Belum ke Makassar Kalau Tak Mencoba Pisang Epe dan Es Pisang Ijo

0
2789

MAKASSAR, Bisniswisata.co.id: Bagi penggemar buah pisang, Kota Makassar yang dikenal dengan sebutan Kota Angin Mamiri dan terkenal dengan kuliner Coto Makassarnya ini bisa menjadi destinasi wisata kuliner pilihan.

Buah pisang menjadi salah satu buah-buahan yang paling banyak dimanfaatkan masyarakat Makassar sebagai bahan dasar makanan. Memakai bahan baku pisang, dapat dibikin berbagai panganan.

Disela-sela acara Lomba Kuliner berbahan ikan lokal dan Makassar Culinary Night Ramadhan yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar pada Sabtu (4/7/15) lalu Bisniswisata.co.id mencoba kuliner berbahan pisang.

Ada dua tempat yang dikunjungi, yang pertama yakni kuliner Pisang Epe yang terletak di sebrang Pantai Losari. Di tempat ini ada sekitar 40 pedagang Pisang Epe. Uniknya para pedagang kaki lima tersebut menjual dengan menu yang sama.

Pisan epe dan Sarabba. Foto evi
Pisan epe dan Sarabba. Foto evi

Pisang Epe, yaitu pisang kepok yang dimasak dengan cara dibakar di atas bara api dan disajikan di piring kecil. Satu piring diisi tiga buah pisang dengan varian topping cokelat, keju, durian, coklat kacang, atau kelapa.

Sebagai teman makan Pisang Epe, minuman Sarabba yang merupakan minuman khas Kota Makassar ini dapat menjadi pasangan yang tepat.

Sarabba yang sekilas mirip dengan wedang jahe atau bajigur ini terbuat dari bumbu dasar jahe, gula merah, santan, dan penambahan beberapa jenis rempah-rempah sehingga memberikan aroma, rasa, serta sensasi hangat yang khas ketika meminumnya.

“Kami menambahkan beberapa rempah dalam minuman Sarabba, ada merica bahkan cabe. Minuman ini bisa juga ditambahkan telur ayam atau bebek. Rasanya Gurih dan tentu bergizi, dan harus diminum selagi hangat,” ujar Rohana salah seorang pedagang Pisang Epe di Kawasan Losari, Makassar.

Kalau Pisang Epe disajikan hangat, lain halnya dengan kuliner berbahan buah pisang yang menjadi tempat kedua dikunjungi, yakni Pisang Ijo.
Es Pisang Ijo Warung Bravo

Pisang Ijo atau Es Pisang Ijo, adalah sejenis makanan khas di Sulawesi Selatan, tepatnya di kota Makassar yang terbuat dari bahan utama berupa pisang ijo.

Pisang Ijo berupa pisang yang dibalut dengan adonan tepung yang berwarna hijau dan cara memasaknya dengan mengukus di sebuah dandang. Tepung berwarna dibuat dari tepung beras, air, pewarna hijau atau air daun suji dan air daun pandan.

Pisang Ijo Bravo, merupakan nama tempat makan pisang ijo yang terkenal di Makassar. Bahkan, jika bertanya ke penduduk lokal tentang lokasi tempat makan pisang ijo paling enak, mereka akan menjawab, “Bravo!”.

Di tengah udara panas Kota Makassar, rasanya memang asyik jika menyantap Es Pisang Ijo  Warung Bravo yang terletak di Jalan Andalas no 154, Makassar.

Memasuki ruangan yang berkapasitas kurang lebih 50 orang ini, tampak terlihat kesibukan pegawai Warung Bravo menyiapkan berbagai penganan seperti Lunpia, Jalangkote, Es Pisang Ijo mengingat banyaknya pesanan untuk berbuka puasa.

Pada dinding ruangan tampak sejumlah foto-foto orang terkenal, mulai dari pejabat hingga artis terpasang di dinding. Tak jauh dari foto-foto tersebut terlihat piagam tertulis kalau Bravo telah menerima penghargaan “Makassar Most Favourite Award Culinary 2011” dengan kategori produk Es Pisang Ijo.

Wenda Sidjaya, pemilik Warung Bravo, mengatakan, “Saya menjalankan usaha ini sejak tahun 1986. Dari kecil sering melihat ibu saya membuat Es Pisang Ijo, lalu saya belajar, awalnya memang repot”.

Wenda dengan es pisang ijo buatannya di Warung Bravo, Makassar. Foto. evi
Wenda dengan es pisang ijo buatannya di Warung Bravo, Makassar. Foto. evi

Keistimewaan dari Es Pisang Ijo miliknya menurut perempuan cantik berbaju pink ini ada pada pemilihan bahan pisang raja dan sirup yang dibuatnya sendiri.

“Es Pisang Ijo ini terdiri dari pisang yang telah dibalut tepung berwarna hijau, bubur sumsum, sirup merah, fla santan, dan susu kental manis putih dengan tambahan es serut. Bisa ditambahkan dengan kolang kaling dan lainnya,” ungkapnya.

Warung yang buka pukul 08.00 – 22.00 WIB ini selama bulan Ramadhan bisa menjual hingga 500 porsi Es Pisang Ijo per hari. “Es Pisang Ijo yang di take away bisa tahan hingga 12 jam di luar kulkas, begitu sampai masukkan ke dalam fresher dan bisa tahan hingga satu minggu,” jelas Wenda.

Selain penduduk asli Kota Makassar, pengunjung yang datang dan memesan Es Pisang Ijo seharga Rp18.000 ini menurutnya paling banyak dari Jawa, bahkan banyak didatangi turis asing.

“Untuk terus bertahan kiat saya hanya menjaga mutu, jangan diganti-ganti bahannya. Untuk persediaan pisang jika hari libur harus bisa stock tiga hari sebelumnya,” ungkap Wenda yang mengolah sendiri bahan adonan Pisang Ijo.

Selain Es Pisang Ijo, Wenda juga menawarkan menu khas Makassar lainnya seperti Pallu Butung, Gogos, Nasi Campur, Gado-gado, Sop Buntut, Pallu Basa, Sate Sapi, Sate Ayam, Otak-otak, Kalakkere, Baruasa, dan lain sebagainya. (evi)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.