Bali sebagai Island of Love Harus Diwujudkan

0
760
Turis asing gelar pesta pernikahan di Bali (Foto: www.linimedia.com)

DENPASAR, test.test.bisniswisata.co.id: Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung mendesak Pemerintah Provinsi Bali agar serius mempromosikan Bali sebagai The Island of Love. Julukan baru bagi Bali sering diutarakan Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Julukan ini sudah terkenal. Mengingat, banyak pernikahan dilangsungkan di Bali. Apalagi Bali Weeding Asociation sudah berdiri dan event organizer dari luar Bali terus melakukan sesi pernikahan di Bali.

“Juga anyak kapal datang dari luar negeri menggelar weeding di Bali, karena wisatawan ingin melaksanakan weeding di Bali. Sehingga, wisatawan menjuluki Bali sebagai Island of Love. Ini potensi pariwisata. Harus dimaksimalkan, diwujudkan” kata Ketua BPPD Kabupaten Badung I GN Suryawijaya, di Denpasar, Jumat (08/07/2016).

Menurutnya, Bali jangan hanya dikenal sebagai destinasi wisata budaya, spiritual, water sport, kuliner, agrowisata dan desa wisata. Tanpa dilengkapi destination of love, akan jadi komplit jika seandainya desa wisata, agrowisata, dan desitinasi lainnya disandingkan dengan weeding ceremoni.

“Village tourism ini kan bisa untuk weeding ceremonial, juga lainnya bisa dikawinkan. Daripada mereka sewa villa mahal, kan bisa melakukan weeding di desa wisata. Sehingga, bisa memeratakan persebaran wisatawan. Asalkan jangan ceremonial itu nantinya ada unsur penistaan agama dengan ikut melaksanakan prosesi menikah seperti masyarakat Hindu Bali, nah itu harus dikontrol tegas,” jelasnya.

Pariwisata di Bali, sambung dia, harus berkembang dinamis dan terus dikembangkan sesuai kekinian. Demi menunjang pariwisata di Bali, agar tidak terjadi kebosanan. “Jangan mengandalkan meeting and leasure saja. Bali harus terus berinovasi. Jika itu bisa dilakukan saya yakin Bali meningkat dikunjungi wisatawan sekitar 10-15%,” ucapnya.

Apalagi sekarang sudah bebas visa di beberapa negara dan aksesibitily penerbangan sudah mulai digalakkan dan masih bisa dimanfaatkan untuk memperluas pangsa pasar, lontarnya seperti diunduh laman Mediaindonesia.com.

Dijelaskan, Bali the island of love hanya salah satu destinasi ikon, yang dipromosikan kepada wisatawan, berbeda dengan branding Bali. Dimana dengan rebranding Bali, di dalamnya ada satu event atau destinasi weeding ceremony.

Hal itu hanya bisa dicapai, jika pemerintah mengembangkannya dengan bersinergi pihak ketiga. Caranya mempersiapkan infrastruktur, sehingga investor akan datang. Sehingga ekonomi jalan dan berdampak kesejahteraan bagi masyarakat.
“Apapun yang dibangun di Bali harus ada manfaatnya bagi masyarakat, jangan sampai membangun investasi yang prestisius dan mengundang investor luar, tapi meminggirkan masyarakat Bali,” pungkasnya. (*/MIO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.