Bandara Toraja Permudah Akses Wisatawan

0
2065
TORAJA, 31/12 - KUBURAN BATU. Wisatawan mengunjungi kuburan batu Lemo di Toraja, Sulsel, Sabtu (31/12). Kuburan batu berusiah ratusan tahun itu merupakan salah satu objek wisata Toraja yang banyak dikunjungi wisatawan manca negara maupun wisatawan lokal. (FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)

TANA TORAJA, test.test.bisniswisata.co.id: Destinasi wisata Tana Toraja memang menarik. Sayangnya, tak mampu menarik wisatawan lebih banyak. Kondisi ini akibat terbatasnya akses menuju obyek wisata. Jalur darat membuat waktu tempuh perjalanan menjadi lebih lama, 10 jam dari Makassar. Transportasi udara tidak ada, karena Bandara Man‎gkendek Toraja bertahun-tahun mangkrak karena permasalahan pembebasan lahan.

Pemerintah Daerah (Pemda) Tana Toraja dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyadari pentingnya potensi wisata yang dapat menggerakkan perekonomian daerah dan rakyat. Karena itu, pemerintah optimistis, Bandara Man‎gkendek Toraja bisa beroperasi setelah masalahan pembebasan lahan bisa diselesaikan.

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Tana Toraja, Jufri Rahman mengatakan, sampai saat ini pihaknya fokus membebaskan lahan yang akan digunakan untuk pengembangan bandara. Bahkan landasan bandara akan diperpanjang menjadi 2 kilometer agar bisa didarati pesawat berbadan lebar.

“Masalahnya sekarang adalah lahan yang akan dipakai itu rata-rata tanah tongkonan (rumah tradisional masyarakat Toraja). Sehingga butuh waktu lama untuk pembebasannya, mereka harus bermusyawarah sebelum mengambil keputusan. Intinya kami sudah siapkan pembayaran,” kata Jufri, seperti dikutip laman Antaranews, Selasa (10/11/2015).

Masalah lain adalah adanya beberapa makam yang harus dipindahkan. Selain masalah tempat pemindahan yang belum jelas dari keturunan, mereka harus melakukan serangkaian prosesi adat pemindahan jenazah tersebut.

Jika bandara rampung dikerjakan, lanjut dia, wisatawan dari luar, misalnya dari Jakarta bisa langsung mengakses Tana Toraja tanpa harus singgah di Makassar. Tentunya dengan semakin mudahnya akses tersebut, wisatawan diharapkan bertambah dan meningkatkan. “Jadikan mereka lebih gampang datang ke Toraja. Dari Jakarta atau Bali juga bisa mengakses langsung. Kami menyadari keberadaan bandara akan mempermudah akses wisatawan,” ungkap Jufri.

Bupati Toraja Utara Frederik Batti Soring menuturkan, pihaknya menargetkan 100 ribu wisatawan mancanegara (wisman) di tahun 2015. Saat ini, wisman yang mendominasi kunjungan ke Toraja berasal dari Prancis, Spanyol dan Belanda.

“Tana Toraja dan Toraja Utara adalah satu, kami hanya dipisahkan oleh batas administrasi. Saat ini Toraja masuk 13 destinasi tujuan wisata yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata, mudah-mudahan kita menjadi yang kedua setelah Bali,” kata Frederik. (marcapada2015@yahoo.co.id)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.