Home INDEX Batik Imlek, Motif Kera Dikombinasi Kuda

Batik Imlek, Motif Kera Dikombinasi Kuda

0
866

SURABAYA, test.test.bisniswisata.co.id: MENYEMARAKKAN Tahun baru Cina yang jatuh pada Senin (8/2/2016) , Sanaya Batik mempersembahkan batik dengan motif bernuansa Imlek. Batik Imlek didominasi warna merah yang identik dengan warna kebesaran dalam budaya Tiongkok. Merah dipercaya sebagai simbol keberuntungan dan ungkapan suka cita atas datangnya tahun baru.

“Kami mengkombinasikan merah dengan warna gold yang merupakan simbol kekayaan dan kejayaan pada masyarakat Tiongkok. Pada zaman dulu, warna gold hanya digunakan oleh raja dan bangsawan,” papar Mirna Paramita, CEO Sanaya dalam keterangan, Selasa (09/02/2016).

Mengingat, Imlek tahun ini bershio kera atau monyet, batik desain Sanaya bermotif hewan ini dikombinasi kuda. Konon monyet merupakan shio yang paling cerdas diantara semua shio. Kemampuan strategi dan kegesitan monyet adalah salah satu kelebihannya, sebingga diyakini akan membawa keberutungan dalam usaha atau bisnis.

Sedangkan kuda simbol kecepatan dan ketangkasan. Kombinasi kuda dan monyet merupakan paduan yang sempurna, yang menjadi lambang bahwa dalam bisnis kita harus menerapkan strategi, gesit, tangkas dan responsif dalam dunia usaha agar mendapat kelancaran dan keberuntungan pada tahun ini.

Sanaya menambahkan ornamen flora pada motif batik Imlek berupa dua pohon bambu. Bambu termasuk jenis rumput-rumputan, sederhana namun bermanfaat. Selain membuat rindang, batang bambu bisa dijadikan anyaman yang indah. Hendaknya kita seperti bambu menjadi pribadi sederhana namun bermanfaat bagi banyak orang.

Pohon bambu juga tahan terhadap terpaan angin karena batangnya mengikuti tiupan angin. Begitupun dalam kebidupan ini, kita hendaknya menjadi pribadi yang luwes, bisa mengikuti perkembangan dan perubahan sehingga tetap kuat dan eksis dalam kehidupan ini.

Makna pohon bambu yang berjumlah dua pada batik tersebut adalah semua di dunia ini berpasangan agar selaras. Ada suka, ada duka. Ada sedih, ada banagia. Ada siang, ada malam. Semua saling melengkapi sehingga tercipta keharmonisan hidup. “Secara keseluruhan, motif batik Imlek kali ini melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, kebaikan dan harmonisasi kehidupan. Hal ini bisa terwujud dengan menjaga keselarasan, menjadi pribadi yang sederhana, luwes dan gesit menghadapi zaman,” ujarnya.

Sanaya memadukan batik Imlek dengan perhiasan dari UMA Art Stone Jewellery. Aurellia Agatha Sylvia, Founder UMA, mengatakan batik Imlek akan membuat pemakainya tampil lebih cantik dengan perhiasan yang serasi. “Saya rancang perhiasan ini dari batu akik, citrine, jasper, quartz dan jade. Didominasi warna-warna cerah, antara lain emas dan biru,” ujarnya. (*/k)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here