Berburu Makanan Pesawat Terbaik di Penjuru Dunia

0
638

DUBLIN, test.test.bisniswisata.co.id: Melakukan perjalanan dengan menggunakan moda transportasi udara, perlu mempertimbangkan beberapa faktor. Mulai keamanan, kenyamanan, keselamatan hingga sajian makanan.

Faktor keamanan biasanya ditelusuri rekam jejak kecelakaan. Faktor kenyamanan dapat dilihat dengan kesaksian yang ditinggalkan para penumpang melalui jejaring sosial ataupun situs perjalanan. Faktor keselamatan, bisa dipantau dari informasi dari lembaga, organisasi juga kementrian tranportasi yang melaporkan secara rutin tentang safety setiap maskapai penerbangan.

Lantas bagaimana cara membuktikan sebuah maskapai mempunyai tawaran menu makanan atau minuman yang enak? Jawabannya mungkin dapat dilihat melalui catatan yang dibuat oleh seorang pria bernama Nik Loukas. Pria kelahiran Australia yang kini menetap di Dublin, Irlandia menceritakan pengalamannya menyantap makanan di udara.

Sejak tahun 2012, Loukas memulai perburuan kuliner dalam pesawat. Terhitung sudah mengelilingi dunia sebanyak 17 kali dengan perjalanan sepanjang 428ribu mil. Di paspornya pun tercatat stempel imigrasi dari 44 negara. Tentunya dengan perjalanan selama dan sepanjang itu, sudah banyak menu pesawat yang dicecapnya.

Lukas bekerja di industri perjalanan dan penerbangan selama lebih dari 15 tahun. Dia mengaku memulai blog yang dinamainya dengan inflightfeed.com karena penasaran dengan pengalaman kuliner di dalam pesawat.

“Saya suka mempelajari semua hal tentang bagaimana makanan dipilih untuk disajikan ke penumpang. Bagaimana itu dibawa ke dalam pesawat, dan segala hal yang berkaitan dengannya,” kata Loukas, seperti dilansir dari CNNIndonesia, Senin (22/08/2016).

“Proses itu memunculkan industri logistik sendiri. Dan jika penumpang tahu setengah dari apa yang harus dihadapi oleh maskapai untuk memasukkan makanan ke dalam pesawat, maka mereka akan terkejut.” sambungnya.

Atas pemikiran itu, Loukas akhirnya mulai mendokumentasikan apa saja yang dimakannya di dalam pesawat ke dalam blognya. Tak hanya perkara menu, dia pun memberikan informasi terbaru tentang industri penerbangan.

Selama empat tahun belakangan ini, Loukas melakukan perjalanan dan mencoba makanan di lebih dari 65 maskapai dan 403 penerbangan. Tercatat ada beberapa menu yang ingin dilupakannya karena tak menyenangkan. Namun banyak juga menu yang ingin selalu diingatnya.

“Meski Turkish Airlines tidak terlalu diandalkan untuk pelayanan di dalam pesawat, namun makanan yang disajikan mereka selalu nikmat dan banyak. Bahkan untuk penerbangan jarak dekat. Katering Do & Co yang mereka gunakan paham benar bagaimana membuat menu penerbangan yang terbaik di dunia.” ungkapnya.

Sajian yang menunjukkan profesionalitas maskapai, menurut Loukas, juga ditunjukkan oleh Singapore Airlines. “Rasanya seperti menyantap makanan di restoran pribadi di atas ketinggian 35ribu kaki,” ujarnya.

Loukas mengaku mendapat sajian lobster dan kaviar dalam perjalanan Singapura-Melbourne bersama maskapai tersebut. Tidak hanya itu, pengalaman menu istimewa tersebut tak hanya dirasakan oleh penumpang kelas satu.

Hal yang sama juga dirasakannya ketika dia menumpang maskapai bujet dari Osaka, Jepang, yaitu Peach dan maskapai Turki, Pegasus Airlines. Keduanya menyajikan sushi dan steak dengan rasa super nikmat.

Loukas juga memberikan tips menikmati sajian dari maskapai. Ada baiknya pesan makanan secara pre-order. Anda dapat memesan makanan bersamaan saat membeli tiket lewat online. Ini akan menghemat pengeluaran, karena memesan makanan lewat pre-order harganya lebih murah dibanding memesan langsung dalam pesawat. (*/NDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.