Benderang 2.500 Lampion dari Candi Borobudur

0
439
@antarafoto

MAGELANG, bisniswisata.co.id,- PETANG dipenghujung tahun 2017, bertempat dipelataran Aksobya kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, lima pemuka agama dari kalangan Islam, Kristen, Katolik, Buda dan Hindu menyalakan obor utama. Nyala obor, diikuti nyala lilin peserta perhelatan Borobudur Nite 2017 Amazingly Wonderful ke- 4 serangkaian tutup tahun 2017 dan menyambut Tahun Baru 2018.

Satu per satu perwakilan pemuka agama tersebut memanjatkan doa untuk keselamatan dan kesuksesan di tahun 2018. Lantunan doa dilanjutkan dengan hening sejenak dan tepat pukul 24.00 WIB lebih dari 2.500 buah lampion diterbangkan. Lampion- lampion tersebut telah dipenuhi tempelan kertas- kertas doa dan pengharapan dari pengunjung.

Menurut Dirut Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Edy Setijno mengatakan pelepasan lampion bisa disimbolkan melepaskan hal-hal buruk dan berdoa datangnya kebaikan di masa mendatang. Sekaligus sebagai simbol dari keragaman yang ada untuk bersama, salah satunya dari lima pemuka agama saling mendoakan untuk kebaikan di tahun 2018, terutama untuk kebaikan Indonesia.
“Ke depan Indonesia harus lebih baik lagi dengan menjadikan perbedaan sebagai kekayaan kita. Di balik perbedaan tentu ada satu yang bisa kita sinergikan untuk bersama membangun harapan di tahun 2018,” jelasnya.

Borobudur Nite & Cultural Feast 2017

Dalam surel Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang diterima Redaksi BisnisWisata.co.id, mengatakan  Kemenpar mendukung penyelenggaraan Borobudur Nite & Cultural Feast 2017. Selain untuk mempertegas pencitraan Candi Borobudur sebagai salah satu dari 10 destinasi prioritas Kemenpar, juga mengapresiasi gagasan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko.

Festival yang sudah berjalan empat kali,  tahun ini diselenggarakan 30 s.d 31 Desember mengambil tema  Amazingly Wonderful , berupa ragam atraksi menarik namun tetap menjaga kesakralan dan ekosistem Candi Borobudur.

” Ada empat pilar tema utama, yakni persembahan music, art, culture, dan lampion. Sebanyak 20 desa se-Kecamatan Borobudur dilibatkan untuk memamerkan hasil kesenian. Ada sesi Balai Perekonomian Desa (Balkondes) Nite,” ujar Edy.

Borobudur Nite & Cultural Feast 2017 diawali dengan lomba kreasi masak beong (ikan khas daerah setempat). Dilanjutkan dengan pertunjukan seni angklung, jathilan, dan atraksi tradisional lainnya. Hari kedua dilanjutkan dengan pertunjukan Strek Desa Sambeng Borobudur, Ring of Fire Band, Santoz Magician, Bregada Desa Karanganyar Borobudur dan pertunjukan lainnya. Seperti tahun- tahun sebelumnya festival ini terbuka bagi masyarakat secara gratis.

Borobudur Nite 2017, digelar di Lapangan Lumbini mulai pukul 17.00 WIB. Berbagai pertunjukan ditampilkan mulai dari penampilan fashion karnaval oleh Gaharu Nusantara, hingga sajian musik dari Java Ensemble & Orchestra, Kevin and The Red Rose, Nico. Puncaknya dihibur suara emas Andien yang membawakan sejumlah lagu jazz dan pelepasan ribuan lampion. Selamat Tahun Baru 2018. *Dwi/*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.