Bagi Pecinta Kucing Kini Hadir “Cutie Cats Cafe” di Indonesia

0
5529

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Apakah Anda bagian dari pecinta hewan kucing yang tidak bisa memeliharanya namun ingin bermain dengan hewan tersebut?.

Bermain dengan kucing dipandang sebagai salah satu cara untuk berelaksasi dan melepas kepenatan bagi mereka yang sehari-harinya memiliki aktivitas padat.

Kini Cutie Cats Café yang mulai dibuka pada 12 Februari 2015 lalu menawarkan para pecinta kucing untuk dapat bermain bersama kucing-kucing yang cantik nan jinak, dan terjamin kesehatan serta kebersihannya.

Cutie Cats Café yang terletak di The House of Pika Pika Lantai 2, Jalan Kemang I No 12F, Jakarta Selatan ini menawarkan konsep kafe kucing yang terintegrasi bersama kucing sekaligus mempelajari tingkah polah belasan hewan menggemaskan yang berasal dari beragam ras ini.

cat lia
Lia Kurtz, founder Cutie Cats Cafe tampak bermain dengan salah satu kucing kesayangannya. (Foto. evi)

Di kafe ini pengunjung dapat bermain dengan kucing yang bernama Candy, exotic betina yang senangnya tidur saja mengingat usianya paling tua diantara kucing-kucing lainnya.

Lalu ada Karamello (Maine Coon, Jantan dengan usia 2 tahun), Mr Kenji (Persia, Jantan usia 6 tahun), Bumble (Lokal, Betina usia 1 tahun), Lola (Himalayan, Betina usia 5 bulan), dan masih banyak lainnya.

Selain itu, di Cutie Cats Café terdapat Mama Cat’s Kitchen. Kafe ini tidak seperti kafe-kafe lainnya yang menyediakan menu makanan utama seperti nasi dan lauk pauk, karena kafe ini hanya menyediakan makanan manis seperti homemade cakes & cup cakes dan juga refreshing beverages seperti soft drink, teh, dan kopi.

“Makanan dan minuman yang di jual disini hanya kue-kue manis karena harus menghindari makanan yang mengandung daging, ayam, terutama ikan. Hal ini untuk kenyamanan kucing-kucing ini,” ujar pendiri dan pemilik Cutie Cats Café, Lia Kurtz saat di temui Bisniswisata.co.id.

catsandal
Sebelum masuk pengunjung diwajibkan mengganti alas kaki dengan sandal yang sudah disiapkan di rak. (Foto. Evi)

Lia mengatakan, “Awal mendirikan tempai ini karena kecintaan saya terhadap kucing, dan saya juga anggota dari CIA (Indonesia Cats Association) cabang Jakarta”.

“Lima tahun yang lalu saya mempelajari kafe seperti ini di Jepang, pengunjung yang keluar dari kafe tersebut terlihat keluar dengan hati yang senang. Setelah mempelajari dan mengamatinya saya ingin buka kafe kucing ini dan segera membuat interior yang sesuai untuk kucing,” ungkap Lia.

Menurutnya fokus dari kafe ini seperti layaknya pengunjung datang ke bioskop yang maunya nonton bukan kafenya, meskipun ada kafe di area biskop.

Lebih lanjut perempuan yang 13 tahun telah berpengalaman di bidang marketing ini, mengatakan, “Saya telah mempelajari cara terbaik mengelola kafe kucing di berbagai negara seperti Jepang, Singapura, Korea, Inggris, Austria, dan Amerika”.

“Lalu saya menggandeng CIA, Groovy Vetcare, dan Purina Fancy (produsen produk makanan kucing) untuk mendukung kafe ini agar beroperasi dengan baik dan benar”, ungkap ibu dua anak yang menamatkan S2 nya di Universitas Gajah Mada Yogyakarta ini.

Kafe yang buka pukul 10.00-21.00 WIB setiap hari bagi pengunjung orang dewasa dan anak-anak ini menyediakan berbagai aktivitas seperti, edukasi mengenai kucing dan service lain yang bertemakan kucing.

Suasana Mama Cat's Kitchen di Cutie Cats Cafe yang hanya menyediakan makanan dan minuman ringan. (Foto. evi)
Suasana Mama Cat’s Kitchen di Cutie Cats Cafe yang hanya menyediakan makanan dan minuman ringan. (Foto. evi)

Untuk dapat masuk ke kafe pengunjung dikenai harga tiket masuk untuk 1 jam pertama Rp50.000/jam di hari biasa, Rp75.000/jam untuk hari Sabtu dan Minggu. Untuk kunjungan selanjutnya Rp35.000/jam.

Harga tersebut menurutnya sudah sangat murah dibanding dengan negara Singapura, yakni Rp120.000 /jam hingga Rp150.000/jam.

“Anak-anak dibawah 12 tahun boleh masuk, tentunya dengan pendampingnya. Ada pengaruh baik bagi anak-anak apabila dari dini diperkenalkan cara berinteraksi dengan hewan peliharaan seperti kucing,” ungkap Lia yang memiliki 30 kucing ini.

Namun begitu Cutie Cats Cafe juga menyarankan, bagi orang yang memiliki asthma dan alergi terhadap hewan peliharaan untuk tidak datang ke tempat ini.

Kapasitas untuk masuk dan bermain dengan kucing-kucing ini hanya bisa menampun 20 orang, namun kalau anak-anak hanya bisa 5 anak, dengan pendampingnya.

Sebelum masuk ke kafe dengan 15 kucing ini pengunjung diminta mengganti sepatu dengan sandal yang telah tersedia di rak serta mentaati beberapa peraturan yang harus dipatuhi seperti tidak boleh memberi makanan manusia kepada kucing, tidak boleh mengangkat kucing dengan paksa, tidak boleh foto pakai flash, dll.

“Sejak dibukanya kafe ini alhamdulillah ada 100 orang pengunjung per harinya yang datang kesini,” tutur Lia yang kedepannya berharap kafenya menjadi tempat berkumpulnya para penggemar kucing.

Mengingat banyaknya pecinta kucing yang datang ke tempat ini, Lia menyarankan sebaiknya pengunjung melakukan reservation terlebih dahulu.

“Iya mungkin karena kafe kucing baru ada satu dan pertama kali di Indonesia, sehingga baru buka saja sudah banyak pengunjungnya. Bahkan ada pengunjung yang sudah bayar terlebih dahulu untuk datang pada hari yang ia tetapkan,” ujar Lia mengakhiri pembicaraan. (evi)

Beberapa kegiatan yang ditawarkan Cutie Cats Café:
1. Edukasi untuk anak-anak (CATroduction for Kids)
2. Menayangkan program edukasi mengenai kucing di TV secara non stop

3. Memberi makan/minuman ringan kepada kucing (berdasarkan waktu dan porsi yang sudah di tetapkan)
4. Talk show menarik seputar pemeliharaan kucing dengan expert.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.