Backpacker, Flashpacker, Turis Apa Bedanya?

0
1198
backpakcker (foto: http://www.vacationbaliindonesia.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Pernah dengar istilah backpacking? Ketika mendengar istilah itu, yang terbayang dipikiran pastinya liburan murah dengan ransel dipunggung. Ya, liburan dengan gaya backpack memang tengah digandrungi, jadi wajar saja banyak orang yang mengerti dan ngeh saat muncul istilah-istilah ala liburan, seperti backpack, backpacker, sampai turis atau pelancong. Inti dari semua itu adalah liburan murah.

Selain backpacker, ada dua tipe pelibur lain yang biasa ditemui dalam perjalanan wisata, yakni flashpacker dan turis. Dua tipe pelibur ini juga dikenal khalayak. Namun ketika mesti membandingkan antara backpacker, flashpacker, dan turis; belum tentu seseorang bisa memaparkannya dengan jelas mengenai karakteristik dan perbedaan di antara ketiganya.

Banyak orang hanya tertawa dan menganggap ketiganya sama saja. Perbedaannya paling hanya terletak di bujet yang dikeluarkan masing-masing penganut gaya liburan tersebut. Padahal sebagai pencinta liburan, pemahaman mengenai tiga tipe gaya liburan ini perlu dimiliki supaya Anda bisa menyusun liburan secara lebih terencana dan terkonsep. Bagaimanapun, gaya liburan yang akan Anda pilih akan menentukan hasil petualangan Anda selama berpelesiran.

Supaya tidak semakin pusing menebak-nebak perbedaan dan karakteristik dari ketiga gaya liburan di atas, berikut ini informasi-informasi yang sebaiknya Anda ketahui untuk memahami apa itu backpacker, flashpacker, juga turis.

“Backpacker”
Jika kasta liburan hanya dihitung dari total bujet yang Anda keluarkan, bisa dibilang menjadi backpacker berarti menempari kasta terendah dalam dunia perpelesiran. Biaya yang murah memang menjadi dewa dalam liburan backpacking. Masalah kenyamanan mungkin menjadi prioritas terakhir untuk para penganut paham liburan yang satu ini. Selain biaya yang murah, sebenarnya ada prinsip lain yang dipegang oleh para backpacker, yakni kebebasan. Jangan harap para backpacker ini mau berkompromi dengan waktu karena bagi mereka, liburan adalah perjalanan dengan waktu yang tak terbatas untuk menemukan petualangan baru yang terbatas pula. Jadi ketika jalan-jalan bersama mereka, siap-siap saja sering berpindah tempat guna mengeksplorasi segala keindahan yang bisa dijumpai.

“Flashpacker”

Ketenaran istilah flashpacker baru terdengar pada awal 2000-an. Istilah ini dipakai untuk para pelibur yang mengutamakan kebebasan dalam berlibur, sekaligus tidak memperhitungkan bujet yang harus mereka keluarkan. Para pelancong ala flashpacker biasa menyusun sendiri tujuan-tujuan wisatanya dan tidak mau bersentuhan dengan yang namanya agen travel. Bagi mereka, liburan adalah mencetak pengalaman baru dengan tangan sendiri. Meskipun mengutamakan kebebasan, sebagian besar flashpacker biasanya tidak punya banyak waktu untuk bersenang-senang. Karena itu, waktu juga menjadi prioritas penting dalam penjadwalan liburan tipe ini. Mereka tidak segan-segan pulang-pergi dengan pesawat bertarif lebih tinggi untuk mencapai tujuan liburan mereka. Kenyamanan juga menjadi hal penting sebab mereka tidak ingin menghasilkan liburan yang kurang mengenakkan untuk dikenang ke depannya.

Turis
Ketika memilih berlibur ala turis berarti Anda siap untuk mengeluarkan anggaran berlipat dibandingkan kedua tipe sebelumnya. Bagaimanapun, pelibur tipe turis adalah para pencinta kenyamanan yang tidak mau ribet. Saking tidak mau dibuat pusing mengenai konsep liburan, akomodasi, konsumsi, hingga transportasi selama bepergian; para turis biasanya menyewa jasa agen wisata untuk menyiapkan segala hal yang diperlukan dalam perjalanan liburan mereka. Pelancong tipe turis biasanya pula tidak memiliki banyak waktu dalam liburannya. Jadi, mereka memang agak ketat jika sudah menyangkut jadwal kunjungan, makan, istirahat, hingga berbagai hal lainnya. Target utama dari para turis adalah mendapat pengalaman sebaik-baiknya dengan waktu sesingkat-singkatnya.

Meskipun berbeda-beda, ketiga tipe tersebut sebenarnya hanya titel untuk membedakan karakter dari para pelibur. Pada intinya, semua pelibur tentu mendambakan liburan berkesan yang sesuai keinginannya. Keinginan inilah yang harus Anda ketahui secara pasti sebelum mulai melancong. Dari keinginan itu pula, Anda dapat menentukan hendak menjadi tipe pelibur yang seperti apa: backpacker, flashpacker, atau turis. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.