Banjarnegara Ajak Masyarakat Bangun Desa Wisata

1
1313
Kerajinan Keramik di Desa Wisata Banjarnegara

BANJARNEGARA, test.test.bisniswisata.co.id: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Banjarnegara, Jawa Tengah mendorong masyarakat untuk berinisiatif membangun desa wisata. Ada beberapa wilayah di Banjarnegara yang sebenarnya berpotensi berkembang sebagai desa wisata, salah satunya di Kecamatan Purwareja Klampok yang terkenal sebagai sentra kerajinan keramik.

“Sayangnya, hingga kini masyarakat belum berinisiatif untuk membangun desa wisata. Padahal, ekonomi kreatif yang dikembangkan di wilayah tersebut sangat potensial untuk mendukung keberadaan desa wisata. Klampok yang ada sentra keramik mestinya dapat dibangun desa wisata. Kami mendorong agar di sana ada desa wisata,” jelas Kepala Dinbudpar Banjarnegara Aziz Achmad di Banjarnegara, Selasa (08/12/2015)

Hingga saat ini di Banjarnegara telah ada tujuh desa wisata, yakni Desa Dieng Kulon, Kepakisan, Karangtengah, dan Pekasiran, Kecamatan Batur, Desa Giritirta, Kecamatan Pejawaran, serta Desa Gumelem Kulon dan Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan. Selain itu, kata dia, pihaknya mendukung rintisan desa wisata di beberapa desa, antara lain Kutayasa, Kecamatan Madukara, dan Singamerta, Kecamatan Sigaluh.

“Kedua desa itu berdekatan dengan lokasi wisata minat khusus arung Jeram Sungai Serayu. Kemudian Desa Glempang, Kecamatan Mandiraja, yang menyiapkan agrowisata hortikultura durian,” ungkap dia.

Ia berjanji pihaknya terus berupaya memfasilitasi pengembangan desa wisata di wilayah rintisan tersebut diantaranya dengan menggelar berbagai kegiatan seperti festival durian. Melalui kegiatan-kegiatan yang digelar di rintisan desa wisata, dia mengharapkan adanya gerakan sapta pesona pariwisata yang dipahami, dimengerti dan dilaksanakan oleh kelompok sadar wisata di desa itu. “Kami menyambut baik pembangunan desa wisata yang lahir atas inisiatif masyarakat,” lontarnya. (*/e)

1 KOMENTAR

  1. sangat setuju pak Endy
    Potensi wisata di sekitar Kec. Purwareja Klampok sangat banyak :
    * wisata sejarah kota lama dengan rintisan Kota Pusaka dan Feskola-nya
    * Wisata Belanja dan Edukasi dari anak paud s/d Mahasiswa dengan usaha Keramiknya
    * Wisata Budaya dengan Gending Tengah Sawah Rintisan Desa Wisata Pagak
    * Wisata kuliner : ada tahu Kiringan, Rujak Mbok Sitar, Sate gulai, Ayam Goreng Moroseneng dll
    * Wisata sungai serayu; dari pada diambil pasirnya pake bego yang hanya kepentingan sesaat
    mending dijadikan tempat wisata yang rejekinya mengalir sepanjang masa bagi sekelilingnya
    * Dan lain lain…… ndak kebanyakan usul malah jadi bikin pusing yoo pak

    Pada prinsipnya menjadikan daerah tujuan wisata banyak sekali keuntungannya karena dampak multy player efeknya bagi perekonomian warga sangan besar dari mulai usaha yang paling kecil sampai usaha besar, dari pekerja jasa yang paling sederhana sampai usaha jasa yang modern, karena pembeli atau konsumennya harus datang untuk bisa menikmatinya dan tidak dapat dibawa pulang kecuali souvenir dan kenangannya yang akan dibagikan kepada handai tolan lewat cerita maupun medsosnya. Apalagi dengan lagi dibangunnya Bandara Wirasaba harusnya Klampok disiapkan jadi kota satelitnya wilayah Barlingmascakeb karena merupakan kota terdekat dari bandara Wirasaba, jangan sampai hanya dapat bisingnya udara. Wisata juga usaha yang tidak bisa dibatasi oleh aturan wilayah jadi siapa saja yang bisa memberi daya tarik, melayani, memberi kesan yang baik mereka yang akan mendapatkan manfaat secara terus menerus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.