Astronom Pemburu Gerhana Paksa Maskapai Ubah Jadwal

0
515

NEW YORK, test.test.bisniswisata.co.id: SEORANG astronom Amerika Serikat dikenal “pemburu gerhana” berulangkali mengirim permintaan kepada maskapai Alaska Airlines, agar mengubah salah satu jadwal penerbangannya sehingga bisa melewati jalur gerhana matahari total yang jatuh pada Selasa (8/3) di kawasan itu atau Rabu WIB.

Joe Rao, astronom di Hayden Planetarium, New York, adalah seorang eclipse chaser yang memburu momen di seluruh dunia ketika bulan berada tepat di tengah matahari dan bumi.

Jadi sejak 2015 dia sudah mendata di mana bisa melihat gerhana dan penerbangan apa yang melewati jalur paling sempurna untuk melihat peristiwa alam itu dari langit.

Kemudian dia menemukan bahwa salah satu penerbangan Alaska Airlines dari Anchorage, Alaska, menuju Honolulu akan melewati langsung jalur gerhana itu. Namun waktu penerbangan tidak pas, kecuali ditunda 25 menit.

Maka mulailah Rao mengirim surat elektronik ke Alaska Airlines, memberi tahu mereka soal gerhana matahari total dan meminta mereka mengubah jadwal.

Tentu satu surel saja tidak cukup untuk mengubah pikiran sebuah perusahaan yang masuk 500 besar daftar Fortune. “Saya mengubah diri menjadi hama. Saya terus menelepon dan mengirim surel ke mereka,” kata Rao, seperti dikutip laman ABC News, Rabu (9/3/2016).

Setelah beberapa bulan melakukan itu, Alaska Airlines akhirnya setuju untuk menunda jadwal. “Kami menghormati hasrat dari pelanggan kami,” kata Chase Craig, direktur urusan penumpang Alaska Airlines. “Tentu kami tidak bisa mengubah jadwal penerbangan demi setiap kepentingan, namun ini momen yang spesial jadi kami kira memang sepadan.”

Rao bukanlah satu-satunya astronom dalam penerbangan itu nantinya. Sejumlah astronom lain dan para peminat gerhana telah memesan kursi dekat jendela di penerbangan tersebut. Salah satu dari mereka akan membawa 200 kacamata khusus untuk dibagikan ke para penumpang.

Rao juga akan membagikan informasi tentang gerhana tersebut, termasuk keterangan mereka akan bisa melihat gerhana total selama 1 menit 54 detik.

Rao, yang “baru” menyaksikan 10 gerhana matahari total, mengatakan banyak keuntungan menyaksikan gerhana di ketinggian jelajah pesawat dibandingkan di darat. “Anda berada di atas awan,” ujarnya. Kalau menyaksikan dari darat dan kemudian mendung menghalangi matahari saat momen menentukan, gerhana itu tak terlihat.

“Anda juga berpeluang menyaksikan bayangan bulan menyapu permukaan. Pada ketinggian 37.000 kaki, itu merupakan pemandangan yang dramatis.”

Ini bukan pertama kalinya Rao meminta sebuah maskapai untuk mengubah jadwal penerbangan. Menurutnya, dia pernah membujuk American Trans Air untuk menunda keberangkatan sebuah penerbangan selama 41 menit pada 1990 sehingga para penumpang bisa menyaksikan gerhana lain saat terbang dari Honolulu menuju San Francisco. (*/e)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here