Banda Aceh Siap Menjadi “World Islamic Tourism”

0
969
Dari Kiri ke kanan, Illiza Sa'aduddin, Arief Yahya, dan Poernomo Siswoprasetijo pada peluncuran Banda Aceh sebagai World Islamic Tourism di Jakarta, Selasa (31/3/15). Foto. Hilda

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Letak kota Banda Aceh yang strategis sebagai pintu masuk di Selat Malaka membuat pemerintah kota bekerja sama dengan Pacific Asia Travel Association (PATA) Indonesia menjadikan Banda Aceh sebagai Pusat Wisata Islami Dunia.

Berbagai objek wisata religi, tsunami, heritage, dan adat istiadat yang kaya, Aceh menjadi salah satu kota tujuan wisata nusantara dan mancanegara.

“Kami melihat setiap daerah di Indonesia mempunyai keunggulan sebagai city branding. Banda Aceh sebagai branding yang bisa diangkat oleh PATA sebagai destinasi wisata Islami dunia,” ujar CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo dalam sambutannya pada peluncuran pariwisata Banda Aceh sebagai World Islamic Tourism di Jakarta, Selasa (31/3/15).

aceh2Menurutnya PATA tertarik mempromosikan kota Banda Aceh sebagai ikon kota Islamic dunia karena kekayaan budaya, sumber daya manusia, dan syariat Islamnya yang telah didengungkan warga Aceh.

PATA salah satu organisasi traveler dunia yang berdiri pada 1951 dan berkantor di Bangkok, Thailand. Memiliki 1.110 pelaku industri pariwisata dari 42 negara.

PATA Indonesia merupakan asosiasi yang berperan dalam pengembangan industri tourism dan destinasi di kawasan asia pacific yang akan mendorong pertumbuhan berbagai destinasi wisata di Tanah Air guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara ke destinasi wisata di Indonesia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pada kesempatan tersebut menegaskan, “Banda Aceh akan laku dengan positioning Banda Aceh sebagai kota wisata Islami dunia. Sektor agama dan budaya Aceh memiliki koneksi kuat untuk dijual sebagai wisata”.

Menurutnya Bali dengan filosofi kekuatan ajaran agama, budaya, dan pariwisata yang bersatu. Aceh juga kuat daya tariknya dengan produk wisata alam dan proses ajaran kebudayaan religi syariat islamnya.

“Kementerian Pariwisata akan membantu promosi destinasi wisata Banda Aceh melalui branding Banda Aceh sebagai kota wisata Islami dunia. Mengangkat beberapa event wisata yang ada di sana, dan penjualan akan diupayakan melalui pameran dan memberikan diskon harga untuk mengangkat minat wisatawan nusantara dan mancanegara,” ungkapnya.

Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan, “Banda Aceh memiliki visi sebagai kota madani di Indonesia dan merupakan satu-satunya wilayah di Indonesia yang diberi amanat syariat Islam”.

Kota Banda Aceh menurutnya telah memenuhi kebutuhan dasar wisatawan muslim. Dilihat dari pengalaman wisata yang islami, banyaknya kuliner yang diolah dan disajikan secara halal, murah, aman, dan memadai, serta keramahtamahan penduduk dalam menyambut wisatawan.

aceh3Illiza menambahkan tsunami sepuluh tahun lalu telah menggugah berbagai negara seluruh dunia membantu merehablilitasi dan merekonstruksi pembangunan kembali Aceh.

“Masjid Raya Baiturrahman sebagai landmark Banda Aceh pun tahun ini akan dibangun layaknya masjid seperti di Madinah. Target penyelesaian di 2017,” ungkap Illiza lebih lanjut.

Dikatakannya Banda Aceh siap sebagai kota wisata Islami didukung dengan kota yang kini telah menjadi smart city karena keberadaan wifi di seluruh kota Banda Aceh.

Banda Aceh menurutnya juga meraih peringkat The Best Champion untuk kategori Overall Society pada ajang IDSA tahun 2014. Kota yang ramah akan teknologi ini akan mempermudah wisatawan dalam mengakses informasi kota.

“Keberadaan wifi mulai di hotel, sekolah, masjid, warung kopi hingga becak. Artinya masyarakat kami telah peduli dan sadar akan wisata dan kebutuhannya,” tegasnya.

Illiza yakin Aceh memiliki potensi untuk memudahkan pemerintah pusat membangun wisatanya dan berpesan agar pemerintah membantu menghilangkan stigma akan aturan yang menyulitkan wisatawan saat berkunjung ke Aceh. “Stigma yang belum hilang seperti ganja dan teroris,” ungkapnya.

Banda Aceh memiliki wilayah seluas 61.36 km persegi dengan populasi 263.589 juta penduduk. Hingga kini, Banda Aceh menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan secara maksimal.

Pada kesempatan tersebut PATA Indonesia Chapter juga meresmikan PATA Indonesia Chapter Regional Aceh (PICAR) sebagai perwakilan PATA Indonesia Chapter di wilayah Provinsi Aceh. (evi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here