Batik Pesisir, Sayang Banyak Orang Tak Tahu

0
679
Pameran Batik Pesisir (Foto: Kompas.com)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage) dari UNESCO memang menjadi ikon banyak daerah di Indonesia.

Dari beragam jenis batik yang dimiliki Indonesia, batik pesisir terkenal dengan ragam motif yang menarik, unik dan artistik. Setiap motifnya telah dipengaruhi dari berbagai budaya. Sayangnya tak semua orang tahu batik pesisir.

Berdasarkan fakta tersebut, Forum Kajian Antropologi Indonesia bersama Galeri Batik Indonesia dan Museum Tekstil menggelar pameran batik pesisir. Mengusung tajuk Pengaruh Kebudayaan Peranakan pada Corak Hias Batik Pesisiran, acara ini digelar mulai 21 Maret – 9 April 2017 di Museum Tekstil.

“Kita nggak muluk-muluk, ingin memberikan informasi kepada khalayak. Pengen share pengetahuan ke masyarakat biar memahami batik, apa itu batik dan lebih mencintai batik,” papar Ketua Galeri Batik Indonesia, Tumbu Ramlan saat pembukaan pameran di Museum Tekstil, Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Koleksi yang dipamerkan pun sangat beragam. Di mana sebanyak 60 kain batik pesisir dari berbagai daerah milik Tumbu Ramlam di pamerkan lengkap dengan informasi untuk para pengunjung. Selain itu, ada juga kebaya peranakan atau Kebaya Nyonya yang merupakan busana tradisional wanita Tionghoa peranakan.

“Kurang lebih ada 60 batik milik saya pribadi. Semua dari pesisir utara. Ada dari Pekalongan, Cirebon, Lasem, Kudus. Usianya juga beragam. Dari tahun 40, 30 yang baru juga ada. Kebaya Nyonya dipakainya bersamaan dengan sarung atau kain panjang yang menutupi mulai pinggang hingga mata kaki,” jelasnya.

Digelar secara gratis, pengunjung juga akan mendapatkan pengetahuan lebih soal batik pesisir dengan mengikuti diskusi bersama para pakar. Seperti Notty Mahdi dan Nita Trismaya yang membahas pengaruh kebudayaan pada ragam batik pesisir. Tak ketinggalan, pengunjung juga bisa berbelanja di bazar wastra yang menyediakan beragam jenis batik.

“Pengunjung cukup bayar masuk museum aja. Itu juga murah. Nggak seperti di Singapura mahal tapi banyak pengunjung. Kalau kita sepi,” pungkasnya. (*/SIN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.