Bandara Ngurah Rai Ditutup, 445 Penerbangan Terdampak

0
436
wisman di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. (Dewi/Liputan6.com)

DENPASAR, Bisniswisata.co.id: Kepala Humas PT Angkasa Pura I Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim mengakui sebanyak 445 penerbangan terdampak akibat penutupan Bandara Ngurah Rai Bali, yang bersumber dari bencana alam erupsi Gunung Agung.

Penerbangan yang terdampak itu terdiri dari 196 penerbangan internasional dan 249 penerbangan domestik. Dengan rincian, kedatangan internasional 97 penerbangan dan keberangkatan internasional 99 penerbangan. Juga, kedatangan domestik 124 penerbangan dan keberangkatan domestik 125 penerbangan.

“Penumpang yang terdampak mencapai puluhan ribu. Dan untuk penerbangan sementara yang terdampak 445 penerbangan dengan total penumpang lebih kurang 59.000 penumpang,” kata Arie dalam keterangan resminya, Senin (27/11/2017).

Penumpang yang telanjur tiba di bandara dialihkan melalui jalur darat menggunakan bus ke bandara terdekat, baik ke Lombok maupun Jawa Timur, sambungnya.

Hasil pengamatan di Bandara Ngurah Rai, partikel abu sangat tipis pada pengamatan pukul 05.30 Wita. Namun, ruang udara tertutup abu vulkanik sehingga otoritas penerbangan mengambil keputusan bandara ditutup selama 24 jam. “Secara visual di bandara abunya tipis, tapi di ruang udara abu vulkanik sangat tebal. Sebelum penutupan, sejumlah penerbangan membatalkan penerbangan,” kata Arie.

Sejak Senin (27/11/2017), secara resmi Bandara Ngurah Rai ditutup sejak pukul 07.00 Wita sampai Selasa (28/11/2017) atau selama 24 jam. Keputusan ini dituangkan dalam notam A4242/17 NOTAMN AD CLSD DUE TO AGUNG VOLCANIC ASH, CREATED: 26 Nov 2017 23:15:00. Walau terbit pada 26 November 2017, tetapi penutupan bandara diberlakukan sejak Senin pagi.

Direktur Operasi AirNav Indonesia, Wisnu Darjono, menjelaskan Notam berisi perihal waktu dan alasan penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. “Abu vulkanik Gunung Agung telah menutup ruang udara di atas Denpasar, sehingga dikarenakan alasan keselamatan, ruang udara tidak dapat digunakan sehingga operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ditutup sementara,” katanya.

Pada Notam diterbitkan, penutupan berlangsung hingga pukul 07:00 WITA besok, Selasa (28/11). Namun perkembangan situasi terkini dan update informasi dari pihak-pihak terkait seperti BMKG dan PVMBG akan selalu kami perbarui kepada para stakeholder penerbangan melalui Notam terbaru, sambung Wisnu.

Diakui, penerbangan Internasional dan domestik terdampak atas penutupan bandara internasional tersebut. Pesawat yang terbang baik domestik maupun internasional tujuan Denpasar yang tengah mengudara saat ini, akan dialihkan ke bandara-bandara terdekat seperti Jakarta, Makassar, atau Surabaya.

Wisnu menambahkan bahwa stakeholder di lapangan terus berkoordinasi dan bersinergi secara aktif dalam menangani kondisi ini. “Kami terus meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk meminimalisir dampaknya terhadap konektivitas di ruang udara Indonesia. Kami juga memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia khususnya untuk seluruh personel yang tengah bertugas menangani kondisi saat ini dan situasi Gunung Agung dapat segera kondusif,” pungkas Wisnu.

Pantauan aktivitas Gunung Agung pada Senin pagi menunjukkan, angin bertiup lemah ke arah timur dan selatan membawa serta partikel abu vulkanik. Letak Bandara Ngurah Rai memang berada di arah barat daya Gunung Agung. Namun, embusan abu menutupi langit bagian timur Bali yang merupakan ruang terbang pesawat, baik yang dari maupun menuju Bandara Ngurah Rai. (BBS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.