Bank Indonesia Keluarkan 6 Rekomendasi Wisata KTI

0
588
Pantai Kolbano Kuoang NTT belum terjamah wisatawan (Foto: http://fotowisata.com)

MANADO, test.test.bisniswisata.co.id: Bank Indonesia mengeluarkan enam rekomendasi kebijakan di sektor pariwisata terutama untuk kawasan timur Indonesia (KTI), sebagai bagian prioritas pengembangan 10 destinasi wisata Indonesia. Mengingat, industri pariwisata mampu menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru dan menjadi strategi khusus untuk mendukung ekonomi saat ini.

“Rekomendasi pertama, dibutuhkan komitmen dari pemerintah untuk percepatan realisasi infrastruktur. Pemerintah harus bisa siapkan infrastruktur yang memadai , Kedua peningkatan SDM pariwisata yang friendly,” papar Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam diskusi publik “Memperkuat Peningkatan Daya Saing Industri Pariwisata Sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru” di Manado, Jumat (2/9/2016).

Ketiga, lanjut dia, sinergi pemerintah pusat dan daerah agar mempercepat pembangunan dan pemanfaatan teknologi informasi (IT) untuk efisiensi perluasan cakupan promosi pariwisata Indonesia yang lebih maju, cepat dan mendunia. “Dalam mengembangkan destinasi wisata pemanfaatan teknologi menjadi penting untuk menyebarkan informasi secara efisiensi,” lontarnya.

Keempat, pembangunan jaringan integrasi transportasi antar destinasi wisata di Kawasan Timur Indonesia dengan menjadikan pelabuhan dengan comparative advantage tertinggi sebagai Hub. Kelima, menambah bandara yang melayani penerbangan internasional khususnya ke daerah terdekat dengan destinasi wisata. “Bandara ini harus diprioritaskan mereka yang dekat dengan titik-titik destinasi wisata,” sarannya.

Terakhir rekomendasi keenam adalah menambah jumlah pelabuhan yang disinggahi kapal pesiar. “Serta penyiapan infrastruktur maupun SDM yang dapat melayani turis mancanegara yang berkunjung melalui kapal pesiar,” terang Perry.

Menurutnya, pariwisata perlu didukung enam hal ini supaya bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. “Bank Indonesia menilai secara umum pariwisata layak untuk dijadikan salah satu penggerak roda perekonomian utama. Saat ini bukan lagi waktunya Indonesia menggantungkan pertumbuhan ekonomi dari perdagangan komoditas mengingat tak sedikit yang ekspor dan harganya merosot,” sambungnya.

Ditambahkan, untuk mengoptimalkan daya saing pariwisata tersebut, perlu kerjasama seluruh pihak terkait, baik Bank Indonesia, pemerintah dan otoritas daerah lainnya, pengusaha dan akademisi. Dengan sebuah harapan agar pariwisata Indonesia lebih maju dan dikunjungi wisatawan mancanegara lebih banyak lagi. (*/BBS)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.