Ayam Betutu, Kuliner Tradisional Dibakar Api Sekam

0
544
Ayam Betutu Bali (Foto: http://masteresep.com)

GIANYAR BALI, bisniswisata.co.id: Rasanya belum pas kalau ke Bali belum mencicipi ayam betutu. Kuliner tradisional asal daerah Gianyar Bali itu, terbilang unik, menarik dan mengundang selera karena bumbu dimasukkan ke ayam dan dibakar dengan api sekam.

Kelezatan makanan khas Pulau Dewata itu, diangkat executive chef Anang Nur Ikhsan dari sTREATs Restaurant ibis Styles Bali Petitenget, Seminyak, Bali sebagian sajian utamanya. Ternyata sajian itu, diminati tamu yang menginap kebanyakan dari luar negeri.

“Ayam betutu itu autentik Bali. Saya ingin tonjolkan itu. Walaupun tamunya mayoritas western, kita punya sesuatu yang bisa dihidangkan sebagai cita rasa nasional,” ujar chef Anang di bali seperti dilansir laman Media Indonesia Ahad (05/11/2016).

Menu seharga Rp60 ribu per porsi itu memiliki rasa yang pedas berpadu dengan daging ayam yang lembut. Ditambah rasa dari bumbu genep yang sudah meresap ke daging semakin melengkapi kenikmatannya.

Cara mengolahnya cukup mudah. Semua rempah (lihat resep) dicampur menjadi bumbu genep. Bumbu genep dibalurkan ke ayam lalu dibungkus dengan daun pisang dan dipanggang selama 2-3 jam.

Sajian ayam betutu ini tidak sendiri. Chef Anang memadukannya dengan nasi putih yang dibungkus dengan daun pisang dan tiga jenis sambal, yakni sambal matah, emba, dan sambal terasi.

Bila belum puas, coba menu kreasi fusion terbaru chef Anang, grilled sweet and spicy prawn with pancake potato. “Prawn ini saya kemas menjadi lebih fusion antara east to west. Jadi ditaruh potato pancake dan salad,” ungkapnya.
Untuk menu yang dikeluarkan November itu, chef Anang memilih tiger prawn berukuran besar. Udang itu dimarinasi dengan bawang putih, mentega, dan madu. Setelah didiamkan selama satu malam, udang baru dipanggang. Rasa manis dari madu menambah manis rasa daging udang itu sendiri.

Sajian udang panggang itu dipadukan dengan kentang yang diserut dan dibuat mirip dengan panekuk tipis. Di bawah panekuk ialah tumisan kangkung dengan sambal terasi. Tidak ke­tinggalan lotus root dan salad.

Menariknya dari sajian ini adalah garnish-nya. Bagian dalam sereh yang dikeprek dan digoreng dengan tepung memberikan rasa renyah dan unik. Sajian ini dibanderol Rp60 ribu per porsi.

Rasanya belum pas bila belum mencicipi minuman khas sTREATs Restaurant, wakeup smooties dan sourmint mocktail. Untuk wake-up, merupakan campuran pisang, stroberi, muesli, madu, dan yoghurt.

Rasanya cukup padat cocok bagi yang tidak ingin sarapan di pagi hari. Sedangkan sourmint gabungan dari daun mint, lime juice, dan sugar syrup. Rasa mint-nya segar dengan rasa asam dari jus lime.

Di samping itu, yang menarik dari restoran ini ialah piring sajinya. Piring saji sTREATs Restaurant ibis Styles Bali Petitenget itu didesain khusus oleh Kevala. Piring berwarna toska dengan garis-garis membentuk zebra bertuliskan ibis Styles Bali Petitenget itu mirip dengan warna dan desain di kamar.

“Piring ini didesain khusus oleh desainer asal Bali Kevala untuk ibis Styles Bali Petitenget saja. Ciri khasnya di foto zebra, sama dengan kamar. Warna toska sesuai warna brand ibis Styles. Hotel lain tidak ada yang punya,” tegas chef Anang. Penggunaan piring itu pun terbatas, khusus untuk menu pesanan saja, karena jumlahnya sangat terbatas. (*/MI)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.