Asyiknya berakhir pekan bersama Teman Wisata ke negeri jiran Malaysia

0
3151
Teman Wisata, komunitas penggemar wisata yang melewatkan waktu liburan akhir pekan lalu di Kuala Lumpur dan Melaka. (foto: Tari Sucipto)

KUALA LUMPUR, test.test.bisniswisata.co.id: Liburan panjang  akhir pekan lalu Teman Wisata membawa sejumlah rekan-rekan wanita untuk berwisata ke negri jiran Malaysia . Sambil menunggu anggota rombongan berkumpul di pagi yang ceria itu di bandara Soekarno Hatta, Yanti, pensiunan sebuah perusahaan swasta yang mengajak serta salah satu teman kuliahnya terlibat pembicaraan dengan anggota rombongan lain disampingnya.

Pagi itu rombongan akan berangkat ke Kuala Lumpur dan langsung melakukan   City tour  mengunjungi Putrajaya  yang menjadi pusat pemerintahan , Istana Negara, Dataran Merdeka, Masjid National dan tentunya  obyek yang tersohor yaitu Menara Petronas.

Belum lagi berangkat, bisik-bisik mbak Yanti yang kami juluki Bu Susi, karena wajahnya ada kemripan dengan Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti terdengar. Rupanya berkisar rencana untuk berwisata bersama kembali jika ada libur akhir pekan lagi tahun ini.

 Teman wisata yang di dukung test.test.bisniswisata.co.id ini memang berkembang menjadi satu komunitas penggemar wisata sekaligus tempat berbagi cerita. Berawal dari obrolan dan pertemanan untuk berwisata bersama memanfaatkan promo penerbangan dan kesamaan visi ingin berwisata tanpa harus merogoh isi kantong lebih dalam alias dengan budget ekonomis, akhirnya beragam destinasi telah kami  kunjungi bersama

Celoteh ramai menyambut kedatangan Farida,salah satu anggota romobongan yang ternyata berteman dengan Ros. Perjumpaan mereka berduanya rupanya cukup mengejutkan karena akan bepergian dengan rombongan yang sama meskipun mereka bekerja di instansi berbeda.

Tour ke Kuala Lumpur- Malaka  pada 2-5 April 2015 ini dikomandani oleh Tari Sucipto, sang komandan yang jauh-jauh hari sudah mempersiapkan rute kunjungan. Wanita gesit yang sekaligus sebagai tour leader bagi komunitas Teman Wisata memiliki jaringan pertemuan yang luas. Tak heran tanpa sengaja dia justru kerap memper-satukan teman-teman seperjalanan.

“Makanya saya namakan komunitas ini Teman Wisata soalnya seperti Farida dan Rus, misalnya ternyata adalah rekanan. Kadang ada yang ikut dari satu alumni di sebuah universitas tapi tidak saling janjian untuk jalan bareng. Lain waktu ada teman SMA yang justru bertemu pada acara perjalanan yang kami rancang ini,” kata Tari Sucipto.

Tidak heran, kata Tari, berawal dari satu perjalanan dalam tour akhirnya berkembang menjadi satu kebersamaan dan persahabatan yang terus berlangsung. Dia senang di saat antara satu anggota dengan anggota tour lainnya justru bertemu teman lama saat berwisata bersama Teman Wisata.

What a small world, semua latar belakang melebur dalam keceriaan dan tanpa memandang suku agama derajat dan pangkat. Obrolan dan candaan selama perjalanan serasa menyenangkan dan menghilangkan penat sesaat dari rutinitas kerja,” ungkap Tari

tari-batu caves

Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam, pesawat mendarat di Kuala Lumpur Internasional Airport dengan mulus. Lega rasanya tiba dengan selamat lalu menunggu bagasi dan anggota rombongan ke toilet akhirnya kami sudah berada di dalam minibus untuk menuju Putrajaya yang menjadi pusat pemerintahan di negri ini.

Putrajaya merupakan pusat administrasi pemerintahan Malaysia  menggantikan Kuala Lumpur sejak tahun 1999. Malaysia memindahkan pusat pemerintahan dari Kuala Lumpur ke Putrajaya karena kepadatan penduduk dan kemacetan di wilayah KualaLumpur.

Hasilnya,  Putrajaya merupakan kota yang sudah sangat terencana dengan arsitektur bangunan yang indah, jalanan yang tertata, serta pemandangan alam yang indah karena taman-taman kota sehingga sekaligus menjadi tujuan tempat wisata.

Foto selfie dan foto group menjadi bagian dari perjalanan yang menyenangkan ini, seakan tidak ingin melewatkan kesempatan berpose apalagi banyak obyek yang dikunjungi seperti Istana Negara, Dataran Merdeka, Tugu Negara, Masjid negara, butik coklat dan Menara kembar Petronas sebelum akhirnya check-in di hotel.

Sepanjang perjalanan hari pertama ini, kawasan Tanah Merdeka cukup berkesan karena banyak bangunan-bangunan menarik peninggalan zaman penjajahan Inggris yang sekarang jadi kantor-kantor pemerintahan.

Begitu pula bagi rombongan wanita dan satu pria ini, menara kembar Petronas juga membuat seru apalagi sekaligus bisa wisata belanja. Didalamnya terdapat mall yang sangat besar bernama Suria KLCC yang menjual berbagai barang-barang bermerk dan berkualitas

Menara kembar ini pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia pada tahun 1998—2004, sebelum dilampaui oleh  Taipei 101. Namun, kedua menara ini masih merupakan  pencakar langit kembar tertinggi di dunia pada abad ke-20.

Teman-teman yang masih ingin jalan-jalan usai check-in langsung menuju Bukitbintang dan pulang kembali ke hotel dengan monorail.  Untuk yang mau istirahat di hotel bisa jalan2-jalandi seputaran hotel karena ada Central Market yang buka sampai dengan jam 22.00.

Hari kedua, jam menunjukkan pukul 9.00 pagi ketika kami berada dalam bus wisata menuju Melaka. Negeri Melaka atau juga dikenal sebagai Melaka Bandaraya Bersejarah, merupakan salah satu negeri (provinsi)  yang dinobatkan oleh  UNESCO sebagai Kota Warisan Dunia (World Heritage) pada 1989 dan  dijuluki juga sebagai Negeri Bandar (Kota) Teknologi Hijau.

Walaupun merupakan negeri pertama mendirikan kesultanan Melayu, Melaka kini tidak mempunyai seorang sultan, sebaliknya negeri ini diketuai oleh seorang Tuan Yang Terutama (TYT) Negeri. Di hari kedua ini kami mengunjungi stadhuys – rumah merah bekas administrasi Belanda, Christ Church , bekas benteng portugis A’Famosa dan berfoto depan Maritime Museum Melaka.

Kami juga mengunjungi Masjid Kapitan Keling, Jonker Street dan jam 16.00  sore menuju ke icity shah alam untuk  menikmati keindahan kota waktu malam di city light garden. Hari sudah menunjukkan pukul 21.00 saat kembali ke hotel dengan perut masih kenyang usai santap malam.

Wisata religi mewarnai aktivitas tour di hari ke tiga dengan mengunjungi Batu Caves, merupakan bukit kapur yang memiliki serangkaian gua didalamnya dengan kuil Hindu yang digunakan untuk menyembah Dewa Murugan yaitu dewa perang dan pelindung negeri Tamil, Tamil Nadu, India.

tari-batu

Gua terbesar di kawasan ini disebut Cathedral Cave atau Temple Cave yang berada sekitar 100 meter dari pintu masuk berlawanan arah dengan Ramayana Cave . Di samping pintu gerbang menuju gua ini terdapat Patung Dewa Murugan yang tingginya mencapai 42,7 meter dan untuk mencapai gua ini kita harus melewati 272 anak tangga.

Perjalanan kali ini tidak kalah seru karena sempat ke Genting dan bisa mencoba dengan cable car sky terpanjang di Asia Tenggara. Usai makan siang sekitar jam 14.00 menuju ke Bukit Tinggi yaitu tempat dengan pemandangan indah bekas jaman colonial Portugis .

Acara foto-foto juga makin seru ketika berada di kampung Jepang  dengan Budi sang fotographer yang ikut serta dalam rombongan kali ini dilanjutkan dengan menikmati pemandangan dari ketinggian Bukit Tinggi kembali ke Kuala Lumpur. Bukit Tinggi merupakan daerah peristirahatan sekitar 55km timur laut dari Kuala Lumpur dengan hotel resort – terutama desa Perancis bertema Colmar Tropicale, taman Jepang, taman botani dan kegiatan seperti berkuda, paintball, bersepeda gunung dan golf.

Tidak terasa di hari keempat kami harus mengakhiri wisata di negara tetangga ini. Sebelum berpisah, Tari membagikan no kontaknya di  pin BB 29818B dan email tarisucipto@yahoo.co.id. Berwisata ke luar negri ternyata bisa dilakukan secara ekonomis tanpa harus mengurangi kenikmatan dan kenyaman namun bisa mendapatkan energi baru untuk melewati hari-hari kerja kembali. (hildasabri@yahoo.com)

 

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.