Badai Cempaka Berlalu, Obyek Wisata Gunungkidul Belum Beroperasi

1
641
Air terjun Sri Gethuk Gunung Kidul (Foto: tempatwisata.com)

YOGYAKARTA, Bisniswisata.co.id: Badai cempaka yang menerjang pada 28 November 2017 menyebabkan kerusakan di sejumlah obyek wisata di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Seperti Air Terjun Sri Getuk, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, sampai saat ini belum dibuka untuk umum karena kerusakan parah di destinasi. Meski bandai berlalu, namun pengelola obyek wisata belum mengoperasikannya.

Ketua BUMDEs Desa Bleberan, Tri Harjono mengatakan, banjir bandang terjadi pada 28 November lalu, meluluhlantakkan sejumlah aset pariwisata di Sri Getuk. Seperti empat perahu yang biasa digunakan untuk menuju air terjun hilang dan rusak parah. Jalan setapak rusak 100 meter, dermaga rusak, dan ruang ganti pengunjung hilang.

Juga 200 pelampung hilang tersapu banjir Sungai Oya. “Total kerugian sekitar Rp 500 juta, belum kerugian perekonomian warga yang tidak bisa berjualan selama hampir sebulan. Belum lagi para pegawai yang tidak dibayar karena praktis tutup total,” ungap TRi seperti diunduh laman Kompas.com, Sabtu (16/12/2017).

Saat ini pihaknya tengah melakukan gotong royong untuk melakukan pembersihan lokasi. Dia menargetkan pembukaan lokasi wisata pada tanggal 20 Desember mendatang. “Memang ada kekhawatiran kami penurunan wisatawan saat pembukaan nanti, karena mungkin belum mengetahui jika sudah buka. Selain itu, awal buka kami masih menggunakan dua perahu, jadi belum maksimal,” ucapnya.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, kerusakan yang terjadi di Sri Getuk sangat parah. Akibatnya, pada libur akhir tahun ini diragukan untuk bisa dikunjungi wisatawan.

Selain Sri Getuk, obyek wisata alam lain yang terdampak bencana yakni Kali Suci yang ada di Kecamatan Semanu. Meskipun tidak ada kerusakan cukup parah namun di lokasi tersebut menjadi muara sampah pasca banjir. “Untuk saat ini Sri Getuk dan Kali Suci belum update seperti apa perbaikannya,” katanya.

Kerusakan di destinasi wisata ini, lanjut dia, sangat berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan. Saat ini target 98,1 persen dari target 3,2 juta wisatawan tahun 2017. Sebagai daerah yang mengandalkan wisata sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), menrut Hary, pihaknya berupaya untuk memperbaiki fasilitas pariwisata. “Meski berpengaruh, kami optimis bisa tercapai,” pungkasnya. (KMP)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.