Basuki Berambisi Ciliwung Jadi Wisata Sungai

0
1119
Sungai Ciluwung (foto: merdeka.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menilai sungai Ciliwung yang berkelok-kelok sangat cokok untuk wisata sungai. Apalagi ada tebing batu cadas yang sangat bagus panjangnya sekitar 8 hingga 9 kilometer.

“Saat saya menyusuri sungai Ciliwung, saya menilai lebih cocok untuk wisata sungai. Di sana punya tebing bagus. Saya pastikan 8-9 kilometer tidak boleh dipasang sheetpile karena ada tebing batu cadas yang bagus, saya mau pastikan itu,” papar Gubernur DKI usai susuri sungai Ciliwung di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (18/05/2016).

Dikatakan, semula sungai Ciliwung direncanakan untuk transportasi air, dengan harapan mengurangi kemacetan di jalan raya. Ternyata, tidak bisa diterapkan. Selain jalannya berbelok-belok juga membutuhkan jarak tempuh yang lebih lama

“Jadi untuk transportasi sungai tidak mudah, karena jalan masih lebih cepat daripada pakai sungai perahu bolak-balik,” komentarnya sambil menambahkan waktu tempuh melalui sungai juga lebih lama dan lebih cepat melalui darat.

Karena itu, sambung Gubernur, sungai Ciliwung dijadikan lokasi wisata alam. Jika sudah menjadi wisata sungai, salah satu lokasi yang bisa dijadikan tempat pemberangkatan adalah di kawasan Kampung Pulo yang saat ini sudah dipasangi turap.

Juga di beberapa alur sungai ada apartemen swasta sehingga mereka bisa membuat taman dari apartemennya menuju sungai Ciliwung. Taman ini yang mengelola dan merawat yang apartemen itu sendiri. “Kami cuma ingin Ciliwung ini menjadi berkah bagi warga Jakarta, bukan bencana,” pungkasnya

Disisi lain, warga yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung yang harus direkolasi. Karena sebagian warga melakukan reklamasi, yang mengurangi lebar sungai. Nantinya bangunan yang ada di atas sungai harus dibongkar. “Yang reklamasi harus bongkar semua,” tandasnya.

Gubernur Basuki melanjutkan untuk menjadi destinasi wisata sungai, beberapa sungai di Ibukota akan dibuat bening dan bersih dari sampah. Kini beberapa di antara telah bersih dan menjadi lokasi berenang oleh warga sekitar.

“Bagus kalau sekarang bisa buat berenang, yang penting nggak ada beling. Makanya kami mau buat yang bisa berenang seperti di Rindam, Kalijodo sama Kali Besar Barat,” jelasnya.

Salah satu sungai yang sudah dimanfaatkan sebagai arena berenang oleh warga sekitar yakni di aliran anak Sungai Ciliwung, di belakang Gedung Lindeteves Trade Centre (LTC) Glodok, Jakarta Barat.

Menurut Basuki, selain dibersihkan dari sampah, air kawasan tersebut bisa bening karena Pintu Air Ciliwung Lama selalu dibuka, sehingga debit air lebih besar.

“Selain dibersihin sampahnya, kami mulai buka pintu Ciliwung lam. Airnya nggak lari ke Pintu Air Manggarai semua, sebagian larinya ke Istiqlal, dari Istiqlal dibagi ke Gunung sahari dan Gajah Mada-Hayam Wuruk. Di situ kami bersihin sampahnya,” ucapnya.

Agar lebih aman, Basuki mengaku ke depannya akan menggunakan sistem sirkulasi seperti yang digunakan di kolam renang untuk menjaga kejernihan air. Sehingga anak-anak yang bermain di sekitar sungai lebih aman.

“Jadi nanti semua bening, orang bisa main air. Kami pakai sirkulasi kolam renang di situ. Kita mau pola kayak kolam renang,” harapnya. (endy)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.