Bali Buleleng Dive Festival Ajang Promosi Biota Laut

0
865
Dari kiri ke kanan, Putu Agus Suradnyana, Arief Yahya, Esthy Reko Astuty, dan Agung Prana saat jumpa pers "Bali Buleleng Dive Festival" di Jakarta, Kamis (15/10/15).

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Alunan musik gitar dan flute player yang dimainkan musisi dari Buleleng, Bali mewarnai ruangan Balairung, Gedung Kementerian Pariwisata (Kemenpar)

Dilanjutkan dengan satu buah lagu dari suara emas penyanyi dan pencipta lagu, Trie Utami membuat suasana ruangan Balairung tampak berbeda. “Baru kali ini saya naik ke panggung yang dihiasi dengan pasir, dan ini mengingatkan saya akan Bali Utara, khususnya di Desa Pemuteran Buleleng,” ujar Trie Utami sebelum acara Jumpa Pers “Bali Buleleng Dive Festival” di Kemenpar, Jakarta, Kamis (15/10/15).

Trie mengatakan, “Saya ingin memberikan penghargaan kepada Bapak Agung Prana yang telah membangun terumbu karang di Pemuteran dan akan mendukung dive di Teluk Pemuteran Buleleng”.

Sebagai langkah strategis mempromosikan Bali Utara yang memiliki potensi wisata bahari, Kemenpar mendukung event Bali Buleleng Dive Festival yang akan digelar di Teluk Pumeteran, Bali pada 23-26 Oktober 2015.

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana dalam sambutannya mengatakan, “Masyarakat Buleleng pelan-pelan sudah sadar tentang pariwisata. Maka untuk kali pertama, Kabupaten Buleleng siap menyelenggarakan festival bawah laut yang disebut-sebut pertama di Indonesia, Buleleng Bali Dive Festival”.

“Buleleng itu bervariasi, ada air terjun, danau, pantai dan bawah laut. Apalagi, kita wilayah paling luas hampir sepertiga Bali,” tegasnya.

Agenda kegiatan festival tersebut, terdiri dari kegiatan underwater, pemandangan bio rock, workshop, pameran, kuliner dan masih banyak lagi. Pada menjelang event ini hotel-hotel dan penginapan di Buleleng sudah hampir full booking.

“Festival ini memang bertujuan untuk tetap mendatangkan banyak turis asing dan lokal karena bulan Oktober bulannya Buleleng low season,” ungkap Putu Agus.

Menurut Arief, Ia sering mencontohkan Desa Pemuteran di sela-sela acara. “Saya sudah datang ke Pemuteran, terumbu karangnya bagus-bagus. Di saat ada acara-acara saya mengatakan dengan memberi contoh semakin dilestarikan semakin menyejahterakan, contohnya Desa Pemuteran ini”.

Bali menurutnya dijadikan destinasi utama. 40 persen dari Bali dengan 4 juta wisman dan 8 juta wisnus. Wisatawan Bali harus dikembangkan ke Bali Barat dan Bali Timur.

Sementara pada kesempatan yang sama Founder Karang Lestari Foundation Pemuteran, Agung Prana, mengatakan, “Saya kembangkan model, rehabilitas bersama tokoh masyarakat membuat terumbu karang dengan kesabaran. Ketika berkembang dibantu dengan teknologi yang dapat mempercepat terumbu karang”.

“Potensi alam yang dilestarikan akan menjadi pariwisata yang berkembang, dan harus disinerjikan dengan laut dimana terumbu karang memiliki potensi yang besar,” tutur Agung. (evi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.