Aviliani: Pemerintah Agar Bantu Pasarkan Produk UMKM Di 10 Destinasi Wisata Prioritas

0
553

Ekonom Aviliani ( kiri) bersama moderator Dayu P.Rengganis dan nara sumber lainnya Dewi Motik, Shinta W Dhanuwardoyo, CEO Bubu.com.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ekonom Dr. Aviliani SE, MSi mengatakan rendahnya margin yang diperoleh pengusaha UMKM menyebabkan mereka tak mampu bertahan sebagai produsen dari produk industri kreatif. Harus ada kebijakan pemerintah untuk menyokong usaha mereka seperti memasarkan di 10 destinasi wisata utama.

“Margin yang diperoleh pengusaha kerajinan misalnya, sangat tipis karena harga justru dinikmati oleh para pengepul dan pedagang. Oleh karena itu banyak yang beralih jadi pedagang daripada jadi produsen, “ ungkapnya.

Masalah klasik yang dialami oleh para pengusaha UMKM yang didominasi oleh kaum wanita selain permodalan adalah pemasaran sehingga pemerintah dan perbankan harus mendukung usaha mereka dengan kebijakan yang mampu membuat usaha jadi tumbuh, kata Aviliani pada talkshow Ibu Sehat Indonesia kuat di lantai 3 Sarinah, hari ini ( 22/12).

“Perbankan lebih suka memberikan modal kepada para pedagang ( trader)  karena perputaran uangnya cepat, sementara para produsen tenun di desa-desa misalnya karena menghadapi sulitnya pemasaran maka penghasilannya sangat tergantung pada kapan barangnya laku,” kata Aviliani.

Mengatasi hal itu pemerintah a.l dapat membuat kebijakan yang dikaitkan dengan pengembangan 10 destinasi wisata Indonesia misalnya dengan mewajibkan hotel berbintang dan mall memasarkan produk kerajinan UMKM seperti yang dilakukan Pemerintah Thailand.

Pengusaha UMKM di dominasi kaum wanita sepert Nita ( tengah) perajin tenun tapis dari Pulau Pisang, Kab Pesisir Barat Lampung yang dikunjungi Srikandi Krui untuk edukasi pemasaran produk. ( foto-foto : HAS)

Seperti diketahui pemerintah menargetkan kunjungan 20 juta wisman pada 2019 dengan memberlakukan bebas visa bagi 169 negara. Destinasi prioritas tersebut adalah Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, Tanjung Kelayang, Bromo, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Morotai, Danau Toba dan Wakatobi. “Industri wisata terutama di pintu masuk untuk ke 10 destinasi wisata itu agar menampung produk UMKM,” ungkapnya.

Untuk ke Kepulauan Seribu pintu masuknya adalah Jakarta jadi bandara, hotel, restoran dan mall yang ada di Ibukota bisa ikut memasarkan produk UMKM disamping di destinasi wisaranya juga tersedia beragam produk industri kreatif, tambahnya.

Dewi Motik, pendiri Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia ( IWAPI) sebagai pembicara lainnya mengatakan UMKM di dominasi oleh kaum wanita yang bisa menjadi ibu rumah tangga tapi juga menjadi motor penggerak ekonomi keluarga.

Sekitar 85 persen pengusaha di dalam organisasi ini masih usaha kecil dan mikro. Oleh karena itu program IWAPI goes digital di harapkan dapat mempeluas pemasaran produk-produk mereka.

“Kuncinya harus terus belajar dan terus meningkatkan pengetahuan karena dengan memasarkan produk lewat media sosial dan melalui media internet lainnya akan membuka pasar yang semakin luas,” kata Dewi Motik.

Shinta W Dhanuwardoyo, CEO Bubu.com yang menjadi pembicara lainnya mengatakan pelaku UMKM memang harus go digital karena dengan memanfaatkan tekhnologi maka dari riset yang ada kenaikan penghasilan naik 30%.

“Pengusaha UMKM yang dipelosok sekalipun bisa melakukan digital marketing lewat SMS untuk menawarkan produknya. Bagi yang sudah memiliki android dan akses internet bisa memanfaatkan facebook, Whatsapp dan media social lainnya untuk berjualan,”

Banyak cara memasarkan yang mendunia dan murah dengan memanfaatkan marketplace, sebuah wadah untuk menjual produk-produk yang ditawarkan. “Marketplace itu seperti Bukalapak.com, Tokopedia.com dan marketplace lainnya dengan membuka akun atas nama produk yang dimiliki

“ Kalau produk kita adalah fashion maka saat ini 80% penjualan online adalah dari jenis fashion sehingga kalau sudah bisa berjualan di marketplace atau mudahnya toko bersama di internet maka penjualan akan naik,” kata Shinta.

Di tempat yang sama, Suryani Motik, Ketua DPP HIPPI mengungkapkan bahwa Hari Ibu merupakan momentum yg berharga untuk merayakan prestasi kaum perempuan di Indonesia. “DPP HIPPI memiliki komitmen untuk memajukan produksi lokal, lewat Silaturahmi dengan para perempuan hebat diharapkan bisa menjalin sinergi positif untuk membangun bangsa melalui pemberdayaan UKM,

Hal ini sejalan dengan visi misi HIPPI yang bertindak sebagai organisasi yang mewadahi UKM, dan terus berusaha membantu UKM untuk mengembangkan usahanya, salah satunya dalam hal permodalan.

“ Jika pengusaha UMKM terus meningkatkan kemampuan pemasarannya maka Indonesia akan kuat karena industri kreatifnya mampu menopang perekonomian negara,” tandas Suryani. (Hilda Ansariah Sabri)

 

 

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.