Atambua Menggenjot Pariwisata dengan Tour de Timor 2016

0
706
Balap sepeda

ATAMBUA, bisniswisata.co.id: Pariwisata Atambua Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, belum menggembirakan. Padahal potensi wisata di Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, sangat luar biasa. Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, Atambua menggelar lomba balap sepeda bertajuk Tour de Timor (TdT) Indonesia 2016, dengan tujuan untuk menggenjot pariwisata agar lebih bergairah.

“Harapan kami, melalui Tour de Timor Indonesia 2016, pariwisata NTT bisa diangkat dan dipromosikan ke pentas dunia. Selain itu, lomba balap sepeda ini bisa mewujudkan daratan Timor sebagai destinasi wisata unggulan di NTT, yang bisa mengajak masyarakat Indonesia dan dunia untuk mengunjungi destinasi wisata di NTT,” papar Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan saat melepas Tour de Timor (TdT) Indonesia 2016 di lapangan umum Atambua, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, Rabu (30/11/2016).

Tour de Timor Indonesia 2016 ini menempuh jarak 521 km dan terbagai menjadi lima etape, yang berawal dari Mota’ain, Kabupaten Belu sampai Kota Kupang. “Tentu sangat melelahkan tetapi kami berharap seluruh peserta Tour de Timor Indonesia akan menyaksikan keanekaragam objek dan daya tarik wisata sepanjang perjalanan mulai dari Mota’ain sampai Kupang,” ujar dia.

Menurutnya, Pemerintah Jokowi-JK telah menetapkan enam sektor unggulan dalam pembangunan (2015-2019) yakni, pangan, maritim, wisata, industri, energi, dan infrastruktur. Terget yang ditetapkan Presiden dan Wakil Presiden pada sektor pariwisata pada tahun 2019 yaitu jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 20 juta wisman, 275 juta wisataan nusantara (wisnus), peringkat 30 tourims and competitive index.

Diharapkan, Tour de Timor ini dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat sedaratan Timor antara lain, terpromosinya potensi wisata alam dan budaya daratan Timor menjadi lebih tergarap, meningkatnya jumlah wisatawan nusantara dan mancanegara ke wilayah Nusa Tenggara Timur, mendorong pembangunan infrastruktur, dan aksesibilitas di wilayah destinasi parwisata sedaratan Timor.

Secara terpisah Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mengatakan, even Tour de Timor untuk tahun 2018 direncanakan akan disatukan kegiatan dengan Tour de Flores (TdF). “Even TdT akan disatukan dengan TdF pada tahun 2018 mendatang. Even itu jauh lebih baik, karena Tour de Flores bertaraf Internasional,” katanya.

Hadir pada acara pelepasan tersebut Sekretaris Pariwisata Provinsi NTT, Konjen RDTL di Kupang, Dandim 1605/Belu, Kapolres Belu, Kajari Belu, dan Kadis Pariwisata Belu. Kegiatan Tour de Timor Indonesia 2016 yang bekerja sama dengan PT Mitra Lintas ini diikuti 32 peserta dari Belu, Kupang, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, serta dua peserta WNA dari Timor Leste dan Malaysia. Selain mengangkat dan mempromosikan pariwisata yang ada di daratan Timor, even ini juga diharapkan dapat meningkatkan hubungan antara Indonesia dan Timor Leste. (*/NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here