinus Gunung Pancar

Karena masih ada waktu, kami melanjutkan wisata ke Hutan Pinus.Terlihat banyak pengunjung berkemah di antara kelebatan pohon pinus teduh menghijau. Hutan pinus ini bagus untuk spot foto, sehingga kembali kami diatur para pemandu untuk berfoto-foto. Menariknya mereka dapat membuat trik trik foto yang cantik, dengan latar belakang pohon-pohon pinus. Sungguh spot itu sangat instagramable.

            Ah Poong, pusat kuliner dengan 80 an kios

Ah Poong-Pasar Apung.

Selesai melihat lokasi lokasi wisata, kami kembali meluncur ke Jakarta, melewati Jalan Ir. Juanda, jalan utama di kawasan Sentul. Tepat di ujung jalan utama berlokasi di bantaran Kali Cikeas, terdapat pusat kuliner Ah Poong, dikenal pula sebagai Pasar Apung. 

Para pengunjung dapat memilih aneka makanan, minuman, maupun camilan yang disenangi, karena di pusat kuliner itu ada tersedia sekitar 80 kios, yang menjual berbagai makanan favorit dari Bogor dan Jakarta. 

Areal makan merupakan ruang terbuka. Udaranya sejuk dapat dinikmati sambil mendengar gemericik aliran air Sungai Cikeas. Tersedia pula sarana air yang mengasyikan. Karena waktu terbatas, kami hanya mengunjungi beberapa objek wisata saja di antara sekian banyak spot menarik. 

Silahkan berwisata di kawasan Sentul, yang tidak terlalu jauh dari Jakarta. Kalau anda ingin lebih santai dapat bermalam di Griya Dharma Wulan, yang oleh pengelola dinamakan Ole Suites Hotel, atau di Rukun Senior Living dan ada banyak hotel berbintang berlokasi di kawasan Sentul. 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.