Berteriak Bawa Bom, Penumpang Wings Air Diringkus

0
419
bom - ilustrasi

SORONG, bisniswisata.co.id: Deny Tomanggala, penumpang pesawat Wings Air ditangkap polisi di Bandara Domine Eduard Osok (DEO), Kota Sorong, Papua Barat, Rabu (07/12/2016). Pria muda bertubuh kekar berkulit hitam ini, terpaksa digiring petugas lantaran membuat panik pengunjung Bandara DEO lantaran berteriak membawa bom yang dimasukkan dalam koper. Teriakan itu membuat petugas bandara, penumpang maupun pengunjung panik.

“Karena perbuatanya membahayakan, Deny ditangkap dan menjalani pemeriksaan. Koper yang dibawa berisi pakaian dan tidak ada bom di dalam koper. Deny melakukan perbuatan itu dalam kondisi mabuk berat,” papar Kapolsek Kawasan Bandara Deo Kota Sorong, Ipda Muhamad Ikraman seperti dilansir laman Antara, Kamis (08/12/2016).

Kapolsek Ikraman menjelaskan Deny yang sudah mengantongi tiket pesawat Wing Air dari Sorong tujuan Manado. Saat berada di Terminal Bandara Domine Eduard Osok (DEO), Kota Sorong, Papua Barat, tiba-tiba berteriak untuk menakut-nakuti penumpang lain dengan menyebut membawa bom. Kejadian bermula saat Deny masuk ke ruang keberangkatan Bandara DEO dengan membawa sebuah koper pakaian.

Setelah itu, pria yang lagi mabuk berat itu berteriak dan mengatakan sedang membawa sejumlah bom di dalam koper. “Sehingga petugas bandara, penumpang maupun pengunjung panik,” kata Ikraman.

Lantaran dianggap membahayakan, polisi dan petugas keamanan mengamankan Deny. Polisi juga menyita koper milik Deny. Setelah dicek, tidak ditemukan bom dalam koper pria itu.

Kendati tidak ada bom ditemukan, namun aksi Deny dinilai telah membahayakan penerbangan. Deny dinilai telah melanggar ketentuan undang-undang penerbangan. Ancaman hukumanmnya, tujuh tahun penjara. “Pelaku sudah diamankan dan sedang menjalani proses pemeriksaan guna proses hukum lebih lanjut mempertanggungjawabkan aksinya itu,” tambah Ikraman.

Sesuai Undang-undang Penerbangan bagi siapapun yang bercanda mengaku membawa bom di bandara, akan diproses hukum. Mengingat orang yang bersangkutan memberikan informasi tidak benar dan hal ini melanggar Undang-undang Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan.

Untuk diketahui, UU Penerbangan telah mengatur sanksi bagi pemberian informasi palsu. Dalam pasal 437 ayat (1) disebutkan : “Setiap orang menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 344 huruf e dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun.”

Apabila informasi tidak benar itu sampai mengakibatkan kecelakaan atau kerugian harta benda, maka pelaku yang menyebarkan informasi tidak benar terancam hukuman pidana penjara paling lama 8 tahun. Hal tersebut diatur pada pasal 437 ayat (2).

Sementara itu, ayat (3) pasal tersebut berbunyi, “Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan matinya orang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun.” (END)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.