Belanja Online Marak, Wisata Belanja Di Inggris Tergerus

0
349
Wisata belanja di Inggris mulai sepi

LONDON, Bisniswisata.co.id: Pelan tapi pasti, itulah kalimat yang menjelaskan punahnnya toko-toko konvensional akibat meledaknya fenomena maraknya belanja online. Wisata belanja di Inggris, kini tinggal lembaran sejarah yang sudah dikembalikan lagi.

Dikutip BBC di Jakarta, Jumat (21/4/2017), Inggris adalah negara yang menempati peringkat pertama dalam soal belanja online. Berdasarkan data BBC, konsumsi rumah tangga di Inggris menghabiskan uang untuk belanja sebesar US$5,900 pada 2015, menurut Asosiasi Kartu Inggris. Ini lebih tinggi dibandingkan Norwegia (US$5,400), Amerika Serikat (US$4,500), dan Australia (US$4,000).

Asosiasi tersebut menilai frekuensi kartu debit dan kredit serta kemudahan pengiriman barang adalah faktor pembelian secara online. Angka teranyar dari asosiasi menunjukan sekitar £154 miliar dihabiskan untuk melakukan transaksi online, naik seperempat dalam dua tahun.

Di sisi lain, Kantor Nasional Statistik (ONS) merilis pertumbuhan ekonomi Inggris pada akhir 2016 yang lebih cepat dari perkiraan. PDB meningkat 0,7% naik dari perkiraan awal 0,6%. Peningkatan ini didorong oleh industri manufaktur yang makin menggeliat.

Menurut IMF, ekonomi Inggris tumbuh 2% di tahun 2016 yang merupakan pertumbuhan terkuat dari salah satu negara maju. Namun, prediksi untuk Inggris tahun ini hanya sedikit berbeda dibandingkan prediksi IMF tahun lalu.

IMF menilai ketidakpastian global saat ini disebabkan oleh proteksionisme global. Selain itu, pemilihan presiden Perancis juga memberikan efek tak terduga terhadap ekonomi global termasuk Brexit. (*/bbc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here