ASEAN Marketing Summit 2015 dorong tumbuhnya bisnis MICE RI

0
1151
Menpar Arief Yahya dan Hermawan Kartajaya (CEO & Founder MarkPlus, Inc ) memimpin jumpa pers bersama sponsor dan perusahaan penerima penghargaan AMS 2015 yaitu Astra International, BRI, Polytron dan PT PP Tbk (foto: Hilda Sabri Sulistyo)

JAKARTA,test.test.bisniswisata.co.id:Kehadiran Phillip Kotler, tokoh ahli pemasaran modern dalam kegiatan Asean Marketing Summit 2015 di Jakarta yang dijadwalkan pula akan berlangsung setiap tahun di Indonesia mendorong bisnis Meeting, Incentive, Conference and Exhibition ( MICE) di tanah air, kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya..

“Kalau orang sekaliber Philip Kotler datang maka Indonesia langsung mendunia karena kehadirannya mendukung pencitraan pariwisata Indonesia terutama dalam hal MICE,” kata Arief Yahya yang menyambut baik diselenggarakan Asean Marketing Summit 2015 diikuti anggota ASIA Marketing Federation (AMF) dari 13 negara.

AMS 2015, ujarnya, merupakan event MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) dimana penyelenggaraannya selain mendatangkan devisa juga meningkatkan pencitraan bagi Indonesia karena dihadiri para ahli merketing ternama dunia seperti Professor Philip Kotler yang dikenal sebagai Bapak Pemasaran Modern,” kata Arief Yahya didampingi Hermawan Kartajaya (CEO & Founder MarkPlus, Inc) dalam jumpa pers ASEAN Marketing Summit 2015 di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, hari ini (17/9).

Selain Prof. Philip Kotler juga dihadiri para ahli pemasaran terkemuka seperti; Prof. Hooi Den Huan, Director Nanyang Technopreneurship Center (Nanyang Technological University) dan special guest Dipak C. Jain, Director of Business Administration ( The Chulalongkorn University, Thailand.

Hermawan mengatakan Asean Marketing Summit 2015 ini merupakan pertemuan yang pertama dan pihaknya sebagai penyelenggara akan menjadikannya kegiatan regular setiap tahun karena selain sebagai inisiator, peran dan posisi Indonesia di kawasan regional penting.
Indonesia juga memimpin dalam banyak hal. dan ekonomi terbesar boleh dibilang ada di Indonesia juga menjadi negara besar dengan kebhinekaan suku bangsa yang disatukan dalam satu republik “Jadi Asean tanpa Indonesia, menurut saya bukanlah Asean,” tegasnya.
Oleh karena itulah menyongsong berlakunya kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community) MEA efektif akhir tahun 2015 peran dan posisi Indonesia harus ditingkatkan sekaligus berhasil dalam menghadapi tantangan persaingan.

“Salah satu hal yang menjadi tantangan adalah di bidang pemasaran yakni bagaimana menerapkan strategi dan taktik pemasaran agar berhasil di era Masyarakat Ekonomi ASEAN. Hal ini akan menjadi topik bahasan dalam ASEAN Marketing Summit (AMS) 2015 yang akan digelar di Jakarta pada Jumat, 9 Oktober 2015 di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place.
Menpar Arief Yahya mengatakan,hal yang menarik dari AMS 2015 adalah selain menghadirkan para pembicara dari kalangan ahli pemasaran terkemuka juga topik bahasannya aktual seputar menerapkan strategi dan taktik pemasaran agar berhasil di MEA.

“Dalam memasarkan pariwisata, kita selain mempunyai branding Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia, juga mempunyai strategi pemasaran dalam DOT (Destination, Original, Time),” kata Arief Yahya.

Arief Yahya menjelaskan, pihaknya telah menetapkan destination pada tiga pintu paling utama yakni Great Bali, Great Jakarta, dan Great Batam. Ketiga great ini memberikan kontribusi sebesar 90% dari total kunjungan wisman ke Indonesia, original berdasarkan asal wisman yang memberikan kontribusi terbesar yakni; Singapura, Malaysia, China, Autralia dan Jepang. Kelima pasar utama ini memberikan kontribusi sebesar 61% dari total kunjungan wisman dari 18 pasar utama, sedangkan strategi dalam Time kita menetapkan berdasarkan pola musim pasar.

Pariwisata ASEAN sangat cerah, jumlah kunjungan wisman tahun 2013 mencapai 90,2 juta dengan pertumbuhan sebesar 12% atau jauh di atas pertumbuhan pariwisata dunia sebesar 5%. Dari jumlah kunjungan wisman ke Asean tersebut 46% datang dari intra-Asean dan 32% dari Asia lainnya terutama China, Jepang, Korea dan India.

Berlakunya MEA akhir 2015 ditandai dengan terjadinya arus bebas perdagangan barang dan jasa, investasi, modal, tenaga kerja terampil dan 12 sektor prioritas (7 sektor barang dan 5 sektor jasa) terintegrasi lainnya termasuk di dalamnya jasa sektor pariwisata. MEA akan menjadikan wilayah ASEAN sebagai kawasan pasar tunggal dan basis produksi regional, kawasan berdaya saing tinggi, kawasan dengan pembangunan ekonomi yang merata, dan kawasan yang memiliki integrasi dengan perekonomian dunia.

Hermawan Kartajaya yang juga selaku Co-Host AMS 2015 mengatakan, sejumlah penghargaan akan diberikan pada acara AMS 2015 yakni; penghargaan “Indonesia Champion for AEC2015” kepada 4 perusahaan Indonesia yaitu; Astra Management Development Program (AMDI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk., Polytron, dan PT PP (Persero), Tbk.

A Budi Santoso, Chief Corporate Human Capital Development Astra Internasional yang hadir dalam jumpa pers mengatakan menghadapi MEA pihaknya telah siap karena nilai-nilai yang ditanamkan pada SDM Astra a.l adalah dalam hal service excellent sehingga meski nanti persaingan antar korporasi tinggi namun pihaknya dapat memberikan pelayanan dan hospitality sehingga kepuasan pelanggan bisa menjadi unggulan.

“Unit bisnis kami seperti TRAC yang banyak melayani konsumen termasuk event-event MICE di tanah air juga menjunjung tinggi value yang sudah ditanamkan oleh founding fathernya Astra International,” tandasnya. ( hildasabri@yahoo.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.