Home INDEX Astindo Bertransformasi Nama Jadi Asosiasi Travel Agent Indonesia

Astindo Bertransformasi Nama Jadi Asosiasi Travel Agent Indonesia

0
2140

Sebagian para pendiri Astindo yang merupakan pelaku usaha travel agent di Indonesia ( foto: Astindo)

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan Indonesia ( The Association of Air Ticketing Companies in Indonesia ) mengroreksi kepanjangan nama organisasi menjadi Asosiasi Travel Agent Indonesia .

“Nama organisasi tetap Astindo karena kami harus menyesuaikan dengan perkembangan organisasi yang dinamis maupun dengan kegiatan usaha biro perjakanan wisata ( travel agent) dari para anggotanya sendiri. Kehadiran asosiasi seharusnya memang memberikan manfaat bagi anggotanya,” ungkap Sjachrul Firdaus, Executive Director Astindo, hari ini .

Sjachrul menjelaskan bahwa Astindo yang beranggotakan travel agent dari seluruh Indonesia ini, didirikan pada tanggal 10 Nopember 1999, oleh 25 (dua puluh lima) orang para pemimpin travel agent yang bergabung dalam Asita ( Association of Indonesian Travel Agent).

Meski pembinaannya di bawah Kementrian Perhubungan, namun pendiriannya juga mendapat dukungan dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata I Gde Ardika di era kepemimpinan Presiden Soeharto.

“Sebagai asosiasi travel agent yang mengutamakan bisnis ticketing dari berbagai arlines ini, kami bernaung dibawah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, yang disahkan melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Perhubungan Republik Indonesia dengan No. KP 263 tahun 2000,”

Tujuan pendirian adalah untuk memajukan, dan melindungi kepentingan Travel Agent khususnya dalam penjualan tiket penerbangan dalam dan luar negri, sekaligus untuk mencari solusi dalam menyelesaikan permasalahan tata niaga bisnis anggota.

Waktu itu sebagai agen tiket penerbangan asing kerap banyak masalah transaksi bisnis yang merugikan bahkan banyak perusahaan penerbangan yang tiba-tiba tutup sementara uang pembelian tiket sudah di setor travel agent dan calon penumpang yang jadi klien kami tidak dikembalikan,” kata Sjachrul Firdaus.

Tujuan dari pendirian asosiani tentunya menjadi organisasi bertaraf internasional, dan berperan pada industrinya, meningkatkan profesionalisme travel industri di Indonesia dan meningkatkan profitabilitas usaha dibidang penjualan ticket penerbangan, tambahnya.

Astindo aktif pada keanggotaan asosiasi Internasional dan nasional seperti United Federation of Travel Agents Association ( UFTAA), anggota Federation of ASEAN Travel Association (FATA), ASEAN Tourism Association (ASEANTA) dan di dalam negri aktif di Kamar Dagang Indonesia (Kadin).

Anggotanya bukan hanya berjualan tiket tapi juga beragam jasa pariwisata sehingga para pengurus organisasi internasional yang diikuti Astindo mengingatkan masalah kepanjangan nama dari organisasi yang hanya fokus pada masalah tikcketing.

“Faktanya Astindo berkembang dengan dinamis, program kerja kami terstruktur dan manfaat bagi anggota juga banyak sehungga pada kongres Januari 2017 lalu kami sepakat keoanjangan namanya menjadi Asosiasi Travel Agent Indonesia ( Astindo).

Dalam perjalanannya, hasil program kerja telah mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Air Transport Distribution Services & Agencies (ATDA) yang telah mendapat lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dengan No : BNSP-LSP-064-ID pada bulan Juni 2010.

“ Kami juga rutin melaksanakan Astindo Fair setiap bulan Maret sejak tahun 2011 hingga sekarang, sebagai Consumer Travel Fair atau B to C, yang diikuti oleh para travel agent, airlines, National Tourist Offices ( NTO) dari berbagai Negara serta Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) dari Provinsi di Indonesia.

“Untuk forum komunikasi dengan anggota kami punya website dengan address www.astindo.org sejak tahun 2012. Di awal tahun 2017 kami meluncurkan website astindohub.co.id , sebuah platform yang membantu anggota bertransformasi sekaligus bertransaksi dengan era digital.

Astindo juga berupaya meningkatkan profesionalisme Sumber Daya Manusia (SDM) travel agent anggota dengan mendirikan Astindo Training Center (ATC) sejak bulan Juni 2013 yang memberikan beragam pelatihan untuk menenuhi kebutuhan industri pariwisata.

Jenis pelatihannya antara lain Basic Int’l Fares & Ticketing + GDS, Professional Selling, Service Excellence, Digital Marketing, Tour Planning, Leadership, Back Office Travel Agent dan pelatihan lainnya.

Sjacrul Firdaus mengatakan dinamika organisasi inilah yang membuat Astindo tidak lagi terikat pada penjualan tiket semata sehingga nananya bertransformasi menjadi Asosiasi Travel Agent Indonesia. ( Hilda Ansariah Sabri)

 

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.