BBM Langka, Obyek Wisata Karimunjawa Byar Pet

0
523
Sunset di Karimunjawa (Foto: .initempatwisata.com)

KARIMUNJAWA, Bisniswisata.co.id: Ada pemandangan menarik di Kepulauan Karimunjawa, Jawa Tengah sejak Selasa (18/7). Sejak pagi sampai malam hari, terlihat banyak wisatawan yang berjalan kaki atau bersepeda. Biasanya mereka menggunakan sepeda motor untuk berkeliling pulau.

Hal tersebut dikarenakan karena pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite kosong selama empat hari, hingga Jumat (21/7). Selain tak bisa menggunakan kendaraan bermotor, wisatawan yang menginap juga harus merasakan pemadaman listrik akibat kelangkaan tersebut.

Stefano, wisatawan asal Italia yang datang bersama kekasihnya, Julia, terpaksa ikut merasakan dampak kosongnya BBM Pertalite dalam liburannya yang dijadwalkan hingga sepekan mendatang.

Di hari pertama datang pada Senin (17/7), Stefano dan Julia masih bisa merasakan berkeliling Karimunjawa menggunakan sepeda motor. Keesokan harinya, mereka jadi harus berjalan kaki, karena stok BBM Pertalite habis di SPBU APMS, satu-satunya stasiun pengisian bahan bakar di pulau itu. Begitu juga di kios-kios kecil di sepanjang jalan. Kalau pun ada, satu liter BBM Pertalite dihargai Rp10.000.

Namun, Stefano dan Julia tidak khawatir, karena ia masih bisa berjalan kaki atau sepeda. Bonusnya, mereka bisa berbaur dengan warga lokal yang ditemui.

“Saya tidak khawatir kalau BBM habis. Yang saya khawatirkan jika stok makanan atau minuman habis. Itu baru jadi masalah serius bagi saya,” kata Stefano seperti dilasir laman Antara, Jumat (21/7/2017).

Menjelang akhir pekan, masa di mana banyak wisatawan mengunjungi Karimunjawa, belum nampak tanda-tanda kehadiran BBM Pertalite. Salah satu petugas SPBU APMS mengatakan kepada Antara kalau pihaknya belum menerima pengiriman dan belum menerima kabar kalau truk Pertamina sudah tiba di Pelabuhan Jepara, pelabuhan penghubung menuju Pelabuhan Karimunjawa.

“Sesampainya di Pelabuhan Jepara, truk Pertamina akan diangkut oleh kapal Siginjai menuju Pelabuhan Karimunjawa. Namun sampai hari ini, kami belum menerima kabar tersebut,” ujarnya.

Stefano dan wisatawan lainnya mungkin merasa tidak terganggu dengan kelangkaan BBM atau pemadaman listrik. Tapi, lain halnya dengan warga Karimunjawa, yang sering merasakan kondisi sama sebelumnya.

Ironisnya memang kondisi ini terjadi di kawasan yang diandalkan menjadi kawasan wisata bahari di Jawa Tengah. “Kegiatan nelayan jadi terganggu dengan kelangkaan BBM Pertalite. Meski mesin kapal menggunakan Solar, tapi untuk penerangan, mesinnya menggunakan Pertalite,” kata Mamat, salah satu nelayan sudah beberapa hari tidak melaut.

Pejabat Sementara Manajer Komunikasi dan Humas PT Pertamina (Persero) Jawa Bagian Tengah Muslim Dharmawan memperkirakan kalau pasokan BBM Pertalite bakal sampai di Karimunjawa pada Jumat (21/7).

“Sebanyak 50 kiloliter Pertalite dan 25 kiloliter BioSolar diperkirakan bakal sampai di Karimunjawa pada Jumat. Perkiraan kami berdasarkan informasi dari PT ASDP Indonesia Ferry yang mengoperasikan kapal Siginjai bahwa ada penyeberangan pada Jumat,” kata Muslim.

Selama seminggu, kapal Siginjai hanya beroperasi satu kali sehari, dari Pelabuhan Jepara ke Pelabuhan Karimunjawa. Jadi, jika Senin kapal berlayar dari Jepara menuju ke Karimunjawa, maka Selasa, setelah menginap semalam, kapal akan berlayar dari Karimunjawa untuk kembali ke Jepara.

Jika wisatawan ingin ke Kepulauan Karimunjawa, ada baiknya menginap semalam di Jepara atau Semarang, lalu berangkat sebelum pukul 6 pagi menuju Pelabuhan Jepara. Selain kapal Siginjai, sebenarnya ada juga kapal cepat dengan waktu tempuh yang lebih singkat, hanya sekitar dua jam perjalanan. Sementara, kapal Siginjai menempuh waktu perjalanan selama empat jam, jika doa masyarakat agar cuaca cerah dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Kepulauan Karimunjawa memiliki 27 pulau, sebanyak 22 masuk dalam kawasan Taman Nasional. Lima pulau yang berpenghuni ialah Karimunjawa, Kemujan, Nyamuk, Parang, dan Genting. Jumlah penduduk di Kepulauan Karimunjawa pada 2015 sebanyak 9.242 orang. Sejak 15 Maret 2001, pemerintah menetapkan Karimunjawa sebagai Taman Nasional. Bersama Borobudur, Sangiran, dan Dieng, Kepulauan Karimunjawa dijadikan Destinasi Prioritas Jawa Tengah oleh Kementerian Pariwisata. (*/ANT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.