Ateng kusnadi: bisnis adalah re-kreasi dan juga rekreasi

0
856

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Para pengelola bisnis harus  memiliki BOMB alias Business owners Mindset and Behaviour. Punya mindset  untuk terus berkreasi karena bisnis adalah kreativitas dan bagian dari rekreasi atau hiburan dalam hidup, kata Ateng Kusnadi, Komisaris PT Ahad Net Internasional.

“Pengusaha itu harus kreatif karena bisnis adalah kreativitas, dimana pengusaha dituntut untuk menciptakan produk dengan keunikan, keunggulan, menghasilkan produk yang dibutuhkan dan memberikan solusi,” ungkapnya.

Berbicara  pada Amazy National Conference di Hotel maharani, Jakarta Selatan, Ateng mengatakan bahwa mereka yang memilih berbisnis dengan menjadi pengusaha yang mandiri juga harus meyakini bahwa bisnis  juga adalah re-kreasi. Maksudnya pengusaha harus terus menciptakan perubahan, improvisasi, modifikasi, renovasi untuk membuat usahanya terus naik kelas. Bisnis juga rekreasi atau hiburan karena turun-naiknya usaha juga merupakan hiburan, kesenangan, ketegangan serta bagian dari variasi hidup.

Ateng mengatakan hal yang utama adalah bisnis yang dibangun  jangan naik turun tapi harus bisa naik terus sehingga dalam menyikapinya bisa menjadi hiburan, kesenangan bagi pemilik maupun timnya. Turun naik usaha memang wajar tapi kalau bisnis jadi anjlok harus introspeksi, katanya

“Boleh saja bisnis yang kita bangun keuntungannya turun  tapi sepanjang masih tetap di atas break event point (BEP). Bisnis francise tetap membuat pengusahanya terus sibuk bukan hanya hanya memonitor mana menu yang yang laku atau tidak laku,” tambahnya saat menjadi nara sumber dengan membahas tema “Membangun SDM Amazy yang berkinerja tinggi

Menurut Ateng, seorang Franchisee bukan berarti pebisnis ongkang-ongkang kaki dan sepenuhnya menyerahkan pada sistem tapi justru membuat pengusahanya terus sibuk dan betul-betul menjalankan usaha sesuai standar operasional prosedur (SOP). Sikapi bisnis dengan tenang dan senang sehingga bisa menang dalam persaingan.

“ Bisnis itu menuju sukses dan untuk mencapainya harus fokus pada proses, selalu efisien dan efektif, kreatif dan solutif. Intinya fokus pada solusi maupun progres dan pastikan semua anggota keluarga dan tim ikut mendukung agar usaha kita naik kelas dan jadikannya sukses itu suatu habit, kebiasaan untuk sukses,” jelasnya.

Menjadi pengusaha yang mandiri adalah pilihan dan mereka yang terjun ke bisnis siap memasuki petualangan, penuh resiko dan tantangan menarik yang harus dihadapi. Oleh karena itu bangunlah kegigihan, kekuatan dan ketangguhan menghadapi beragam persaingang atau berjihad untuk mengembangkan bisnis yang ditekuni.

“Bisnis adalah keunggulan dan keberuntungan jadi bangun peluang, ketrampilan dan kesempatan serta kesuksesan. Untuk itu perlu persiapan (tool) dan momentum sehingga dari hari ke hari bisnis kita terus naik tingkat,” kata Ateng yang juga menjadi franchisee Amazy sejak 11 tahun lalu.

Menurut dia, hal rutin yang selalu dilakukannya adalah menyediakan waktu untuk briefing harian karena masalah yang timbul bisa segera di atasi. Briefing merupakan budaya perusahaan yang baik dimana pada kesempatan itu juga dapat memotivasi dan melakukan kordinasi antar tim.

“Pada saat briefing ini kita dapat menyamakan persepsi, mengevaluasi mengenaipelanan, produk, performance, peluang dan lainnya. Setelah itu biasakan juga melakukan doa bersama dan yell-yell sebagai bentuk rasa syukur, mohon rejeki, kesejahteraan, kesehatan dan tim kerja yang solid,”

Dia optimistis dengan kesadaran menjadi pengusaha mandiri dan berdedikasi yang disingkatnya dari behaviour atau sifat-sifat bersih, dermawan, disiplin, kerjasama, amanah, siap menang dan ikhlas maka para franchisee bisa membangun bangsa dan membawa kemakmuran sebagai pengusaha UMKM ( mikro, kecil, menengah) di negri ini. (hildasabri@yahoo.com)

 

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.