Baru dua dari 30 negara penerima bebas visa kunjungan ke Indonesia berminat berikan layanan resiprokal

0
1016
Wisatawan dari negara-negara Eropa, Amerika Serikat, Jepang, Timur Tengah mulai Juli 2015 mendapatkan fasilitas bebas visa kunjungan wisata) (Foto: googwew.blogspot.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Baru dua dari 30 negara yang diberikan bebas visa kunjungan wisata ke Indonesia memberikan perhatian serius dan kesungguhan untuk memberikan pelayanan resiprokal bagi wisatawan Indonesia ke negaranya.

“Kalau ibaratnya Indonesia ini sebagai cowok, maka cewek yang sudah membalas naksir untuk balik memberikan bebas visa bagi kita ke negaranya yaitu Jepang dan yang masih malu-malu merespons adalah China,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, hari ini.

Kementrian Pariwisata, ujarnya, telah mengajukan bebas visa kunjungan wisata bagi 30 negara dan kebijakan itu telah ditandangani oleh Presiden Jokowi pada 9 Juni 2015 lalu yang diharapkan mulai berlaku awal Juli tahun ini. Dengan demikian total negara yang mendapatkan bebas visa kunjungan wisata ( BVKW) menjadi 45 negara karena sebelumnya pemerintah telah memberikan bebas visa bagi 15 negara.

“Kita bersikap pro-aktif saja dulu, nanti lama-lama akan banyak yang naksir kok… Kebijakan bebas visa bagi 30 negara ini adalah dari negara-negara Eropa, Timur Tengah, Amerika Serikat, Jepang dan negara di kawasan Asian lainnya. Hal yang pasti adalah kita berikan bebas visa kunjungan bagi negara yang wisatawannya banyak berkunjung ke Indonesia,” tambahnya.

Menurut Menpar, yang berhak mengumumkan dan mensosialisasikan 30 negara yang mendapatkan bebas visa baru adalah Kementrian Hukum dan HAM. Pihaknya juga akan mempromosikan kebijakan baru itu pada negara-negara yang banyak mendatangkan wisman ke Indonesia seperti Singapura melalui kedubes RI dan VITO atau Visit Indonesia Tourisme Officer setempat.

Jika membidik Singapura misalnya, di negara jiran itu ada sedikitnya 1,3 juta ekspatriat dan sekitar 8 juta pemegang paspor Asean sehingga untuk mendatangkan lebih banyak wisman targetnya memang negara yang menjadi kantong-kantong wisman.

“Dari kebijakan itu diharapkan tahun ini Indonesia akan mendapatkan tambahan 1 juta wisman atau minimal 500.000 orang mengingat kebijakan dan efektifnya sudah dipertengahan tahun. Kalau bisa mendapatkan tambahan 1 juta wisman maka devisa yang kita peroleh juga tambah US$1 miliar,” jelas Arief Yahya.

Menyinggung pintu masuk mana saja yang telah ditetapkan pemerintah, Menpar kembali mengingatkan bahwa hal itu adalah wewenang dari Kemenhum dan HAM namun lima bandara internasional yang selama ini arus kunjungan wismannya tinggi adalah Jakarta, Denpasar, Kepri, Medan dan Surabaya serta ada tiga pelabuhan utama lainnya.

Negara penerima BVKW

Kebijakan itu juga untuk meningkatkan hubungan Republik Indonesia dengan negara lain dan untuk memberikan manfaat dalam pembangunan nasional, Presiden Joko Widodo pada tanggal 9 Juni 2015 telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2015 tentang Bebas Visa Kunjungan.

Menurut Perpres ini, Orang Asing warga negara dari negara tertentu dibebaskan dari kewajiban memiliki Visa kunjungan untuk masuk Wilayah Indonesia dalam rangka kunjungan Wisata. Selain itu, Orang Asing warga negara dari negara tertentu sebagaimana dimaksud dapat masuk ke Wilayah Indonesia melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi tertentu.

Menurut Perpres ini, Orang Asing warga negara dari negara tertentu dan pemerintah wilayah administratif khusus dari negara tertentu yang telah diberikan bebas Visa kunjungan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2003 sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2011 dinyatakan tetap berlaku.

Dalam lampiran Perpres tersebut dicantumkan nama-nama 30 negara yang dinyatakan bebas Visa kunjungan untuk Tempat Pemeriksaan Imigrasi tertentu, yaitu: RRT, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru, Meksiko, Inggris, Jerman Perancis, Belanda, Italia, Spanyol, Swiss, Belgia, Swedia, Austria, Denmark, Norwegia, Finlandia, Polandia, Hungaria, Ceko, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Oman, dan Afrika Selatan.

Sementara Tempat Pemeriksaan Imigrasi tertentu yang bebas memberika Visa kunjungan kepada Orang Asing dari negara tersebut adalah: Bandara Soekarno Hatta (Jakarta), Ngurah Rai (Bali), Kuala Namu (Medan), Juanda (Surabaya), Hang Nadim (Batam), Pelabuhan Laut Sri Bintan, Pelabuhan Laut Sekupang, Pelabuhan Laut Batam Center, dan Pelabuhan Laut Tanjung Uban (Riau).

Adapun negara tertentu dan pemerintahan administrasi tertenu yang dinyatakan bebas Visa kunjungan ke Indonedia ada 13 (tiga belas), yaitu: Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Chili, Maroko, Peru, Vietnam, Ekuador, Kamboja, Laos, dan Myanmar.

Sedang Pemerintahan Administratif Khusus dari negara tertentu yang bebas Visa kunjungan ke Indonesia sebagai tertuang dalam lampiran Perpres itu ada 2 (dua), yaitu Hongkong dan Makao. (hildasabri@yahoo.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.